Rabu 09 September 2020, 03:50 WIB

Pilkada di Masa Pandemi Momentum Tingkatkan Demokrasi

Pra/Ind/X-10 | Politik dan Hukum
Pilkada di Masa Pandemi Momentum Tingkatkan Demokrasi

Medcom.id
Presiden Joko Widodo

 

PRESIDEN Joko Widodo meminta agar kualitas demokrasi dalam pelaksanaan Pilkada 2020 dapat ditingkatkan meski digelar di masa pandemi covid-19.

‘’Kita ingin dalam posisi yang sulit seperti ini demokrasi semakin dewasa, demokrasi kita semakin matang. Oleh sebab itu, yang pertama saya minta kepada aparat birokrasi, TNI, dan Polri terus bersikap netral dan tidak memihak kepada satu pasangan calon tertentu,’’ tegas Presiden saat memimpin Rapat Terbatas Pembahasan Persiapan Pelaksanaan Pilkada Serentak secara virtual, kemarin.

Selain mengingatkan ASN dan TNI-Polri, Presiden Jokowi juga meminta KPU dan KPUD tidak membiarkan narasi yang memecah-belah persatuan dan kesatuan.

‘’Kita tidak membiarkan, jangan membiarkan penggunaan bahasa-bahasa, penggunaan narasi, penggunaan simbol-simbol yang membahayakan persatuan dan kesatuan masyarakat. Harus ada ketegasan jangan sampai menggunakan politik-politik identitas, politik SARA karena itu akan membahayakan persatuan dan kesatuan. Ini yang harus dicegah,’’ kata Jokowi.

Presiden pun mendorong para calon untuk beradu program dan gagasan. Untuk itu, KPU dan KPUD diminta bekerja keras demi menghasilkan pilkada yang berkualitas.

‘’Saya minta penyelenggara pilkada bekerja keras menghasilkan pilkada yang berkualitas, netral, profesional, dan transparan,’’ tambah Presiden.

Menurut Jokowi, penyelenggara pilkada berperan besar untuk menjaga kualitas demokrasi sekaligus menjaga stabilitas politik di daerah dan penerimaan masyarakat terhadap hasil pilkada itu sendiri. ‘’Saya juga mengharapkan dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, aktivitis, akademisi di daerah untuk mendukung upaya-upaya yang tadi saya sampaikan,’’ tambah Presiden.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Romo Benny Susetyo mengatakan masyarakat, termasuk calon kepala daerah yang berkontestasi pada Pilkada 2020, dituntut untuk dewasa dalam berdemokrasi serta menggunakan politik akal sehat. Ruang publik harus diisi konten yang mencerdaskan dan visi untuk membangun daerah berkemajuan.

‘’Setiap calon kepala daerah harus memiliki tanggung jawab moral menjaga persatuan dengan tidak mengusung tema kampanye memolitisasi SARA,’’ ujarnya ketika dihubungi, kemarin. (Pra/Ind/X-10)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Wira Suryantala

Kejaksaan Tenggelamkan 4 Kapal Vietnam di Kepulauan Riau

👤Siti Yona Hukmana 🕔Jumat 05 Maret 2021, 07:41 WIB
Keempat kapal Vietnam itu merupakan barang bukti dalam perkara tindak pidana perikanan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap atau...
Medcom.id.

Polri masih Proses Tiga Polisi Terkait Kematian Laskar FPI

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 05 Maret 2021, 05:20 WIB
Polri telah menerbitkan Laporan Polisi (LP) soal dugaan unlawful killing...
Medcom.id.

Polri Gugurkan Status Tersangka Laskar FPI karena sudah Meninggal

👤Rahmatul Fajri 🕔Jumat 05 Maret 2021, 04:45 WIB
Ia menilai Polri masih memiliki nurani dan akal...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya