Selasa 27 Agustus 2019, 18:31 WIB

Pengacara Kasus Korupsi Mengaku Netral jadi Panelis Capim KPK

M. Ilham Ramadhan Avisena | Politik dan Hukum
 Pengacara Kasus Korupsi Mengaku Netral jadi Panelis Capim KPK

Antara/ Hafidz Mubarak A
Luhut Pangaribuan (tengah)

 

SOSOK Luhut Pangaribuan sebagai salah satu panelis dalam uji publik calon komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendpatkan sorotan.

Pasalnya, sebagai pengacara, Luhut kerap memiliki klien yang berurusan dengan kasus korupsi. Salah satu kliennya ialah tersangka suap kasus pengadaan pesawat Airbus SAS dan mesin pesawat Rolls-Royce PLC di PT Garuda PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar. Kasus ini tengah ditangani KPK.

Saat ditemui seusai uji publik, Luhut mengatakan tidak mengetahui alasan Pansel KPK menunjuknya sebagai panelis. Ia menyatakan bahwa kehadirannya sebagai ahli pidana dari Universitas Indonesia.

"Saya di sini tidak mempunyai kewenangan memutuskan, karena itu kewenangannya pansel, dengan kata lain tidak ada benturan kepentingan apapun, karena saya tidak punya kewenangan untuk memutuskan. Tapi saya bisa memberikan pendapat. Pendapat itu bisa mengikat bisa tidak mengikat," kata Luhuti di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (27/8).

Baca juga: Laode M Syarief Sebut Gedung KPK akan Pindah ke Kaltim

Ia juga menegaskan bahwa proses seleksi pada tahap wawancara dan uji publik ini bersifat terbuka. Masyarakat bisa melihat bagaimana prosesnya, sehingga menurutnya tidak perlu ada kekhawatiran masyarakat akan adanya agenda tertentu.

Selain itu, Luhut memastikan akan bersikap objektif dalam melontarkan pertanyaan kepada para capim. "Saya menilai dari jawaban jawaban yang ada. Saya sendiri tidak ada beban apapun kecuali ikut memikirkan yang terbaik dalam penegakkan hukum khususnya korupsi di Indonesia ini," tukasnya.

"Jadi mudah-mudahan pertanyaan kita itu menimbulkan kejelasan pada calon tertentu dan akhirnya pansel yang memutuskan, kita tidak ikut memutuskan," lanjut Luhut.

Menyoal dengan dirinya yang tengah menjadi kuasa hukum Emrisyah Satar, tersangka suap dalam kasus Garuda yang tengah ditangani oleh KPK, Luhut mengatakan, kapasitas dirinya menjadi panelis ialah sebagai orang yang dianggap ahli dalam ranah hukum.

"Saya sebagai advokat, praktisi tapi juga pengajar, dan saya bukan mengajat di UI kemarin sore. Saya sudah mengajar bahkan sya mengajar matrikulasi sampai empat atau lima angkatan di KPK. Jadi gak ada yang tersembunyi ya," pungkas dia. (OL-8)

Baca Juga

ANTARA/M Risyal Hidayat

Jadi Tim Kuasa Hukum Sambo dan Putri, Mantan Pegawai KPK: Akan Objektif

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Rabu 28 September 2022, 20:09 WIB
Alasannya, Ferdy Sambo telah menyatakan kesediaan mengungkap fakta dalam kasus kematian Brigadir...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Johanis Tanak Terpilih jadi Pengganti Lili Pintauli

👤Sri Utami 🕔Rabu 28 September 2022, 19:24 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir mengatakan Johanis mendapatkan suara terbanyak yakni 38 suara sedangkan I Nyoman Wara hanya...
MI/Susanto

KPU: Baru 13 Parpol yang Telah Perbaiki Verifikasi Administrasi

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 28 September 2022, 18:55 WIB
Komisioner KPU RI Idham Holik menerangkan 13 parpol tersebut, yakni PPP, PKB, PDIP, NasDem, Demokrat, PAN, Gerindra, PSI, Golkar, Perindo,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya