Headline

Setelah menjadi ketua RT, Kartinus melakukan terobosan dengan pelayanan berbasis digital.

Fokus

F-35 dan F-16 menjatuhkan sekitar 85 ribu ton bom di Palestina.

Penyelesaian Konflik Papua Jangan Gunakan Pendekatan Keamanan

Emir Chairullah
29/1/2020 15:40
Penyelesaian Konflik Papua Jangan Gunakan Pendekatan Keamanan
Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersiap memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta.(Antara/Akbar Nugroho)

WAKIL Presiden RI, Ma’ruf Amin, meminta penyelesaian masalah Papua tidak menggunakan pendekatan keamanan.

“Pendekatan keamanan bukan cara yang harus dilakukan. Kalaupun dilakukan itu karena terpaksa,” kata Ma'ruf di Kantor Wapres, Jakarta, Rabu (18/1).

Hal itu ditegaskan Ma’ruf saat menanggapi kasus kekerasan di Kabupaten Nduga, Papua, yang menimbulkan banyak korban. Hingga saat ini, masyarakat di wilayah itu terpaksa mengungsi untuk menghindari kekerasan.

Baca juga: Ribuan Pasukan TNI-Polri Bertahan Jamin Keamanan di Papua

Lebih lanjut, Wapres menekankan keberadaan aparat keamanan bertujuan membuat situasi kondusif. Artinya, keberadaan aparat keamanan hanya bersifat sementara. “Kalau situasinya sudah kondusif, tentu keamanan ini akan ditarik,” pungkasnya.

Ma’ruf menyebut Presiden RI, Joko Widodo, juga menginstruksikan agar penggunakan pendekatan keamanan bersifat temporer, bukan menyeluruh. Ketika ditanya kapan pemerintah akan menarik aparat keamanan dari Papua, Ma’ruf berharap secepatnya.

“Kita mengharap tidak terlalu lama, secepatnya lah harapannya," imbuh dia.

Pemerintah akan mengutamakan pendekatan kesejahteraan dalam menyelesaikan konflik Papua, baik fisik maupun nonfisik. Misalnya aspek pendidikan dan pembangunan infrastruktur.

“Jadi penanganan Papua tetap kesejahteraan,” tutupnya.(OL-11).

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya