Selasa 18 Juni 2019, 09:00 WIB

Wiranto Tolak Lindungi Kivlan Zen

Golda Eksa | Politik dan Hukum
Wiranto Tolak Lindungi Kivlan Zen

MI/Susanto
Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan makar Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen.

 

MENTERI Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengaku telah membaca surat permohonan perlin­dungan hukum dari tersangka mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis TNI-AD Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

“Secara pribadi saya memaafkan, tetapi sebagai Menko Polhukam, sebagai bagian dari aparatur pemerintah, tidak mungkin saya mengintervensi hukum,” ujarnya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, kemarin.

Kivlan diduga terlibat pemufakatan jahat, skenario pembunuhan empat tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei. Rencana pembunuhan dengan senjata api itu juga melibatkan tersangka politikus PPP Habil Marati.

Wiranto menegaskan, hukum mempunyai wilayah, aturan, dan UU sendiri. Artinya, hukum harus tetap berjalan dan tidak bisa diintervensi siapa pun. Negeri ini juga  mengatur ketentuan semua orang punya kedudukan setara di mata hukum.

Dalam pemeriksaan di Polda Metro Jaya, kemarin, Kivlan Zen mengaku menerima uang dari Habil Marati. Ia mendapat Sin$4.000 atau setara Rp42,4 juta.

“Mengakui, tapi tidak sesuai dengan tuduhan. Uang itu hanya untuk demo. Tidak ada kaitan sama sekali dengan masalah pembelian senjata, membunuh, tidak ada sama sekali,” kata kuasa hukum Kivlan, Muhammad Yuntri, di Polda Metro Jaya, seperti dikutip Medcom.id.

Dalam pemeriksaan, Kivlan membawa bukti rekening penerimaan uang. “Dicek tadi rekening. Dikasihkan rekeningnya, bahwa terima ke rekening ia terima dan sampaikan ada. Yang satu Rp50 juta. Yang satu lagi Sin$4.000 untuk kegiatan antikomunis atau supersemar yang di Monas,” tutur Yuntri.

Pihak Kivlan Zen pun telah melaporkan salah satu tersangka kepemilikan senjata api ilegal, Iwan Kurniawan alias Helmi Kurniawan (HK), ke Bareskrim Polri. Kivlan disebut HK memberi perintah kepadanya untuk membunuh empat tokoh nasional.

Kivlan memberikan Rp150 juta dalam bentuk dolar Singapura untuk keperluan membeli senjata dan merekrut eksekutor lainnya. (Gol/P-2)

Baca Juga

MI/Seno

TNI/Polri Aktif duduki Jabatan Sipil Jadi Ancaman Bagi Demokrasi

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:52 WIB
Lucius mengungkapkan penunjukan itu tidak sesuai dengan semangat dan amanat reformasi. Selain itu, juga melanggar...
MI/Susanto

KPU Sarankan Parpol Lakukan Pendaftaran Lebih Awal

👤Putra Ananda 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 16:06 WIB
Proses tahapan pendaftaran parpol peserta Pemilu 2024 direncanakan akan berlansung mulai 1 hingga 7 Agustus...
ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Kejagung Masih Pelajari Putusan Banding Terdakwa ASABRI

👤Tri subarkah 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 15:35 WIB
Putusan tersebut masih dipelajari oleh Direktur Penuntutan JAM-Pidsus. Sejauh ini, Korps Adhyaksa belum memutuskan untuk mengajukan upaya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya