Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRI akan menindaklanjuti dugaan adanya tindak kekerasan dan pelarungan jenazah terhadap anak buah kapal (ABK) Indonesia oleh kapal Luqin Yuan Yu 623 asal Tiongkok di laut Somalia. Dugaan tersebut didasari oleh sebuah video pelarungan jenazah ABK Indonesia yang kembali muncul.
Direktur Tindak Pidana Umum Badan Reserse Kriminal Polri, Brigjen Ferdy Sambo mengatakan pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah. Tak hanya Polda Jateng, Satgas Tidak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) juga akan ikut mengusut adanya dugaan korban penyiksaan terhadap ABK.
"Saya sudah berkoordinasi dengan Dir Krimum Polda Jateng Kombes Pol Budi Haryanto untuk melakukan penyelidikan terkait informasi soal ABK," ujar Ferdy, Senin (18/5).
Baca juga: DPR: Tuntaskan Maraknya Isu Perbudakan ABK WNI di Kapal Tiongkok
Sebelumnya, beredar video melalui sosial media Facebook yang memperlihatkan pelarungan atau pemakaman di laut dari ABK Indonesia oleh kapal asal Tiongkok. Dalam video tersebut, kata-kata yang digunakan kental dengan bahasa Jawa. Sehingga Polri pun meminta bantuan dari Polda Jateng dan Satgas TPPO.
"Polda Jateng akan mulai penyelidikan dengan asistensi satgas TPPO Bareskrim Polri," ungkap Ferdy.
Kapal Luqin yuan Yu 623 juga disinyalir melakukan perbudakan dan penganiayaan. Pasalnya, video yang diposting oleh Suwarno Cano Swe pada Jumat (15/5), terdapat tiga video yang memperlihatkan pelarungan ABK WNI dari kapal.
"Detik-detik pelarungan ABK indonesia yang dibuang di Laut Somalia oleh kapal Tiongkok dengan nama kapal Luqing yuan yu 623 dan perbudakan sekaligus penganiayaan main pukul tendang, pukul pakai pipa besi,botol kaca dan setrum pelumpuh,” tulis Suwarno.
Di dalam video tersebut juga terlihat seorang pria yang lemas dan tak bisa berdiri berbicara menggunakan bahasa jawa dan diduga menjadi korban setrum pihak kapal. Dua video lainnya memperlihatkan pelarungan ABK Indonesia yang telah meninggal. (OL-4)
PEMERINTAH Indonesia tengah menyiapkan evakuasi gelombang kedua warga negara Indonesia atau WNI dari Iran di tengah meningkatnya ketegangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Menko Polkam Djamari Chaniago menegaskan kepulangan 22 WNI dari Iran merupakan bukti kehadiran negara dalam melindungi warganya di tengah situasi darurat internasional.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) mengevakuasi 32 Warga Negara Indonesia dari Iran
Menlu Sugiono ungkap sulitnya evakuasi WNI dari Iran akibat penutupan ruang udara. Cek jadwal kedatangan 10 WNI berikutnya pada 11 Maret 2026 di sini.
Kemlu imbau WNI tunda perjalanan ke Timur Tengah akibat eskalasi keamanan. Simak update repatriasi 22 WNI dari Iran per 10 Maret 2026 di sini.
Kementerian Luar Negeri mengevakuasi gelombang pertama WNI dari Iran akibat situasi Timur Tengah yang tidak menentu. 22 WNI dijadwalkan tiba hari ini di Bandara Soekarno-Hatta.
RATUSAN jaket pelampung disediakan oleh Pelindo selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hal itu untuk menjamin keselamatan penumpang kapal laut.
Dua aset itu diserahkan dengan status hibah barang milik negara. Penyerahan kapal laut ini juga dibantu oleh Kejaksaan Negeri Bitung.
Masyarakat Jabodetabek cenderung memilih transportasi umum saat mudik. Sementara masyarakat di luar Jabodetabek lebih memilih kendaraan pribadi.
Tercatat jumlah penumpang kapal melewati pelabuhan Trisakti Banjarmasin, selama arus mudik dan balik Lebaran 2025 periode 21 Maret-11 April sebanyak 26.717 orang.
Fenomena ini juga berdampak pada peningkatan penumpang kapal laut. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam memprediksi lonjakan 15% dibanding tahun sebelumnya,
Data PELNI mencatat, pada periode H-15 hingga H-9 Lebaran 2024, jumlah penumpang mencapai 106.234 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved