Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
LEMBAGA Vox Point Indonesia (VPI) menyayangkan situasi nasional saat ini yang mengarah pada kebencian berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, membuat situasi kebangsaan terganggu. Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing dan tetap berupaya untuk meredam suasana sehingga tidak menimbulkan gejolak yang lebih besar.
"Situasi nasional saat ini sangat kita sayangkan. Persaudaraan sesama anak bangsa sedang diuji lagi di Papua tentu saja menganggu kehidupan bersama kita sebagai bangsa. Dalam situasi seperti ini tentu saja masyarakat kita harapkan agar tidak terpancing dengan provokasi yang ada karena tindakan provokasi dan provokator tentu tidak menghendaki kebaikan ada di bumi Indonesia. Ini kita harus waspadai bersama," kata Ketua Umum Vox Point Indonesia, Yohanes Handoyo Budhisejati, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/8).
Ia meyakini kejadian di Papua merupakan ulah provokator yang tidak ingin Indonesia damai dan rukun. Vox Point Indonesia menduga ada pihak yang secara sengaja memancing kekeruhan dengan memanfaatkan sentimen suku.
"Kami meyakini di belakang semua ini ada tangan-tangan kotor yang sengaja membuat situasi nasional kacau. Maka hal yang paling penting saat ini adalah semua pihak harus menahan diri, tidak mudah terpancing untuk lakukan aksi balas dendam. Kerukunan dan persaudaraan itu yang jauh lebih penting," kata Handoyo.
Baca juga: KPK Telusuri 30 Rekening terkait TPPU Emirsyah Satar
Ia menjelaskan, Indonesia sebagai bangsa beragam harus memastikan kembali kerukunan antarsuku bangsa bisa terjaga dengan saling menghargai dan menghormati. Bangsa Indonesia kata dia sudah teruji dengan cukup baik mampu mengelola konflik sosial dengan baik dan hati terbuka.
"Karena ini bangsa majemuk maka komitmennya adalah saling menghargai dan menghormati baik agama maupun suku serta budaya. Kejadian hari-hari ini adalah ujian sesungguhnya komitmen kita sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD 1945. Dan kami yakin bahwa elemen bangsa ini mampu menyelesaikan dengan baik semua persoalan yang ada," tukas Handoyo.
Vox Point Indonesia juga mendorong agar aparat keamanan bisa mengambil tindakan yang terukur menyelesaikan persoalan yang ada.
"Termasuk elite agama dan tokoh masyarakat agar tidak membuat suasana makin keruh tetapi menyampaikan pernyataan yang menyejukkan. Sekali lagi sedang ada upaya untuk membuat Indonesia kacau. Maka tugas kita bersama adalah memastikan Indonesia tidak boleh takluk pada ulah para provokator," pungkasnya. (OL-1)
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Bagi warga negara ganda AS-Iran, kedutaan menegaskan bahwa mereka harus menggunakan paspor Iran untuk keluar dari negara tersebut.
Dalam disertasinya yang berjudul Konfigurasi Resiprokal Determinan, Pencegahan, dan Penanganan Kerusuhan pada Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara di Indonesia.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara terkait kerusuhan yang terjadi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, pada Kamis (11/12) malam.
ENAM orang saksi diperiksa soal kerusuhan dan pengeroyokan di Kalibata yang membuat dua orang penagih utang atau mata elang tewas, Kamis (11/12) malam.
Reno Syahputra diduga meninggal karena menjadi korban kebakaran saat kerusuhan di Kwitang dan akan dimakamkan di Surabaya.
KAPOLRI Jenderal Tito Karnavian membeberkan korban tewas dalam insiden kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, sebanyak 26 orang.
Wilayah Manokwari dan Sorong, ujar Krey, saat ini masih terus dipantau. Beberapa hari ini hoaks dan ujaran provokasi serta penghasutan masih cukup tinggi di dunia maya.
Polda Jatim telah menetapkan Veronica Koman sebagai tersangka.
Wiranto memastikan kondisi Papua dan Papua Barat sudah berangsur kondusif. Kerusakan sudah mulai diperbaiki.
Pada jumpa pers di Manokwari, Minggu (1/9) malam, Gubernur Papua Barat ini mengaku sudah mengetahui aktor-aktor yang terlibat dalam rapat rencana aksi tersebut.
APA yang terjadi di Papua saat ini bukan sekadar peristiwa kerusuhan biasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved