Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta meluncurkan sekolah antikorupsi di Kantor KPU Provinsi DKI Jakarta, Jakarta, kemarin. Sekolah antikorupsi hasil kerja sama KPU DKI Jakarta dan Indonesia Corruption Watch (ICW) ini akan diikuti seluruh anggota KPU dan pejabat sekretariat KPU.
Menurut Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos, sekolah ini akan dilaksanakan Maret sampai April 2020, dengan 4 kali pertemuan tatap muka dan menyelesaikan modul Antikorupsi secara daring.
Kehadiran sekolah itu bertujuan memberikan pengetahuan, kesadaran, dan pemahaman kepada penyelenggara pemilu, khususnya KPU di Provinsi DKI Jakarta terhadap isu-isu antikorupsi.
"Meningkatkan integritas penyelenggara pemilu dalam melaksanakan seluruh tahapan pemilu dan pilkada sehingga hasil pemilu dan pilkada menjadi berintegritas," jelasnya.
Menurut Betty, kehadiran sekolah ini hasil evaluasi penyelenggaraan Pemilu 2019. Salah satu hasil evaluasi ialah integritas penyelenggara pemilu. Dari beberapa kasus di daerah, ditemukan praktik suap antara penyelenggara dan peserta pemilu.
"Di Provinsi DKI Jakarta, meskipun tidak ada bukti praktik suap, terdapat isu atau informasi yang diterima, beberapa oknum penyelenggara di tingkat kecamatan dan kelurahan meminta atau menerima sejumlah uang dari peserta pemilu untuk mengamankan atau memenangkan calon yang bersangkutan," ungkapnya.
Secara terpisah, Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, menganggap penanganan korupsi di Indonesia lebih baik jika dibandingkan dengan Amerika Serikat. Salah satunya penanggulan praktik politik uang kampanye. Pasalnya, di 'Negeri Paman Sam' itu secara sistem pejabat Amerika 'dilindungi' budaya pork barrel.
Menurut dia, pork barrel, berakar pada politik uang saat kampanye. Padahal, hal tersebut diharamkan undang-undang Amerika.
Sementara itu, di Indonesia, pemerintah tegas menolaknya. Bahkan, ada calon terpilih yang digugurkan karena terbukti melakukan politik uang. "Itu menggambarkan law enforcement kita luar biasa," katanya.
Dia menyebut pemberantasan korupsi Indonesia lebih maju. Bahkan, permikiran penanganan permasalahan korupsi pun Indonesia bisa mengalahkan Amerika.
"Walaupun saudara sekalian secara sistem Indonesia jika dibandingkan dengan negara lainnya, berapa menteri yang ditangkap, gubernur, anggota DPR, dan kepala daerah. Indonesia termasuk yang banyak (melakukan tindakan)," ujarnya. (Dmr/medcom/P-5)
PEMBAHASAN Rancangan Undang-Undang tentang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) kembali masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026.
Setelah melalui serangkaian persidangan sengketa informasi,Pengamat Kebijakan Publik, Bonatua Silalahi resmi menerima salinan dokumen ijazah mantan Presiden Jokowi tanpa sensor dari KPU.
Tanpa perubahan mendasar, parlemen berpotensi semakin dikuasai kelompok bermodal besar.
Taufan menyoroti persoalan ambang batas parlemen yang menurutnya menjadi isu penting dan membutuhkan kajian panjang serta komprehensif agar dapat ditentukan metode yang paling tepat.
KPU menegaskan akan menindaklanjuti putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang memerintahkan pembukaan dokumen ijazah jokowi dalam proses pencalonan Pemilu 2014 dan 2019.
Perludem menilai efisiensi anggaran seharusnya ditempuh melalui digitalisasi pemilu, penyederhanaan tahapan, serta rasionalisasi badan ad hoc.
Indonesia Corruption Watch mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi yang melimpahkan laporan dugaan pemerasan 43 anggota Polri ke Kedeputian Korsup.
ICW meminta KPK mengawasi 1.179 SPPG milik Polri karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan ketimpangan pengelolaan dana hingga Rp2,2 triliun per tahun.
ICW menyoroti dugaan gratifikasi penggunaan jet pribadi oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat kunjungan ke Sulsel. Fasilitas dari OSO dinilai berpotensi melanggar aturan
INDONESIA Corruption Watch (ICW) mengkritik dukungan untuk melakukan revisi UU KPK yang dilontarkan oleh mantan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo atau Jokowi.
PERNYATAAN Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi mengenai wacana revisi Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi atau revisi UU KPK menuai kritik dan terkesan cuci tangan oleh ICW
Penunjukan Adies Kadir berpotensi menihilkan prinsip checks and balances serta membuka ruang konflik kepentingan di masa mendatang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved