Senin 04 November 2019, 09:30 WIB

Akan Penuhi Etika Berkoalisi

Abdillah Marzuqi | Politik dan Hukum
Akan Penuhi Etika Berkoalisi

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Wasekjen Partai Gerindra Andre Rosiade

 

SAAT ini Partai Gerindra berada dalam pemerintahan, bagaimana menyikapi hal itu?

Kita ini kan jadi partai koalisi pemerintah. Tentu kita akan dukung kebijakan pemerintah. Untuk saat ini, kami bergabung di pemerintah, tentu kami menjadi partai pendukung pemerintah. Kami akan mendukung kebijakan-kebijakan pemerintah.

 

Apakah akan selalu mendukung meskipun ada kebijakan yang kurang tepat?

Seandainya ada kebijakan yang kurang tepat yang dianggap kurang prorakyat, tentu kami akan tetap mengkritisi hal itu. Namun, ada etikanya dan adab berkoalisi sehingga kritik ini tidak menganggu hubungan koalisi.

 

Bagaimana dengan kader Partai Gerindra yang menjadi anggota DPR RI, bukankah selama ini dikenal kritis terhadap pemerintah?

Intinya kita partai yang bergabung di pemerintah, tentu kita berkomitmen mendukung pemerintah. Di satu sisi, anggota DPR RI punya kewajiban konstitusi juga untuk mengawasi pemerintah. Namun, tentu ada adab dan etika berkoalisi. Jadi, tidak mungkin kita mengkritik seperti oposisi yang kami lakukan 10 tahun lalu. Mungkin bahasanya bukan kritik, tapi saran atau masukan.

 

Apakah nanti ada pembagian peran antara kader Gerindra yang berada di pemerintahan dan DPR?

Enggak ada. Jadi begini, kita akan tetap mendukung pemerintah, baik yang di pemerintah maupun di parlemen. Hanya, kalau ada kebijakan yang kurang tepat tentu kita boleh mengkritisi dan memberikan masukan. Namun, ada adab dan etikanya. Intinya kita akan konstruktif terus, dalam arti kata kalau kebijakan baik. Yang pasti Gerindra posisinya jelas, prorakyat.

 

Seperti apa Partai Gerindra memegang etika berkoalisi dalam menjalankan fungsi dan tugas DPR RI untuk mengawasi pemerintah?

Jadi, ada etika berkoalisi dan kami tidak ingin dianggap tidak memenuhi etika berkoalisi. Berkoalisi itu harus beretika dan Gerindra tentu memegang etika itu.

Jadi, kalaupun mengevaluasi ada adab-adabnya. Lihat saja saya coba mengkritisi, lewat Twitter, mengkritisi Menteri Agama dan BPJS. Itu kan begitu sopan saya mengkritisi.

 

Mengapa harus menjaga etika berkoalisi?

Etika berkoalisi itu harus dijaga. Jangan sampai kami dianggap main dua kaki. Kami harus benar-benar mendukung pilihan politik Pak Prabowo, bergabung dengan pemerintah. Itu komitmen kita. (Zuq/P-4)

Baca Juga

Ist

Peneliti LSI: Mesin Partai On Fire, Golkar Bakal Menang Pemilu di Jabar

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 14:46 WIB
Ormas yang didirikan Partai Golkar yang saat ini masif bergerak di Provinsi Jawa Barat berpotensi akan memenangkan Partai Golkar di Pemilu...
dok.ist

3 Komisioner LMKN Tantang Tergugat Buktikan Dalil Jawaban dalam Sidang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 12:00 WIB
KUASA hukum tiga anggota komisioner Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) 2019–2024, Fredrik J Pinangkury, menyampaikan pihaknya...
dok.bawaslu luwu timur

Bawaslu: Pemilu 2024 Lebih Dinamis Dibanding Pemilu sebelumnya

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 27 November 2022, 10:25 WIB
BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI menyebut bahwa penyelenggaraan Pemilu 2024 lebih dinamis dibanding pemilu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya