Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN ulama dan pimpinan pondok pesantren Aceh menggelar silaturahmi ke Kantor DPP Partai Nasdem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa (5/3). Silaturahmi dilakukan sebelum rombongan ulama memenuhi undangan Presiden Joko Widodo ke Istana Negara bersama Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Dalam kesempatan itu, Surya Paloh meyakinkan kepada ulama yang hadir bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak anti-Islam seperti kabar yang beredar di sosial media. Surya Paloh menjamin Jokowi merupakan pribadi yang taat menjalankan ibadah salat lima waktu.
"Jokowi ini tidak anti-Islam. Sesuai dengan apa yang saya saksikan, beliau sangat taat beragama. Terkutuk kalau saya salah. Iman dan aqidah dia lebih baik dari saya yang suka bolong-bolong ibadahnya," ungkap Surya Paloh.
Surya mengakui masalah dan serangan utama untuk membuat masyarakat tidak memilih Jokowi dengan pendekatan yang tidak terhormat, seperti fitnah dan kebohongan.
"Itu upaya-upaya utama. Kalau mau menilai kemampuan Jokowi dan Prabowo, KPU sudah sediakan debat. Masyarakat bisa melihat visi, pikiran dan kemampuan Jokowi, bukan memilih karena hoaks," imbuhnya.
Baca juga: Ma'ruf Amin: Cinta Jokowi pada Ulama tak Sebatas Daun Salam
Untuk itu, Surya Paloh berharap para ulama yang hadir saat ini mampu menyuarakan kebenaran. Jangan sampai para ulama terjebak, sehingga membela pihak-pihak yang suka memfitnah orang lain hanya untuk ambisi mendapatkan kekuasaan.
"Bayangkan saja, saya heran kok saya disebut kafir karena mendukung Jokowi. Apa betul begitu? Jujur memang saya berharap Jokowi dapat terpilih kembali," jelasnya.
Surya pun mengingatkan ada kekuatan yang sepakat agar Jokowi tidak lagi terpilih. Kondisi ini datang dari berbagai kekuatan yang mengatasnamakan umat Islam.
"Mereka menganggap mereka lah yang sejatinya umat Islam, yang menguasai seluruh masjid-masjid. Kita buktikan, kalau dia (Jokowi) tidak anti-Islam," ucapnya.
Sejumlah ulama Aceh menyampaikan sampai saat ini pasangan calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin masih diserang sejumlah isu negatif. Kemudian, dianggap sebagai kebenaran oleh masyarakat Aceh.
"Saya meminta diberikan spirit untuk mengantisipasi di daerah saya, Tamiang, banyak sekali fitnah-fitnah yang menuju bapak Jokowi," kata salah satu perwakilan ulama Aceh Abdul Khalid Nasution.(OL-5)
ASOSIASI Ma’had Aly Indonesia (AMALI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di bawah kepengurusan masa khidmat 2026–2030 di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an
BNPT mengunjungi pondok pesantren asuhan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Rembang, Jawa Tengah, Kamis (20/11/2025).
PIMPINAN Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) bertema 'Menggokohkan Peradaban Melahirkan Cendekiawan dan Ulama Berakhlak Mulia'.
PCNU Kabupaten Tasikmalaya menyerukan agar seluruh masyarakat menahan diri agar tidak terjadi konflik horizontal dan perpecahan
DIREKTORAT Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk pertama kalinya menggelar Musabaqah Qira'atil Kutub (MQK) tingkat Internasional.
MAJELIS Masyayikh mengingatkan pentingnya penerapan standar mutu tinggi dalam penyusunan jenjang lanjutan pendidikan tinggi pesantren.
Tidak ada lagi seragam sekolah yang tersisa di Jamat. Siswa mengenakan pakaian warna-warni seadanya hasil pemberian donatur.
Merujuk dari terakhir pemerintah, bencana banjir dan longsor akhir November 2025 lalu menyebabkan 208.693 unit rumah di Aceh rusak.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Keterisolasian ini memaksa harga durian di tingkat petani terjun bebas. Durian ukuran sedang yang biasanya dihargai Rp8.000 per buah, kini hanya bernilai Rp2.500 per buah.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
Menariknya di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh sekarang lahir ide baru dan patut diacungkan jempol. Ini bisa jadi inovasi untuk menyikapi dunia pendidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved