Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

TKN Pertanyakan Program Prabowo-Sandi yang belum Jelas

Micom
11/3/2019 22:00
TKN Pertanyakan Program Prabowo-Sandi yang belum Jelas
(MOHAMAD IRFAN /MI)

BERBAGAI kritik dan pernyataan terus dilontarkan oleh kubu pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terhadap program 'kartu sakti' yang diusung oleh pasangan nomor urut 01 Jokowi-Maruf Amin.

Terakhir Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyindir ucapan capres petahana Jokowi soal program janji Kartu Pra Kerja.

Jokowi sebelumnya mengatakan penerima program itu nantinya bukan lah pengangguran. Menurut Dahnil, pernyataan Jokowi membuat masyarakat semakin bingung. Menanggapi hal itu, juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Ma'ruf Irma Chaniago mengatakan bahwa yang sebenarnya bingung adalah kubu BPN yang tidak memiliki program konkrit.

Baca juga: Kartu Sakti Dilaporkan, TKN: Bukti Oposisi Panik
 
"Jokowi mengeluarkan program tiga kartu baru, yakni kartu pra kerja, kartu sembako, dan kartu indonesia pintar untuk level universitas. Pemaparan mengenai program kartu sakti Jokowi itu sudah sangat jelas, jika dibandingkan dengan kubu oposisi yang cenderung masih wacana di awang-awang," ujar Irma di Jakarta, Selasa (11/03)

Irma menyebut janji penyediaan lapangan kerja yang diusung Prabowo Sandi tidak diikuti penjelasan terperinci tentang cara mencapainya dan berapa sasarannya.

"Kalau Jokowi sudah jelas menciptakan 10,3 juta lapangan pekerjaan. Tahapannya juga jelas untuk meningkatkan kemampuan dari lulusan SMA/SMK dan universitas yang baru lulus. Kalau kubu sebelah apa langkah konkritnya," tanya Irma.

Oleh karena itu politisi dari Partai Nasdem itu sangat menyayangkan kritik yang diberikan oleh kubu oposisi terhadap program kartu sakti Jokowi. "Menurut kami seharusnya BPN bisa lebih fokus terhadap program kerja yang akan mereka lakukan kedepannya, bukan sibuk mengritik petahana," tandasnya. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Budi Ernanto
Berita Lainnya