Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hilir, Basiran Nur Efendi, meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Bulan Ujung, Kecamat-an Bangko, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
"Saya tidak sendiri, turut meninjau lokasi tersebut Bupati Kabupaten Rokan Hilir, Dandim 0321, serta jajaran TNI/Polri," kata Basiran, Minggu (1/2), seperti dikutip dari laman Partainasdem.id.
Menurut Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Rokan Hilir itu, saat ini lahan yang terbakar kurang lebih 3 hektare. "Pelaku pembakaran telah ditangkap dan saat ini dalam proses hukum, ditangani Polsek Bangko," ungkapnya.
Untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan, Basiran mengimbau masyarakat yang memiliki ladang agar tidak membersihkan lahan dengan cara dibakar.
Sementara itu, Wakil Ketua OKK DPW Partai NasDem Provinsi Riau, ZM Pandapotan Sitindaon menyebutkan hal yang dilakukan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rokan Hilir tersebut produktif sebab rakyat membutuhkannya.
Pandopotan menambahkan, kebakaran hutan dan lahan berpotensi memiskinkan negara. Pasalnya, dampak kabut asap yang ditimbulkan melumpuhkan banyak sektor.
"Saya ingat pesan Wakil Ketum DPP Partai NasDem, Ahmad Ali, yang mengajak kita agar melakukan hal-hal yang lebih produktif karena rakyat hari ini membutuhkan dan menunggu apa yang dilakukan mereka (para wakil rakyat)," katanya.
Dia pun mengimbau seluruh anggota DPRD dan kader Partai NasDem se-Provinsi Riau agar terus bekerja untuk rakyat demi restorasi bagi Indonesia maju.
Terpisah, anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni harus masuk dan keluar kampung di Kabupaten Pesisir Selatan untuk menemui warga tidak mampu.
Hal tersebut sudah menjadi kebiasaan 'Srikandi NasDem' itu bila pulang kampung atau meninjau konstituennya. Setidaknya ada empat rumah warga yang dikunjungi istri Ketua DPW Partai NasDem Sumatra Barat yang juga Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni itu.
Mereka adalah, Nenek Sarimat, 72, dan Mak Junah, 89, warga Tanjung Saba, Nagari Gurun Panjang Selatan, Kecamatan Bayang. Lalu, Reni Yulianti, 48, yang rumahnya terbakar di Kampung Rumah Panjang, Nagari Koto Berapak. (YH/N-3)
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan terus mengintensifkan upaya pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Dalkarhutla) di Provinsi Riau.
Cuaca panas ekstrem yang melanda Kota Pekanbaru dituding menjadi pemicu utama meningkatnya kerawanan kebakaran di area lahan gambut dan semak belukar.
BMKG deteksi 113 titik panas di Riau per 18 Maret 2026. Bengkalis dan Dumai mendominasi. Simak update pemadaman karhutla oleh tim gabungan BPBD di sini.
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau bersama aparat terkait dan masyarakat berhasil mengamankan seekor anak Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae).
REGU pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari Manggala Agni terus mengintensifkan upaya pemadaman di sejumlah titik api di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Dari sekitar 1.100 ekor di seluruh Sumatra, diperkirakan hanya tersisa 216 ekor di Riau.
Petugas gabungan berupaya memadamkan api yang membakar kawasan hutan resapan air Dam Duriangkang, Batam, Kepulauan Riau.
KEBAKARAN hutan dan lahan atau karhutla mulai mengintai di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Di Kecamatan Cireunghas, dilaporkan terjadi kebakaran hutan di lahan sekitar 2.000 meter persegi.
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Peneliti mengungkap hutan Arktik hancur hanya dalam 300 tahun pada masa pemanasan global purba. Temuan ini jadi peringatan bagi krisis iklim modern.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved