Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKRETARIAT Jenderal DPD RI terus berupaya meningkatkan reformasi birokrasi dan sistem akuntabilitas kinerja di lingkungannya. Pada tahun ini, Sekretariat Jenderal DPD RI akan menambah agen perubahan sampai unit-unit terkecil.
“Sedangkan di sektor pengawasan, sebelumnya telah mendapatkan skor maturitas sebesar 2,178 atau berada pada level berkembang. Saat ini kami sedang menunggu hasil quality assurance dari BPK RI. Kemarin penilaian mandiri mencapai 3,9. Mudah-mudahan tidak beda jauh dengan hasil BPKP,” ucap Deputi Bidang Administrasi Sekretariat Jenderal DPD RI Adam Bahctiar pada acara Exit Meeting ‘Pelaksanaan Evaluasi Reformasi Birokrasi dan Sistem Akuntabilitas Kinerja’ di Gedung DPD RI, Jakarta, Kamis (9/1).
Adam menambahkan terkait area penguatan akuntabilitas kinerja, Sekretariat Jenderal DPD RI telah memonitoring dan evaluasi terhadap akuntabilitas anggaran, kinerja, mekanisme monitoring, dan evaluasi per tiga bulan sekali. Sedangkan di bidang penguatan kelembagaan sepanjang 2019, Sekretariat Jenderal DPD RI telah melakukan penataan pada jabatan-jabatan fungsional.
“Jadi kemudian ada jabatan fungsional perisalah legislatif dan jabatan fungsional auditor. Namun sayangnya sampai sekarang belum ada respon dari Kemenpan RB terkait usulan itu,” tuturnya.
Terkait dengan evaluasi kelembagaan di 2019, DPD RI sudah mengalami peningkatan. Sebelumnya, peringkat komposit 81,70 di tahun 2018, di 2019 menjadi 86,9. Hal itu mencerminkan dari sisi struktur dan proses organisasi Sekretariat Jenderal DPD RI tergolong sangat efektif.
"Sedangkan di tata laksana tahun 2019 kita telah memiliki peta proses bisnis yang terdiri dari peta proses, peta sub proses dan peta lintas fungsi,” ungkap Adam.
Baca juga: Tahun Ini, DPD RI Akan Bahas 50 RUU
Terkait dengan rencana aksi reformasi birokrasi, Sekretariat Jenderal DPD RI telah berkomitmen baik dari pimpinan DPD RI maupun seluruh jajaran Sekretariat Jenderal DPD RI. Hal tersebut mendorong pelaksanaan reformasi birokrasi secara bertahap.
“Dalam rangka mendorong reformasi birokrasi secara bertahap sampai terkecil pada tahun 2020 dan akan mengaktifkan tim reformasi birokrasi di deputi bidang persidangan dan deputi bidang administrasi. Mudah-mudahan dalam hal ini tidak ada persepsi yang beda antara Menpan dengan DPD RI,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan dan Evaluasi Reformasi Birokrasi Kemenpan RB, Raka Pamungkas, menjelaskan hasil penilaian ini masih sementara berdasarkan verifikasi lapangan dan data tambahan yang diserahkan ke Tim Evaluator.
“Nantinya nilai akhir akan ditetapkan pada saat panel evaluator,” paparnya.
Raka menambahkan Sekretariat Jenderal DPD RI masih memiliki kesempatan untuk melakukan perbaikan atau penyempurnaan yang akan dapat merubah penilaian ini, sampai dengan saat panel evaluator berakhir.
“Penyerahan data perbaikan/penyempurnaan masih dapat diterima sebelum closing pembahasan panel evaluator. Untuk itu komunikasi pihak Sekretariat Jenderal DPD RI dengan tim evaluator tetap diintensifkan,” tukas Raka.(OL-5)
KUHAP baru membawa mekanisme kontrol yang lebih ketat.
Seluruh masukan dari elemen masyarakat akan diakomodasi dalam bentuk rekomendasi resmi Komisi III untuk mempercepat pembenahan di tubuh Korps Bhayangkara.
Komite Reformasi Polri berharap pembenahan Korps Bhayangkara tidak bersifat temporer
Mekanisme baru ini dirancang untuk menciptakan kepastian hukum dan efisiensi waktu dalam proses peradilan pidana di Indonesia.
Penyesuaian institusional yang mendasar akan mampu memulihkan dan menjaga kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Reputasi institusi kepolisian kerap meningkat pada momen tertentu, namun bisa menurun drastis ketika muncul kasus yang menyentuh rasa keadilan publik.
Pengalaman para relawan di lapangan kebencanaan menunjukkan bahwa penanganan bencana banjir Sumatra kali ini kembali memperlihatkan satu masalah mendasar.
Di tengah turbulensi sosial, geopolitik, dan perkembangan teknologi, institusi publik perlu memperbarui pendekatan tata kelola.
Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh menegaskan reformasi birokrasi harus menghadirkan perubahan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
PAKAR manajemen dan ekonom senior Prof. Rhenald Kasali menegaskan kepemimpinan yang tegas menjadi faktor krusial dalam menyelesaikan kompleksitas perizinan investasi di Indonesia.
PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk membongkar praktik mafia di tubuh pemerintahan yang selama ini memanfaatkan sistem birokrasi untuk kepentingan pribadi.
ARAH pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dinilai semakin tak jelas dan tampak serampangan. Penambahan kursi wakil menteri (wamen) di Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved