Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengingatkan masyarakat di Tanah Air tentang sejarah Hari Kebangkitan Nasional dan proses yang menyertainya, termasuk saat tokoh kebangsaan Dr Cipto Mangunkusumo melawan dan menangani wabah pes yang kini terasa relevan.
“Di hari kebangkitan nasional ini, kita bisa merujuk pada perjuangan Dr Cipto Mangunkusumo, yang berjuang di garda terdepan untuk membasmi penyakit pes yang saat itu sedang mewabah,” kata Presiden Joko Widodo dalam acara Peresmian Peluncuran Produk Riset, Teknologi dan Inovasi untuk Percepatan Penanganan COVID-19 melalui Video Conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.
Ia mengatakan saat ini dunia juga sedang beradu cepat untuk menangani wabah COVID-19.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen bangsa ini untuk menjawab tantangan sebagaimana yang dilakukan tokoh kebangsaan pada masa lalu.
“Kita jawabnya dengan inovasi dan karya nyata yang konkret. Ini momentum baru bagi kebangkitan bangsa, momentum baru kebangkitan sains dan teknologi kita, khususnya di bidang kesehatan,” katanya.
Pada kesempatan itu, Presiden mengaku bangga karena dari tangan-tangan anak bangsa bisa diciptakan produk yang sangat dibutuhkan.
“Kemarin saya tanya rapid test bisa produksi 100 ribu, PCR test kit juga sudah bisa jalan, sama di atas 100 ribu, kemudian juga ada emergency ventilator, kemarin saya lihat ada dari UI, ITB UGM, PT Dharma, Poly Jaya, tinggal produksinya. Kemudian ada juga Mobile BSL-2, ini juga sudah bisa kita kerjakan sendiri,” katanya.
Selain itu, ada juga produk Imunomodulator yang bisa dikerjakan sendiri dan produk Artifical Intelegence untuk deteksi COVID-19 yang juga bisa dikerjakan sendiri.
“Dari yang saya lihat kemarin, saya optimistis, hal-hal yang dulunya impor, bisa kita produksi sendiri,” katanya.(OL-4)
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Sandi mengungkapkan kegiatan ini rencananya akan dilaksanakan setiap bulan dengan materi yang beragam.
Ada beberapa langkah antisipatif yang mulai diterapkan Puskesmas Warungkondang untuk mencegah penyebaran covid-19.
Munculnya kembali covid-19 tentu perlu diantisipasi. Karena itu, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memitigasi penyebaran covid-19, terutama pada sektor pariwisata.
Saat ini, kelima pasien tersebut hanya bergejala ringan. Mereka sedang melakukan isolasi mandiri di rumah.
Bupati memastikan terpaparnya warga tersebut saat yang bersangkutan berada di luar daerah.
Galeri menjadi catatan sekaligus spirit agar warga Jabar tak gentar, namun tetap waspada menghindari penularan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved