Jumat 20 Agustus 2021, 14:55 WIB

Kivlan Zen Dituntut 7 Bulan Penjara Karena Banyak Jasa

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Kivlan Zen Dituntut 7 Bulan Penjara Karena Banyak Jasa

MI/ BARY FATHAHILAH
Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen

 

JAKSA Penuntut Umum (JPU) menuntut ringan terdakwa kepemilikan senjata dan peluru tajam ilegal Mayor Jenderal TNI (Purn) Kivlan Zen yakni tujuh bulan bui. Alasannya Kivlan tercatat berjasa terhadap negara yang dibuktikan dengan 11 bintang penghargaan.

"Dalam hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa bersikap sopan di depan persidangan, terdakwa sudah berumur 74 tahun dan memiliki sejumlah penghargaan," terang Jaksa Andri Saputra saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (20/8).

Menurut dia, Kivlan berjasa pada era 1995-1996 dalam misi menjaga perdamaian dan mendamaikan pemberontakan Moro Misuari dengan Presiden Filipina FIdel Ramos.

Kivlan berjasa bagi negara Indonesia dalam tugas rahasia membebaskan sandera di Pulau Sulu Filipina. Jasa terdakwa terpatri juga dalam 11 bintang jasa yakni Bintang Jasa Satya Lencana Kesetiaan VIII Tahun.

Kemudian, lanjut Andri, Bintang Jasa Satya Lencana Kesetiaan XVI Tahun, Bintang Jasa Satya Lencana Kesetiaan XXIV tahun, Bintang Jasa Kartika Eka Paksi Pratama. Selanjutnya Bintang Jasa Lencana Gom IX Raksaka Dharma, Bintang Jasa Satya Lencana Dwija Sistha, Bintang Jasa Satya Lencana Santi Dharma dan Bintang Jasa Yudha Dharma Pratama.

Baca juga: Kivlan Zen Sebut Kasusnya Direkayasa

Selanjutnya Bintang Jasa dari Philipina Presidentialbath, Bintang Jasa dari Outstanding achivement Medal dan Bintang Jasa dari Oki Medal. Mengenai alasan yang memberatkan, kata Andri, Kivlan telah membuat keresahan di masyarakat.

"Perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, terdakwa berbelit-beli dan tidak mengakui perbuatannya," ucapnya.

Menurut Andri, Kivlan Zen bersalah melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 12/drt/1951 jo pasal 56 ayat (1) KUHP dan menuntut Kivlan dipidana 7 bulan penjara. Kivlan diyakini membeli empat pucuk senjata dan sejumlah peluru secara ilegal pada Mei 2018-Juni 2019.

Jenis senjata yang dimaksud meliputi Colt diameter 8,78 mm, pistol diameter 5,33 mm, senjata diameter 5,33 mm dan laras panjang diameter 5,10 mm. Kemudian pelurunya meliputi

99 butir lead antimony round nose kaliber 38 mm, empat butir peluru full metal jacket kaliber 9x19 mm, lima butir peluru tajam full metal jacket kaliber 7,65 mm, satu butir peluru full metal jacket kaliber 7,65 mm, satu butir peluru full metal jacket kaliber 380 auto, dua butir peluru lead antimony kaliber 22, lima butir pwluru lead antimony kaliber 22, dan empat swab gunshot residu (GSR).

Perbuatan Kivlan Zen menurut jaksa dilakukan bersama-sama dengan Helmi Kurniawan (Iwan), Tajudin (Udin), Azwarmi, Irfansyah (Irfan), Adnil, Habil Marati, dan Asmaizulfi alias Vivi.

Atas dasar itu, kata Andri, pihaknya Kivlan dengan pidana penjara selama enam bulan. Itu dikurangi masa tahanan terdakwa.

"Supaya Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kelas I A yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa Kivlan Zen 7 bulan penjara," pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

DOK propampresisi.polri.go.id.

Apa itu Divisi Propam Polri? Ini Sejarah, Tugas, dan Kewajibannya

👤Meilani Teniwut 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 18:23 WIB
Lantas, apa yang dimaksud dengan Propam? Apa saja tugas dan sejarahnya? Nah, untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan itu, simak...
MI/Moh. Irfan

Belum Lama Muncul, PKR Targetkan Masuk 5 Besar Parpol

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 17:05 WIB
Partai Kedaulatan Rakyat (PKR) menjadi partai politik ke-23 yang telah menyerahkan dokumen pendaftaran peserta Pemilu 2024 ke KPU...
MI/Pius Erlangga

KPU Akui Bakal Ada Penumpukan Pendaftaran Parpol

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 16:54 WIB
Pasalnya, masih ada sepuluh parpol yang belum menyampaikan surat pemberitahuan kapan akan mendaftarkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya