Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo menggelar Rapat Terbatas (Ratas) bersama para menterinya melalui video conference, Senin (16/3) pagi. Ratas yang membahas percepatan ekonomi dalam rangka menghadapi tekanan virus korona ini dilakukan sebagai bagian pencegahan penyebaran virus Covid-19 makin meluas.
"Rapat dimulai pukul 10.00 WIB dan masih berlangsung," kata Pramono kepada wartawan.
Sekrteraris Kabinet Pramono Anung membagikan momen Rapat tersebut melalui akun instagram-nya @pramonoanungw. Tampak Presiden dan para menteri pada layar video conference masing-masing dari kantornya seperti Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Terawan, hingga Kapolri Jenderal Pol Idham Aziz.
Baca juga: Diamuk Korona, Jokowi: Saatnya Kerja dari Rumah, Ibadah di Rumah
Kebijakan ini diambil untuk sementara waktu sesuai arahan presiden untuk menghindari kontak langsung dalam rangka menekan penyebaran virus korona. Apalagi salah satu anggota kabinet, yaitu Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sudah dinyatakan positif terjangkit korona.
Sebelumnya, dalam konferensi pers di Istana Bogor, Minggu (15/3) kemarin, Jokowi memastikan Kabinet Kerja jilid II tidak terganggu akibat Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi positif terinfeksi virus korona. Menurut dia, seluruh anak buahnya tetap bekerja seperti biasa bahkan lebih keras.
"Sebagaimana kemarin telah disampaikan bahwa salah satu menteri kami terdeteksi positif terinfeksi Covid-19. Langkah-langkah antisipatif telah dilakukan dan saya yakin bahwa para menteri tetap bekerja penuh seperti biasa," kata Jokowi di Istana Bogor, Minggu (15/3).
"Bahkan hari-hari ini para menteri bekerja lebih keras walaupun sebagian dilakukan dengan cara online untuk mengatasi isu kesehatan dan mengatasi dampak perekonomian akibat Covid-19 ini," lanjut Kepala Negara.

Presiden juga sudah menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan agar penyebaran Covid-19 bisa segera dihambat. Ia juga meminta agar pola kerja, belajar, bahkan ibadah mulai diubah.
"Dengan kondisi ini, saatnya kita kerja dari rumah. Belajar dari rumah, ibadah di rumah," kata Jokowi. (OL-6)
Para ilmuan baru-baru ini telah menemukan virus corona baru pada kelelawar di Brasil yang memiliki kemiripan dengan virus MERS yang dikenal mematikan.
Hal itu meningkatkan kemungkinan bahwa virus tersebut suatu hari nanti dapat menyebar ke manusia, demikian yang dilaporkan para peneliti Tiongkok.
Pemberian berbagai bansos diperlukan untuk menjaga daya beli masyarakat.
“Saya beserta jajaran anggota DPRD DKI Jakarta turut berduka cita sedalam-dalamnya atas berpulang ke Rahmatullah sahabat, rekan kerja kami Hj. Umi Kulsum."
Para peneliti melengkapi setiap relawan dengan pelacak kontak untuk merekam rute mereka di arena dan melacak jalur aerosol, partikel kecil yang dapat membawa virus.
Mensos Juliari berharap bantuan ini berdampak signifikan terhadap perputaran perekonomian lokal.
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved