Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMISI III DPR RI meminta Korps Bhayangkara untuk segera menuntaskan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Hingga saat ini insiden yang terjadi pada April 2017 itu belum menemui titik terang.
Urungnya penyelesaian kasus tersebut, kata Anggota Komisi III Arsul Sani, dikawatirkan dapat membebani dan menimbulkan prasangka terlalu jauh terhadap institusi kepolisian. Perkara tersebut pun sedianya tetap mendapatkan perhatian khusus.
“Kami berharap ada progres yang bisa di-update ke Komisi III terus menerus. Kalau sekarang belum ada progresnya, ya apa mau dikata. Tapi ini sekali lagi kami berharap ini jadi atensi khusus Pak Kapolri,” ujar Arsul dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III dengan Kapolri Jenderal Idham Azis di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/11).
Anggota Komisi III lainnya, Benny K Harman mempertanyakan kendala yang dihadapi kepolisian sehingga sulit mengungkap identitas pelaku penyiraman tersebut.
Baca juga : Dewi Tanjung Siap Dilaporkan Balik Novel Baswedan
Ia pun membandingkan kerja kepolisian ketika menangani kasus terorisme, seperti yang terjadi di Markas Polrestabes Medan, Sumatera Utara, akhir pekan lalu. Menurut dia, dalam kasus terorisme itu Polri bekerja cepat dan langsung meringkus para pelakunya.
"Mengapa kasus Novel Baswedan belum serta mengapa lama sekali? Takutnya ini menjadi utang politik, utang hukum Bapak Presiden Joko Widodo nantinya. Oleh sebab itu, mohon sungguh-sungguh Pak ungkapkan siapa pelakunya. Saya tahu pasti Pak Kapolri tahu siapa pelakunya. Tinggal ada kemauan tidak untuk, ya menangkapnya,” kata Benny.
Kapolri Jenderal Idham Azis, menegaskan pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus tersebut. Ia mengaku dalam beberapa pekan ke depan akan ada temuan dan perkembangan yang signifikan.
"Sehingga kita bisa secepatnya mengungkap. Kebetulan saya masih Kabareskrim, belum ada pengganti saya, masih di proses di Wanjakti (Dewan Jabatan dan Kepangatan Tinggi), sehingga saya yakinkan kita terus bekerja dan bekerja,” tandasnya. (OL-7)
Novel Baswedan menduga ada intervensi dalam kasus izin pengelolaan tambang nikel di Konawe Utara.
Novel masih meyakini TWK merupakan strategi untuk melengserkan sejumlah pegawai KPK. Sebab, data nilai tes itu tidak pernah diserahkan kepada eks pegawai maupun publik.
Di tengah praktik korupsi yang terus merajalela dan pelemahan KPK yang semakin nyata, pemerintah dan DPR seharusnya dapat memikirkan cara pemberantasan korupsi yang efektif dan tegas.
MANTAN Penyidik KPK Novel Baswedan menilai keterangan saksi Rossa Purbo Bekti soal Firli Bahuri membocorkan informasi OTT kasus suap PAW penting ditindaklanjuti.
Novel menilai gugatan yang dilayangkan oleh Agustiani Tio Fridelina kepada Rossa merupakan bentuk serangan balik secara personal.
Namun demikian, hanya disampaikan secara singkat karena mereka tengah berada di tengah-tengah acara yang sedang berjalan.
Pengamat Sebut Polri Perlu Fokus pada Penguatan Reformasi Internal
Menurut Sigit, di Aceh Tamiang sendiri ada 38 sekolah yang dilakukan pembersihan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anggota Polri tidak baper dan merespons cepat aduan masyarakat agar stigma no viral no justice tidak berulang.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf karena kinerja Polri dinilai masih jauh dari kesempurnaan dalam Rilis Akhir Tahun 2025.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Markas Besar Polri tidak memberikan izin penyelenggaraan pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026.
Menurutnya, pengabdian Banser tidak hanya berhenti pada aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan, solidaritas sosial, dan pelayanan publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved