Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITE Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) akhirnya berhasil menuntaskan persoalan dualisme kepengurusan cabang olahraga sepak takraw yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir. Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi upaya pemulihan prestasi olahraga nasional.
Sekretaris Jenderal KONI, Lukman Djajadikusuma, Selasa (9/12), menjelaskan bahwa kepengurusan baru sepak takraw telah ditetapkan dan dikukuhkan.
“Saat ini, pengurus sepak takraw sudah ditetapkan, yaitu Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PB PSTI) periode 2025-2029 yang dipimpin Ketua Umum Surianto,” jelas Lukman.
Menurut Lukman, kepengurusan PB PSTI yang baru ini telah diakui secara resmi, tidak hanya oleh KONI, tetapi juga oleh KOI dan Federasi Sepak Takraw Internasional (ISTAF).
Sebagai tindak lanjut pengukuhan tersebut, KONI juga telah mengirimkan surat keputusan personalia PB PSTI periode 2025-2029 kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).
Lukman menegaskan, sejak awal, KONI menempatkan penyelesaian persoalan dualisme ini sebagai prioritas utama. Langkah tersebut diambil menyusul arahan dari Menpora.
“Kami terus berupaya menyelesaikan sengketa di cabor lainnya di waktu yang tersisa sampai akhir Desember ini,” kata Lukman.
Ia menambahkan bahwa KONI pada prinsipnya tidak ingin perpecahan terus berlarut karena pada akhirnya akan merugikan dan mengorbankan atlet.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal KOI, Wijaya Noeradi, turut membenarkan keberhasilan penyelesaian dualisme tersebut. Ia mengaku telah melaporkan kepada Menpora mengenai tugas yang telah dilakukan untuk menyelesaikan sengketa kepengurusan sepak takraw, termasuk mengirimkan surat pengakuan KOI terhadap kepengurusan PB PSTI periode 2025-2029.
“Kami juga melaporkan dukungan kepengurusan ini kepada ISTAF,” ujar Wijaya.
Wijaya mengungkapkan bahwa KOI dan KONI mendapat arahan langsung dari Menpora untuk duduk bersama dengan cabang-cabang olahraga guna menuntaskan sengketa kepengurusan.
KOI, lanjutnya, sangat memahami bahwa perpecahan membawa dampak buruk bagi atlet dan menjadi penghalang utama bagi kemajuan prestasi olahraga Indonesia.
Oleh karena itu, masalah ini harus segera diselesaikan. Wijaya berharap, dengan lahirnya kepengurusan baru, sepak takraw Indonesia dapat membuka lembaran baru yang lebih baik demi torehan prestasi.
Meskipun telah berhasil menyelesaikan sengketa sepak takraw, Wijaya mengakui bahwa pekerjaan KOI bersama KONI belum sepenuhnya usai. Masih ada tiga cabang olahraga lain yang saat ini dilanda dualisme kepengurusan.
“Tentu tidak berhenti di sini, kami punya tugas di tiga cabang lainnya, yaitu tenis meja, anggar, dan tinju,” ungkap Wijaya. “Sehingga saat ini kami terus menjalankan proses musyawarah untuk menyelesaikan masalah.”
Upaya bersama antara KONI dan KOI ini menjadi indikator positif bagi tata kelola olahraga nasional, menunjukkan komitmen kuat untuk mengutamakan kepentingan atlet dan prestasi Indonesia di kancah internasional. (Ant/Z-1)
Dua medali perunggu ini menjadi capaian awal yang penting bagi kontingen sepak takraw Merah Putih di tengah persaingan ketat kawasan Asia Tenggara.
Rudianto Manurung kembali disepakati bulat untuk memimpin Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) Riau. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi PSTI Riau
Rudianto Manurung bertekad ingin membawa sepak takraw Indonesia menjuarai Kejuaraan Dunia ISTAF yang digelar empat tahun sekali, serta King’s Cup.
PELATIH sepak takraw Provinsi Gorontalo, Harsono A Taha, meninggal dunia di Aceh setelah berhasil mengantar timnya meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional atau PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Dua medali perunggu disumbangkan dari cabang olahraga dragon boat alias perahu naga nomor 200 meter putra dan putri.
KONI Pusat memberikan apresiasi terhadap Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) yang diketuai Peter Layardi Lay.
Sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan KONI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di sektor olahraga.
Peter secara terbuka menyoroti masalah mendasar yang menjadi pekerjaan rumah yaitu munculnya polarisasi di tenis meja setelah adanya Indonesia Pingpong League (IPL).
Tata kelola organisasi yang profesional dan pemenuhan standar global menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar jika ingin melangkah lebih jauh di level internasional.
Martina Ayu Pratiwi dan Muhammad Zidane sama sama mengoleksi dua emas pada hari pertama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved