Rabu 02 Desember 2020, 08:52 WIB

Eggy Sudjana Diperiksa Sebagai Tersangka Makar Kamis Mendatang

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Eggy Sudjana Diperiksa Sebagai Tersangka Makar Kamis Mendatang

ANTARA FOTO/Jaya Kusuma
Politikus {AN Eggy Sudjana

 

PENYIDIK Keamanan Negara (Kamneg) Direktorat Reserse Kriminal Umum Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan memeriksa politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana pada Kamis (3/12) sebagai tersangka kasus dugaan makar. 

Surat pemanggilan terhadap Eggi beredar di media sosial WhatsApp. Surat bernomor S.Pgl/1802/XII/2020/Ditreskrimum itu diteken Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat.
 
Namun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus belum mengetahui kebenaran surat tersebut. Dia akan mengeceknya ke Ditreskrimum.

"Saya cek ya," ujar Yusri saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (1/12).
 
Medcom.id mencoba mengklarifikasi surat panggilan tersebut kepada Eggi Sudjana. Eggi membenarkan surat tersebut.
 
"Iya benar, saya menerima surat panggilan itu pukul 01.30 WIB, Selasa, 1 Desember 2020," kata Eggi.
 
Eggi belum dapat memastikan apakah akan hadir atau tidak. Pasalnya, dia bersikukuh merasa dizalimi. Dia berdalih sebagai advokat tidak bisa dikenakan pidana.
 
"Kemudian, ini kasus sudah lama dibuka kembali. Posisi saya dalam kasus yang dituduhkan itu pada 17 April 2019," ujar Eggi.
 
Eggi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar pada 7 Mei 2019. Penyidik telah melakukan gelar perkara atas kasus tersebut dan menemukan alat bukti untuk menjerat Eggi. Polisi kemudian menahan Eggi di Direktorat Tahanan dan Barang Bukti (Dit Tahti) Polda Metro Jaya sejak 14 Mei 2019. Eggi diduga melakukan tindak kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat.
 
Eggi mengatakan akan mengerahkan massa atau people power jika pemilihan presiden (Pilpres) 2019 curang. Dia menyampaikan itu di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan. Eggi disangka melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

baca juga:  Mahfud MD: Mereka Telah Mengganggu Ibu Saya

 Kemudian, penyidik mengabulkan permohonan penangguhan penahanan Eggi pada 24 Juni 2020. Eggi telah menjadi tahanan kota sejak saat itu. Polisi telah melimpahkan berkas perkara tahap I ke Kejaksaan. Namun, kasus Eggi tidak ada perkembangan, baik dari kepolisian, maupun Kejaksaan. Terakhir, Eggi meminta kasusnya dihentikan. (Medcom.id/OL-3)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Jadi Calon Kapolri Termuda, Listyo Harus Perkuat Soliditas Polri

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 23:00 WIB
Komjen Listyo merupakan lulusan Akpol Angkatan 1991. Dari lima nama Jenderal yang diajukan Kompolnas ke Presiden Joko Widodo, dia merupakan...
dok.mi

Pihak GRP Optimistis Permohonan PKPU Ditolak

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 22:55 WIB
KUASA hukum PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) optimistis, hakim akan menolak permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang  (PKPU) PT...
MI/M. Irfan

KPK Telusuri Fee Kasus Proyek Citra Satelit BIGĀ 

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 20:00 WIB
Penelusuran itu dilakukan melalui pemeriksaan saksi Direktur PT Bhumi Prasaja Rasjid A Aladdin yang merupakan rekanan proyek...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya