Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Bidang Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (Infokom MUI), Masduki Baidlowi, mengatakan, pihaknya mendukung agar Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren untuk segera disahkan.
"Iya MUI sangat mendukung terhadap RUU Pesantren itu untuk segera disahkan," kata Masduki dalam sambungan telepon, Minggu (22/9).
Ia menilai salah satu yang menjadi alasan MUI mendukung RUU Pesantren itu yakni agar pesantren segera mendapat perhatian lebih dari negara.
"Sebagaimana kita ketahui makin hari dalam perkembangan kemoderenan negara kita, ternyata pesantren tidak mendapatkan pemihakan semestinya terhadap negara. Jadi pesantren itu tergerus dengan sistem sekolahan, jadi sekarang itu yang menang sistem sekolahan. Bahkan di pesantren-pesantren banyak menganut sistem sekolahan. Maka itu jika pesantren tidak dilindungi, pesantren akan habis," jelasnya.
Ia juga menilai, pendidikan pesantren merupakan salah satu fondasi awal memperkuat Indonesia sebagai penganut Islam yang moderat.
Baca juga: Revisi UU Pemasyarakatan Persulit Jerat Aktor Utama Kasus Korupsi
"Indonesia ini kan merupakan Islam moderat terbesar di dunia, Nah itu sekarang ini mulai tergerus dengan sikap-sikap intoleran dari ajaran islam yang dangkal, serta dipengaruhi oleh ideologi politik tertentu yang akhirnya menjadikan kita sebagai saudara sebangsa itu mulai terganggu," tuturnya.
"Nah ini kalau dibiarkan terus tidak ada pertahanannya, maka ke depan Indonesia ini akan menjadi negara di mana antarsatu kelompok dengan kelompok lain akan bermusuhan. Kita kan tak ingin seperti itu, kembali lagi kalau berbicara hal itu kita kembalikan pada pendidikan, salah satu pendidikannya kan pesantren tentu saja, maka kita mendukung RUU tersebut," ucapnya.
Sementara ditanya komentarnya mengenai PP Muhammadiyah yang mengirimkan permohonan penundaan pengesahan RUU tersebut, Masduki menyebutkan hal itu merupakan hal yang biasa, dan tidak perlu dipermasalahkan.
"Saya kira berbeda pendapat tidak masalah, karena mungkin kita bisa pahami. Tapi perbedaan itu mudah-mudahan tidak menjadikan halangan untuk disahkannya RUU Pesantren ini," pungkasnya. (OL-1)
PT AXA Mandiri Financial Services menyalurkan lebih dari Rp250 juta surplus underwriting asuransi syariah tahun buku 2024 kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan dengan puluhan pimpinan organisasi Islam dan tokoh pondok pesantren dari berbagai daerah pada hari ini.
Saat bencana terjadi, beberapa ruang kelas hingga masjid digunakan sebagai posko logistik dan lokasi pemulasaraan jenazah korban longsor.
MANTAN Wakil Presiden (Wapres) RI Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma'ruf Amin menekankan peran penting pesantren sebagai 'pabrik kyai' yang menyiapkan dan mencetak santri menjadi kyai serta ulama.
Alumni Gontor 2006 menjalankan program Minhat Yatama, yaitu pengumpulan donasi rutin setiap bulan untuk membantu anak-anak yatim dari keluarga teman satu angkatan.
ASOSIASI Ma’had Aly Indonesia (AMALI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di bawah kepengurusan masa khidmat 2026–2030 di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an
MUI menilai perbedaan awal Ramadan 1447 H wajar secara teologis. Negara berwenang menetapkan melalui Sidang Isbat agar umat Islam seragam.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menyebut awal Ramadan 1447 Hijriah kemungkinan besar akan mengalami perbedaan di kalangan umat Islam Indonesia.
Ketika masyarakat diberdayakan dengan pengetahuan, teknologi, dan dukungan kebijakan yang tepat, mereka dapat menjadi penggerak utama transformasi lingkungan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan gedung baru Majelis Ulama Indonesia akan dibangun di lahan bekas Kedutaan Besar Inggris yang berada di kawasan Bundaran HI.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyinggung adanya kelompok garong yang sering menyerang balik pemerintah setiap upaya pemberantasan korupsi dilakukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved