Kamis 09 Juli 2020, 14:30 WIB

Bantu Pulangkan Pembobol BNI, Mahfud: Terima Kasih ke Serbia

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Bantu Pulangkan Pembobol BNI, Mahfud: Terima Kasih ke Serbia

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI
Menkopolhukam Mahfud MD (kiri) pada konferensi pers pemulangan buronan pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa.

 


MENTERI Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Serbia atas proses ekstradisi buronan pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa. Meski Indonesia dan Serbia belum memiliki kerja sama resmi perjanjian ekstradisi, buronan yang lari selama 17 tahun itu berhasil ditangkap dan dibawa ke Tanah Air.

"Atas nama pemerintah Indonesia, saya mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Serbia yang atas kerja sama, fasilitas, serta bantuan yang diberikan oleh Presiden Serbia sehingga buronan ini bisa kita bawa," ucap Mahfud dalam konferensi pers di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (9/7).

Mahfud juga mengapresiasi kerja Kementerian Hukum dan HAM yang memimpin proses ekstradisi Maria ke Indonesia. Mahfud mengapresiasi kecepatan kesepakatan untuk membawa Maria. 

Menurut Mahfud, jika terlambat, bisa saja proses tersebut gagal. Pasalnya, penahanan Maria oleh NCB Interpol Serbia akan berakhir pada 16 Juli mendatang setelah ditangkap setahun sebelumnya.

"Kalau lewat kira-kira seminggu dari sekarang, kemungkinan akan lolos lagi karena pada tanggal 17 (Juli 2020) masa penahanan di Serbia habis dan harus dilepas," ucap Mahfud.

Baca juga: Ini Jejak Kasus Buronan Pembobolan Bank Maria Pauline Lumowa

Mahfud mengaku juga sudah berkomunikasi dengan Maria. Maria disebutnya akan mengikuti proses hukum di Indonesia dan menunjuk pengacara dari Kedutaan Besar Belanda.

Maria Pauline Lumowa merupakan salah satu tersangka pelaku pembobolan kas Bank BNI lewat letter of credit (L/C) fiktif. Ia melarikan diri dari Indonesia pada 2003 silam sebelum ditetapkan sebagai tersangka.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan Maria sempat melarikan diri ke Singapura lalu menetap di Belanda. Pemerintah Indonesia lalu berupaya meminta Maria dibawa kembali ke Indonesia.

Namun, dua kali permintaan ekstradisi pada 2010 dan 2014 ditolak Belanda lantaran kedua negara belum memiliki perjanjian ekstradisi. Maria pun ternyata diketahui sudah berstatus warganegara Belanda sejak 1979. (P-2)

Baca Juga

DOK DPR RI

Puan Laksanakan Salat Idul Fitri di Rumah Dinas Ketua DPR

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Mei 2021, 10:07 WIB
Berdasarkan foto yang beredar, Puan terlihat khusyu melaksanakan salat Idul Fitri dengan mengenakan mukena berwarna...
DOK DPR RI

Gus AMI: Jangan Ada Perusahaan Tak Bayar THR Pegawai

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 13 Mei 2021, 09:58 WIB
Pimpinan DPR RI Korkesra itu mengingatkan perusahaan untuk memperlakukan pegawai sebagai aset...
DOK DPR RI

Wakil Ketua DPR: Kaji Mendalam Rencana Kenaikan PPN

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 12 Mei 2021, 23:27 WIB
Muhaimin, dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (12/5/2021), menyatakan bahwa pihaknya tidak menginginkan, jika kenaikan PPN ini resmi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Toleransi tak Pernah Putus di Adonara

Bencana membuat masyarakat Adonara semakin rukun. Ramadan lebih mempersatukan mereka.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya