Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komisi III DPR Herman Herry meminta pihak Polri melakukan evaluasi Standard Operating Procedure (SOP) penggunaan senjata dan alat peledak. Hal itu dianggap penting, khususnya setelah adanya peristiwa ledakan di kawasan Monumen Nasional pada Selasa (3/12).
Ledakan tersebut sudah dikonfirmasi berasal dari granat asap milik polisi anggota pasukan pengendalian massa (dalmas). Dua personel TNI mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.
"Saya instruksikan kepada Polda Metro Jaya untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait ledakan granat asap tersebut. Publik butuh penjelasan lengkap, termasuk asal-muasal granat asap yang meledak di Monas pagi ini," ujar Herman di gedung DPR, Jakarta, Selasa (3/12).
Baca juga: Mengenal Granat Asap, Sumber Ledakan di Monas
Ia mengimbau pada masyarakat agar tidak khawatir terkait ledakan tersebut. Aktivitas harus dijalankan seperti biasanya.
Sementara itu, wakil ketua DPR Aziz Syamsuddin mengatakan evaluasi memang harus dilakukan. Tidak hanya terkait penggunaan senjata dan peledak, tetapi juga penjagaan keamanan di wilayah krusial sekitar istana merdeka.
"Tentu evaluasi itu tentu. Dalam areal yang cukup prime ya ini kan, krusial," tutur Aziz.(OL-5)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada jajaran TNI dan Polri dalam rapat pimpinan (rapim) yang digelar di Istana Kepresidenan, Senin (9/2).
SEJUMLAH kementerian dan lembaga negara membahas penguatan moderasi beragama.
Meski demikian, Yusri menegaskan proses penyidikan akan tetap berjalan sembari menunggu kedua korban pulih.
Melalui standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, Yusri membenarkan bahwa pihaknya menemukan benda yang mencurigakan tersebut.
Abu Hurairah mengatakan situasi masjid aman dan kondusif. Dia tidak tahu pasti bungkusan itu meledak sendiri atau diledakan oleh pihak kepolisian.
Dia mengatakan keterangan yang bisa diumumkan kepada publik masih sama dengan sebelumnya karena belum ada informasi baru dari pihak penyidik.
INDONESIAN Police Watch (IPW) menduga granat asap yang meledak di Monumen Nasional (Monas) adalah granat bekas pengamanan reuni Persaudaraan
Ia tak memungkiri, dugaan sementara penyebab ledakan yang melukai dua anggota TNI disebabkan granat asap.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved