Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Wakil Ketua MPR Ajak Patuhi Larangan Mudik

Media Indonesia
25/4/2020 08:20
Wakil Ketua MPR Ajak Patuhi Larangan Mudik
Wakil Ketua MPR-RI, Lestari Moerdijat(MI/PIUS ERLANGGA)

MASYARAKAT diminta tidak memaksakan diri pergi mudik di tengah pandemi virus korona (covid-19). Pemerintah pun sudah memikirkan secara matang sebelum melarang masyarakat mudik.

“Kebijakan larangan mudik yang diberlakukan pemerintah merupakan hasil evaluasi dari kebijakan sebelumnya yang sifatnya imbauan. Dengan kebijakan yang lebih tegas, saya berharap masyarakat bisa mematuhi untuk tidak mudik,” kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat di Jakarta, kemarin.

Rerie, sapaan akrab Lestari, mengatakan larangan mudik dilakukan demi memutus rantai penyebaran virus korona. Sayangnya, di hari pertama berlakunya larangan, kemarin, masih banyak kendaraan yang mencoba keluar dari Jakarta menuju beberapa daerah di Pulau Jawa. *Ada sebagian masyarakat yang mencoba kembali ke kampung halaman karena sudah tidak bekerja di Jakarta. Masalah ekonomi yang memaksa mereka nekat pulang demi terus menyambung hidup.

Rerie meminta pemerintah memperhatikan hal tersebut. Jangan sampai timbul masalah sosial di Jakarta lantaran banyak masyarakat yang putus kerja. “Perlu ada solusi menyeluruh bagaimana mengatasi persoalan ini.”

Politikus Partai NasDem itu meminta pemerintah bekerja lebih ekstra sejak sekarang. Terlebih, Indonesia segera memasuki masa puncak wabah korona. “Ketegasan dan ketepatan pemerintah dalam menerapkan berbagai kebijakan sangat diperlukan, khususnya memasuki periode puncak penyebaran covid-19 sebagaimana diingatkan beberapa pakar,” ujar Rerie.

Gerakan menanggulangi wabah covid-19 dan dampaknya pun terus digulirkan di tengah masyarakat. Ketua MPR Bambang Soesatyo bersama Relawan 4 Pilar dan organisasi kemasyarakatan Gerakan Keadilan Bangun Solidaritas (Gerak BS) kembali mengirimkan bantuan untuk tenaga medis.

Bambang Soesatyo mengatakan bantuan ditujukan RSUD Cimacan, Cianjur, dan RS Tingkat II Dustira Cimahi, Jawa Barat. Total bantuan berupa 100 alat pelindung diri (APD), 120 rapid test kit covid-19, 300 unit masker, dan 200 kaleng susu murni. “Upaya gotong royong ini ialah ikhtiar kita untuk membantu dokter dan tenaga kesehatan terlindungi jiwa serta raganya. Ketenangan dan keselamatan mereka menjalankan tugas adalah faktor penting dalam penanganan covid-19,” tandas Bambang, kemarin. (Medcom/Ant/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Riky Wismiron
Berita Lainnya