Jumat 03 Januari 2020, 20:59 WIB

KPK Tunggu Hasil Audit BPK dalam Kasus RJ Lino

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
KPK Tunggu Hasil Audit BPK dalam Kasus RJ Lino

Antara/M. Risyal Hidayat
pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri

 

BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) hampir menyelesaikan penghitungan kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi yang menjerat mantan Dirut Pelindo II RJ Lino.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun kini masih menunggu hasil audit tersebut agar penyidikan yang dilakukan sejak 2015 lalu itu bisa segera rampung.

"Kami sangat mengapresiasi kalau nanti (laporan BPK) sudah selesai sehingga teman-teman penyidik akan melanjutkan pemberkasan dan bisa dilakukan pelimpahan tahap I ke jaksa," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/1).

Hal itu disampaikan Ali merespons pihak BPK yang menyatakan telah menyelesaikan imvestigasi terkait penghitungan kerugian negara dalam kasus korupsi quay container crane (QCC) di Pelindo II itu.

Anggota III BPK Achsanul Qosasi menyatakan pihaknya kini dalam proses penyelesaian audit kerugian negara dalam kasus yang menjerat RJ Lino.

Baca juga : Nurhadi Tak Penuhi Panggilan KPK

"Penghitungan kerugian keuangan negaranya sudah selesai dan laporannya tengah dibuat. Resminya nanti kami sampaikan ke KPK," kata Achsanul kepada wartawan, Jumat (3/1).

Ia enggan menyebutkan berapa kerugian keuangan negara yang timbul dalam dugaan korupsi tersebut. Laporan resmi rencananya akan disampaikan ke komisi antikorupsi paling lama dua pekan mendatang.

KPK menetapkan Lino sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit QCC di Pelindo II pada 2015 lalu. Hingga kini, Lino belum ditahan.

Lino disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

KPK menduga Lino telah menyalahgunakan wewenangnya saat menjadi dirut perusahaan pelat merah itu untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, dan korporasi dengan memerintahkan penunjukan langsung perusahaan asal Tiongkok, Wuxi Huangdong Heavy Machinery, sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Kecam Rasialisme, Relawan Jokowi Dukung Penangkapan Ambroncius

👤Rudy P 🕔Rabu 27 Januari 2021, 23:22 WIB
"Sikap Ambroncius tidak mewakili sikap relawan jokowi dan juga tidak mewakili sikap Presiden Jokowi,"...
Antara/Reno Esnir

Kapolri Listyo Sanjung Kepemimpinan Idham Aziz

👤Rahmatul Fajri 🕔Rabu 27 Januari 2021, 23:13 WIB
Listyo mengatakan pola kepemimpinan Jenderal Idham Azis selama menjadi Kapolri berjalan sangat baik. Bahkan, ia menilai sosok Idham Aziz...
MI/Susanto

Kejagung Dalami Pemeriksaan Pegawai OJK dalam Kasus Asabri

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 27 Januari 2021, 23:11 WIB
Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, ada dua orang dari OJK yang diperiksa hari ini. Keduanya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya