Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pihaknya memiliki kewenangan untuk meyakinkan dan memberikan pembinaan agar program-program di daerah sinkron dengan pemerintah pusat. Program tersebut pun tidak boleh hanya dibuat namun harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Demikian dikatakan Tito kepada wartawan seusai bertemu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (29/10).
"Di mana kami melihatnya? Gampang. Kita lihat di pemda tertentu apakah lebih banyak belanja pegawai, belanja barang atau belanja modal. Kalau banyak belanja pegawai dan barang berarti itu digunakan untuk kepentingan aparatnya. Yang diterima masyarakat, yang digunakan untuk masyarakat, kecil," ujar Tito.
Mantan Kapolri itu menilai sangat bagus jika pemda justru mengalokasikan belanja modal lebih besar ketimbang belanja belanja pegawai. Namun, terang dia, tetap perlu diperhatikan apakah belanja modal itu benar-benar menyentuh masyarakat atau sekadar pengadaan dan kemudian tidak dipakai.
"Nah, itu enggak ada gunanya. Kita yakinkan belanja modalnya sampai betul-betul ke masyarakat sesuai, baik membangun SDM, lapangan kerja, termasuk stunting, pendidikan, dan lain-lain."
Tito juga menegaskan bakal mengevaluasi serapan anggaran di tiap pemerintah daerah. Berdasarkan informasi dari jajaran Kementerian Dalam Negeri, terang dia, sejauh ini serapan anggaran di sejumlah daerah baru mencapai 60%. Padahal, target penyerapan anggaran tersebut tersisa 2 bulan lagi.
"Artinya apa? Penggunaan dana tak efektif kalau hanya 60%. Lalu yang ke publik untuk pembangunan berapa? Nah, ini akan kita lihat provinsi dan kabupatennya. Kita akan membuat iklim yang kompetitif, yang bagus kita beri penghargaan dan yang kurang bagus kita akan sebutkan," pungkasnya. (OL-4)
Lonjakan volume sampah selama masa libur akhir tahun bukan sekadar fenomena musiman, melainkan menjadi ujian nyata bagi sistem tata kelola sampah di daerah.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, mendorong setiap pimpinan perguruan tinggi untuk membantu pemerintah dalam menangani permasalahan di daerah.
Ia juga menjelaskan skor penilaian HAM dibagi dalam empat kategori yakni 41-60 rendah, 61-70 cukup, 71-80 tinggi, dan 81-100 sangat tinggi.
Wali Kota Jambi Maulana menyatakan kolaborasi antara pemerintah daerah dan koperasi menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.
Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci utama keberhasilan pembangunan fisik.
Hal tersebut disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah untuk Antisipasi Momentum Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Sebelum Wiyagus, ada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang merupakan Kapolri pada 2016-2019. Lalu, Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir yang juga polisi.
Tito minta daerah segera menandatangani atau menyalurkan NPHD untuk kebutuhan pilkada.
Mendagri minta Pj maju pilkada untuk mengundurkan diri
Tito Karnavian meminta semua komponen Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk menggenjot realisasi belanja tahun anggaran (TA) 2023.
Menurut dia, permasalahan di DKI Jakarta yang akan diselesaikan adalah soal macet, polusi, dan sampah.
Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa pembangunan di desa selalu menjadi prioritas Pemerintahan Presiden Jokowi. Hal itu juga sejalan dengan upaya mencegah tingginya angka urbanisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved