Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
USAI pelaksanaan upacara mingguan, Kakesdam III/Siliwangi Kolonel Ckm dr. Purwo Setyanto, Sp.B., MARS melakukan sosialisasi dan penjelasan tentang penyakit virus korona atau Covid-19 di Lapangan Upacara Makodam III/Siliwangi Jalan Aceh, Bandung, Senin (9/3).
Kakesdam III/Siliwangi menyampaikan,"Saya yakin anggota sudah banyak mendapat informasi tentang penyakit ini. Saya juga didampingi perawat dari Rumah Sakit (RS) Sariningsih karena mereka sudah terakreditasi utama tahun lalu nanti akan mengingatkan kita untuk pentingnya cuci tangan yang benar, kunci dari pencegahan penyakit ini adalah cuci tangan."
Menurut Kolonel Ckm Purwo, virus korona adalah jenis virus influenza biasa tapi sifat dari virus yang selalu bermutasi atau berubah karakter. "Kita juga mengenal penyakit SARS atau flu burung yang banyak menyerang burung, unggas, ayam dan sebagainya juga kita mengenal flu timur tengah MARS sama ini jenis virus yang sama," tuturnya.
Purwo mengatakan,"Virus ini lebih pintar dari dokter-dokter pakar dunia sehingga dia bermutasi menjadi virus korona. Kenapa disebut korona? Korona itu crown atau mahkota pasti digambar-gambar di Youtube dan Whatsapp ada gambar yang keluar dari bulatan itu."
Ia menegaskan penyakit yang terinfeksi virus korona dapat disembuhkan dan tidak perlu ragu jika terinfeksi Covid-19 dapat disembuhkan.
"Bahkan negara maju pun kalah dalam penanggulangan virus korona jika dibandingkan dengan negara-negara belum maju seperti Vietnam, Kamboja, Srilanka dan Nepal disana bisa sembuh 100%," jelas Purwo.
Saat ini angka kematian dari korona antara 3% sampai 4% di negara asalnya, Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok dan di luar Tiongkok hanya 1%. "Itu artinya masih 90% lebih pasien ini bisa disembuhkan, sehingga kita jangan panik dan jangan bingung," jelas Purwo.
Di Indonesia saat ini yang positif 6 orang terinfeksi Covid-19. Semua pasien virus korona tersebut telah diberi kode 1 sampai 6. Yang perlu dicatat sampai saat ini bahwa belum ada pasien yang positif korona meninggal dunia.
Bahkan laporan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang disampaikan juru bicara pemerintah soal virus korona dr. Achmad Yurianto ditegaskan bahwa enam yang orang positif terinfeksi Covid-19 kondisinya telah membaik.
Pemerintah menyatakan dipastikan enam pasien ini telah melalui pemeriksaan yang akurat. Tak hanya itu, Kemenkes menjelaskan pemeriksaaan dilkukan dengan menggunakan peralatan yang sesuai standar Orfganisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Kalau ada berita-berita di Tasikmalaya dan Cianjur ada yang meninggal yang dicurigai virus koroma ternyata hasil labnya negatif, perlu diketahui bahwa gejala penyakit ini sama dengan flu biasa," papar Purwo.
Yang terpenting apabila terserang flu, petugas medis yang menanyakan apalah pasien pernah melakukan perjalanan ke negara yang terkena wabah Covid-19 seperti Tiongkok, Korea Selatan, Italia, dan Iran.
Pasien juga harus menjelaskan riwayat sebelum sakit apakah pernah kontak dan bertemu dengan warga negara asing yang berasal dari empat negara tersebut.
Seorang pasien yang positif terinfeksi virus korona mengalami sakit pilek dan batuk dan berobat ke satu rumah sakit swasta. Semula orang tersebut menduga sakit pilek biasa ternyata setelah diperiksa positif Covid-19. Maka, 70 karyawan termasuk dokter, perawat, dan staf medis harus menjalani karatina untuk memastikan terinfeksi virus korona atau tidak.
Bagaimana penularan Covid-19? Purwo menjelaskan penularan virus korona bisa melalui kontak langsung dengan orang telah terinfeksi virus korona saat bersin atau batuk.
"Jarak aman agar terhindar dari virus korona adalah 2 meter dengan orang yang terinfeksi. Selain itu, kuncinya adalah biasanya cuci tangan, sedangkan pencegahan selanjutnya pertahankan badan dalam kondisi fit, makan cukup sehat bergizi dan minum cukup," papar Purwo.
Ternyata virus korona bisa menular melalui mata, hidung dan mulut. Namun penggunaan masker hanya dianjurkan kepada orang-orang yang sakit dan orang sehat yang merawat tapi berdekatan dengan pasien seperti dokter dan perawat.
Saat sosialisasi antisipasi Covid-19, tim dari Rumah Sakit Sariningsih memperagakan cara cuci tangan yang baik dan benar yaitu dengan menggunakan sabun yang pertama telapak tangan, kedua punggung tangan, ketiga selah-selah jari.
Selanjutnya, cuci tangan jangan lupa ibu jari tangan dan jangan ketinggalan kuku dibersihkan sehingga sehat kita semua, ingat jangan lupa cuci tangan. (OL-09).
Jumlah pelanggaran prajurit TNI 2025 menurun hingga 40%. Namun, tantangan disiplin dan kejahatan siber masih jadi sorotan.
Pemerintah mengambil langkah konkret dengan memperkuat pengamanan bandara khususnya di wilayah di Papua menyusul insiden penembakan pesawat perintis di Papua Selatan.
Indonesia siapkan 8.000 personel TNI untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF) di Gaza, tunjukkan komitmen misi perdamaian.
PEMERINTAH berencana mengirim 8.000 prajurit TNI ke Gaza, Palestina untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF). Keputusan itu dinilai sarat risiko
Anggaran pertahanan APBN 2026 mencapai Rp337 triliun. Pengamat menilai belanja alutsista harus memperkuat industri pertahanan nasional, bukan sekadar impor senjata.
Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) menegaskan tidak ada prajuritnya yang terlibat dalam dugaan penganiayaan terhadap pengemudi ojek online di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.
Sejarah manusia dipenuhi penemuan penting seperti listrik, internet, dan vaksin yang mengubah peradaban. Inovasi ini menjadi fondasi kemajuan teknologi, komunikasi, dan kesehatan global.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved