Senin 11 November 2019, 21:36 WIB

Antisipasi Kekacauan, Konsep Rekap Elektronik harus Matang

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Antisipasi Kekacauan, Konsep Rekap Elektronik harus Matang

MI/ Susanto
Direktur Perludem Titi Anggraini (kanan)

 

DIREKTUR Eksekutif Perkumpulan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menyarankan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) mematangkan konsep, regulasi dan teknis atas wacana rekap elektronik atau electronic recap dalam Pilkada 2020. Jika tidak, penyederhanaan mekanisme rekapitulasi bisa mengakibatkan kekacauan dalam pelaksanaannya dan konflik di lapangan.

"Rekapitulasi suara menggunakan perangkat elektronik merupakan sebuah perbaikan teknis untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam proses rekapitulasi suara penyelenggaraan pilkada. Hanya saja, diperlukan penguatan dari sisi pengaturan dalam kerangka hukumnya dan keterbukaan proses dalam menentuka pilihan jenis teknologi yang akan digunakan oleh KPU," paparnya kepada Media Indonesia, Senin (11/11).

Menurut dia, niat baik untuk mempermudah kerja petugas dan meningkatkan mutu transparansi demokrasi memerlukan payung hukum yang kuat dan keterbukaan. Dengan begitu bisa menimbulkan kepercayaan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan terhadap teknologi yang akan digunakan tersebut.

Langkah ini seyogyanya merupakan target jangka panjang sebab untuk pilkada, petugas lapangan tidak terlalu kelelahan. Beban kerja yang berat itu terdapat di Pileg dan Pilpres yang serentak.

"Juga, KPU harus memastikan betul kesiapan kerangka hukum, anggaran, sumberdaya, dan infrastruktur teknologinya. Karena kalau KPU tidak solid dan mapan dalam persiapan, teknologi yang prematur apabila dipaksakan sebagai instrumen formal, dia bisa mengaiibatkan kekacauan dalam pelaksanaannya dan juga konflik di lapangan," ujarnya. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA/Mohamad Hamzah

Densus 88 Tangkap Profesor Bom Kelompok Teroris

👤 Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Selasa 01 Desember 2020, 00:13 WIB
Bungker sejenis tersebut juga telah ditemukan di Poso pada 2007, Klaten 2014, dan terakhir Lampung pada...
ANTARA/Sigid Kurniawan

Hakim Nilai Aneh Jaksa tidak Rinci Periksa Pinangki

👤 Sri Utami 🕔Senin 30 November 2020, 23:55 WIB
Hakim juga menanyakan terkait nama Joko S Tjandra yang disebut oleh terdakwa Pinangki Sirna Malasari saat pemeriksaan internal di Kejasaan...
MI/Ramdani

Demokrat Minta Pemerintah Segera Temukan Pelaku Teror di Sigi

👤Yohanes Manasye 🕔Senin 30 November 2020, 23:12 WIB
"Kita minta pemerintah, aparat penegak hukum, untuk segera menemukan siapa pelaku pembunuhan sadis itu dan apa...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya