Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya pengendalian jarak jauh terhadap pelaku bom bunuh diri di Mapolresta Medan. Sebab, bom meledak saat pelaku melintas di halaman parkir Mapolrestabes tersebut.
"Ya nanti akan didalami dari hasil olah TKP. Nanti bakal bisa kita buktikan bahwa pelaku itu yang meledaknya. Apakah dia melakukan peledakan langsung secara spontan ataupun ada pemicu lainnya? Masih di dalami ya," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/11)
Dedi menjelaskan jarak lokasi ledakan dengan arah pemeriksaan dan pengeledahan bagi masyarakat sekitar 50 meter. Oleh karena itu, bom dipastikan meledak saat pelaku telah berhasil memasuki Mapolrestabes dan menuju arah kantin.
"Kurang lebih 30 sampai 50 meter, dari penjagaan kemudian jalan mau menuju ke arah kantin. Kantin itu ada sentral pengurusan SKCK (surat keterangan catatan kepolisian) dan meledaknya di halaman parkir itu," sebutnya.
Sebelumnya, Dedi menyebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan intensif dan pengeledahan terhadap masyarakat yang mendatangi Mapolrestabes Medan untuk berbagai keperluan tersebut.
"Jadi hasil pemeriksaan anggota kepolisian di sana. Semua sudah dilakukan penggeledahan. Termasuk barang-barang yang dibawa sudah melakukan pengecekan semuanya," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/11).
Dia menjelaskan, pelaku bom bunuh diri diduga memanfaatkan faktor keramaian masyarakat yang mengurus pembuatan SKCK di Mapolrestabes tersebut.
"Yang kebetulan pada saat itu ada beberapa kegiatan kepolisian dan masyarakat yang yang akan menjalani SKCK. bersama-sama (pelaku) masuk. nah momen itu dimanfaatkan oleh pelaku untuk menyusup," sebutnya.
Dedi mengaku, pihaknya belum memastikan target TKP (tempat kejadian perkara) bom bunuh diri yang diincar pelaku. Pasalnya, bom langsung meledak saat pelaku berada di halaman parkir.
"Kemudian sebelum dia melakukan mungkin sasaran peledakan yang di tempat lain tapi sudah meledak di halaman parkir," lanjutnya.
Diketahui, pukul 08.45 Wib, Rabu (13/11) di Polrestabes Medan Jl HM Said Medan diperoleh informasi telah terjadi bom bunuh diri.
Pelaku yang dilakukan diduga dua orang mengunakan atribut ojek online dan meledak disekitar kantin Polrestabes Medan. (OL-09)
WAKIL Menteri HAM. Mugiyanto mendukung penggunaan bodycam bagi anggota Polri. Itu bagian dari pegawasan setelah maraknya kekerasan oleh aparat kepolisian.
Peneliti CSIS Nicky Fahrizal menyebut kultur kekerasan di Polri berakar dari kurikulum pendidikan yang masih militeristik. Perlu dekonstruksi total pada SPN dan sistem meritokrasi.
Indonesia Corruption Watch mengkritik Komisi Pemberantasan Korupsi yang melimpahkan laporan dugaan pemerasan 43 anggota Polri ke Kedeputian Korsup.
Ketentuan UU KPK yang dinilai membuka peluang anggota TNI dan Polri aktif menjabat pimpinan KPK digugat ke Mahkamah Konstitusi karena dianggap multitafsir.
Usman Hamid, menilai kasus kekerasan Brimob di Tual mencerminkan lemahnya akuntabilitas dan pengawasan di tubuh Polri.
Polri akui kelemahan dan janji evaluasi peran Brimob di pengamanan sipil usai desakan YLBHI. Hal ini menyusul kasus Bripda MS yang tewaskan siswa di Tual.
Unpad masih menunggu hasil visum setelah seorang mayat pria ditemukan tewas gantung diri di dahan pohon di kawasan kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Kamis (19/2)
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved