Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
ASISTEN pribadi Menteri Pemuda dan Olahraga, Miftahul Ulum, tidak mengelak atas pertanyaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) soal pemberian uang oleh Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia Ending Fuad Hamidy.
Ulum mengaku beberapa kali meminta uang kepada Hamidy untuk kepentingan pribadinya sebanyak tiga kali. Pertama Ulum mengaku meminta uang Rp2 juta kepada Hamidy di sebuah kedai kopi di wilayah Senayan.
"Pernah, hanya uang kopi pribadi saja. Dua kali, sudah lama sekali, tahun 2017. Bersama yang lain, bukan adik kandung, adik-adik-an saya. Anaknya pak Menteri," kata Ulum.
Selain itu, Ulum juga mengakui adanya pemberian uang dari Hamidy. Ulum meminta uang Rp15 juta kepada Hamidy dengan alasan untuk pergi berlibur ke Yogyakarta. Selain itu, Ulum juga meminta kepada Hamidy sebesar Rp30 juta untuk kepentingan FC Kemenpora.
Baca juga : Menpora Sebut Tak Tahu Soal Besaran Dana Hibah ke KONI
JPU menanyakan kepada Ulum kenapa tidak melaporkan persoalan itu padahal Ulum mengetahui kalau Hamidy merupakan pihak KONI. "Tidak saya laporkan ke Menteri. Saya anggap itu adalah pribadi saya," tutur Ulum.
Pada persidangan sebelumnya, asisten pribadi Menpora Imam Nahrawi, Miftahul Ulum, disebut menerima Rp11,5 miliar dari Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy. Jaksa KPK menyebut uang yang diterima Ulum itu untuk keperluan Menpora.
Itu disampaikan jaksa saat membacakan surat tuntutan untuk Hamidy. Tuntutan itu juga disampaikan kepada Bendahara KONI, Johnny E Awuy, yang pula duduk sebagai terdakwa dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (9/5).
Keduanya diyakini jaksa memberikan suap kepada Deputi IV Kemenpora Mulyana serta dua staf Kemenpora atas nama Adhi Purnomo dan Eko Triyanta.
Jaksa berpandangan dalam persidangan telah terungkap adanya peran Ulum agar dana hibah untuk KONI dapat dicairkan dengan syarat ada imbalan uang yang telah disepakati antara Ulum dengan Hamidy, yaitu 15% sampai 19% dari anggaran hibah KONI yang dicairkan. (OL-7)
Ketua Umum PB PII, Abdul Kohar Ruslan, menegaskan bahwa tantangan organisasi pelajar saat ini semakin dinamis, terutama dengan dominasi Generasi Z yang sangat lekat dengan dunia digital.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka seleksi terbuka untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
Peter secara terbuka menyoroti masalah mendasar yang menjadi pekerjaan rumah yaitu munculnya polarisasi di tenis meja setelah adanya Indonesia Pingpong League (IPL).
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memaparkan 28 agenda besar Kemenpora untuk tahun 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (27/1).
KONTINGEN Indonesia sukses menutup perjuangan di ajang ASEAN Para Games (APG) Ke-13 Tahun 2025 di Thailand.
Pansel terdiri dari lima orang yang diketuai Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) RI Gunawan Suswantoro.
KONI Pusat memberikan apresiasi terhadap Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) yang diketuai Peter Layardi Lay.
Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan KONI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di sektor olahraga.
Peter secara terbuka menyoroti masalah mendasar yang menjadi pekerjaan rumah yaitu munculnya polarisasi di tenis meja setelah adanya Indonesia Pingpong League (IPL).
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Martina Ayu Pratiwi dan Muhammad Zidane sama sama mengoleksi dua emas pada hari pertama.
Saat ini, pengurus sepak takraw sudah ditetapkan, yaitu Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI) periode 2025-2029 yang dipimpin Ketua Umum Surianto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved