Kamis 14 Maret 2019, 06:10 WIB

Sel Baru JAD Dilumpuhkan

Puji Santoso | Politik dan Hukum
Sel Baru JAD Dilumpuhkan

Rommy Pasaribu/AFP

 

PIHAK kepolisian bergerak cepat membongkar sel baru teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan Islamic State (IS) di Sibolga, Sumatra Utara.

Polisi sampai saat ini telah menangkap tiga terduga teroris di kota itu. Selain Husain alias Abu Hamzah, polisi juga telah menangkap AK alias Ameng dan seorang perempuan berinisial H.

"Setelah pelaku (Husain alias Abu Hamzah) ditangkap, dia mengatakan ada dua lagi temannya di daerah Sibolga. Keduanya juga sudah ditangkap. Jadi (total) tiga yang tertangkap," ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Medan, kemarin.

Kapolri mengatakan penangkapan terduga teroris itu berdasarkan pengembangan dari kasus penangkapan terduga teroris RIN alias Putra Syuhada (PS) di Lampung pada Sabtu (9/3).

"Hingga kini tim Densus 88 Mabes Polri masih terus mengejar sejumlah tersangka lain," ujar Tito.

Husain ditangkap petugas pada Selasa (12/3) dan ketika hendak dilakukan pengembangan kasus, terjadi ledakan di rumah terduga teroris itu. Ledakan yang diduga berasal dari bom tersebut mengakibatkan seorang petugas dan kerabat Husain luka-luka dan langsung dilarikan ke RS Metta Medika Sibolga. Rumah di Gang Sekuntum, Kelurahan Pancuran Bambu, itu ditinggali istri dan anak pelaku.

Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror dan polres setempat kemudian melakukan negosiasi agar istri dan anak pelaku mau menyerahkan diri. Upaya negosiasi dibantu tokoh masyarakat setempat.

Namun, sekitar 10 jam kemudian istri Husain memilih melakukan bom bunuh diri. Terdengar dua kali ledakan yang mengakibatkan potongan jenazah istri terduga teroris itu terlempar hingga 70 meter.

Kapolda Sumatra Utara Agus Andrianto mengatakan, dari pengembangan kasus, aparat berhasil mengamankan 300 kilogram bahan peledak yang ditemukan di Jalan Sisingamangaraja, Kota Sibolga.

Menurut informasi, barang bukti itu ditemukan di sekitar kediaman terduga teroris AK aliang Ameng. Bahan peledak tersebut disimpan di dekat saluran pembuangan dan ditimpa semen di atasnya.

Temuan tersebut merupakan barang bukti bahan peledak kedua yang dapat diamankan petugas. Sebelumnya, aparat telah mengamankan 30 kilogram bahan peledak di sebuah rumah di Jalan Kutilang, Kelurahan Aek Habil, Sibolga. Rumah itu didiami mertua terduga teroris Husain alias Abu Hamzah.

Selain barang bukti tersebut, pihak kepolisian juga menemukan bom yang telah dirakit dan dikenal dengan istilah bom lontong. "Bom tersebut sewaktu-waktu bisa diledakkan oleh orang yang memegang alat pemicu ledakan," kata Agus.

Tindak tegas
Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja Polri yang berhasil menangkap terduga teroris di Sibolga. Jokowi meminta Polri untuk menindak tegas pelaku jaringan teroris yang masih tersisa.

"Harus ada sebuah tindakan yang tegas terus-menerus tanpa henti dan kita harapkan segera semuanya bisa terungkap," kata Jokowi di Jakarta, kemarin.

Kepala Negara meminta Polri untuk menangkap jaringan teroris yang masih ada.

Menurut dia, apabila tidak segera ditangkap, kelompok tersebut akan membahayakan keamanan masyarakat.

"Ke depan ini lebih dikembangkan lagi sehingga sel-sel yang masih tersisa yang belum ketemu bisa ditemukan," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Jokowi juga memastikan bom tersebut tidak terkait dengan Pemilihan Presiden 2019. "Ini (bom di Sibolga) dimulai dari pengungkapan teroris yang ada di Lampung, enggak ada kaitannya dengan pilpres."
Namun, pengamat terorisme dari Universitas Indonesia, Ridwan Habib, mengingatkan Polri harus sangat waspada jelang pilpres yang tinggal 34 hari lagi. "Tak menutup kemungkinan di daerah lain juga ada jaringan baru JAD." (Mal/Gol/JH/YP/X-10)

Baca Juga

Dok.MI

Densus 88 Tangkap Dua PNS yang Diduga Teroris di Aceh

👤Antara 🕔Jumat 22 Januari 2021, 21:39 WIB
Winardy mengatakan bahwa terduga berinisial SB alias AF merupakan pegawai negeri...
MI/Susanto

Kasus Asabri, Kejagung Fokus Pengamanan Aset

👤Tri Subarkah 🕔Jumat 22 Januari 2021, 20:59 WIB
Kejagung bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih menghitung kerugian negara yang ditimbulkan dari kasus...
Ilustrasi

Perpres RAN-PE Dinilai Berpotensi Timbulkan Persekusi

👤Emir Chairullah 🕔Jumat 22 Januari 2021, 20:55 WIB
Tidak jelasnya definisi maupun kriteria ekstremisme yang ada dalam aturan tersebut berpotensi menimbulkan aksi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya