Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Fraksi PAN DPR, Saleh P Daulay, mengatakan pembukaan masa sidang DPR penting untuk dilakukan meski wabah covid-19 belum mereda. Pasalnya, ada banyak tugas yang harus dikerjakan bersama pemerintah dan mitra kerja.
"Terutama dalam hal menghadapi pandemi global covid-19," ujar Saleh, ketika dihubungi, Sabtu, (28/3).
Saleh mengatakan DPR diharapkan dapat mengawasi kinerja pemerintah. Pengawasan itu bisa dilakukan lewat rapat kerja yang dilakukan. Dalam situasi tertentu, pengawasan bisa dilakukan secara langsung di lapangan dengan pembatasan anggota yang diikutkan.
“Kalau sidang tidak dibuka, DPR tidak bisa melakukan pengawasan dan pembahasan apa pun dengan pemerintah. Kalaupun itu mau dilakukan, harus meminta persetujuan pimpinan DPR. Tentu itu agak sedikit merepotkan," ujar Saleh.
Baca juga: Virus Korona, Anggota FPDIP DPRD Jawa Barat Wafat
Selain itu, pemerintah tentu membutuhkan legitimasi dan dukungan politik dalam rencana realokasi anggaran yang dilakukan. Apalagi, pemerintah saat ini sudah merencanakan melakukan realokasi pada sebagian besar program dan kegiatan pemerintah. Tentu itu harus dilaporkan dan mendapat persetujuan dari DPR.
"Dari sisi legislasi, DPR juga tentu perlu mengantisipasi adanya perubahan yang sangat mendesak atas undang-undang. Kalaupun ada Perppu, keabsahannya tetap meminta persetujuan DPR. Pada titik ini, DPR tetap diperlukan untuk bekerja," ujar Saleh.
Anggota DPR Fraksi Demokrat, Syarief Hasan, mengatakan kalau memang akan tetap dibuka, harus ada aturan ketat dan jelas dalam pelaksanaan kerja. Termasuk mekanisme kerja jarak jauh agar tetap efektif.
"Perlu dipikirkan sistem kerja jarak jauh dari rumah," ujar Syarief.
Syarief mengatakan pada dasarnya mendorong agar presiden memutuskan lockdown terhadap Jakarta untuk menyelamatkan bangsa dari pandemi covid-19.
"Saya mengharapkan sebaiknya Presiden tampil dan menyatakan Jakarta Lockdown untuk menyelamatkan bangsa dari wabah virus corona," ujar Syarief. (OL-4)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved