Headline

Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.

Masyarakat Diminta Berani Melawan Hoaks

Syarief Oebaidillah
24/2/2019 16:20
Masyarakat Diminta Berani Melawan Hoaks
(Ist)

ANGGOTA Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto mengimbau masyarakat berani bersikap untuk melawan berita bohong (hoaks) yang sengaja disebarkan untuk memecah belah bangsa Indonesia. Terutama jelang Pemilihan Umum Presiden 17 April mendatang.

“Kalau ada berita yang tidak berdasarkan data dan fakta, harus kita lawan. Karena berita itu dibuat untuk menjatuhkan petahana Presiden Joko Widodo yang telah bekerja dengan tulus bagi Indonesia,” kata Sidarto saat menghadiri Deklarasi Dukung #01 Presiden Jokowi oleh Alumni SMPN 12 Jakarta, di Balai Sarwono, Jakarta, Minggu (24/2).

Sidarto, yang juga Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin itu, menambahkan berita bohong banyak tersebar di media sosial, grup WhatsAppTwitter, dan lainnya.

“Masyarakat harus melihat kenyataan yang ada di lapangan,” cetus Sidarto melalui keterangan tertulis yang diterima hari ini.

Sidarto mencontohkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini menjadi kekuatan utama di Asia Tenggara dan diprediksi pada 2023 akan menjadi salah satu negara maju di dunia.

Dalam kesempatan itu, hadir pula Staf Khusus Presiden Ali Muchtar Ngabalin yang mengingatkan  bahwa penggunaan ayat-ayat suci Alquran yang dilakukan oleh tim sukses pasangan Prabowo-Sandiaga sudah keterlaluan dan tidak pada konteksnya.

“Masak ada doa yang menyatakan ‘kalau tidak memenangkan kubu sebelah, tidak ada lagi yang menyembah Allah SWT'. Ini kan doa perang badar masak dipotong-potong untuk kepentingan politik. Ini penistaan yang sebenarnya,” ucap Ngabalin.

Ngabalin melanjutkan, pembohongan publik yang dilakukan oleh kubu 02 jelas sudah melanggar etika kampanye politik, karena mobilisasi yang dilakukan bertujuan untuk konfrontasi bukan bertujuan damai.

Baca juga: Ma'ruf Mengaku sudah Latihan Persiapan Jelang Debat Ketiga

Sementara itu, lebih dari 300 alumni Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 12 Jakarta menyatakan dukungan bagi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Hal itu dilakukan demi keberlangsungan pembangunan yang bersih dari korupsi dan merata di seluruh Indonesia.

Ketua Panitia, Chandra Nurdin Nasution, menjelaskan, deklarasi terhadap paslon 01 dilakukan sebagai bentuk sanggahan bahwa tidak semua alumni SMPN 12 menyatakan dukungan untuk paslon nomor 02.

"Sandiaga Uno memang alumni SMPN 12, tapi hal itu tak otomatis kami mendukung paslon 02. Karena pilihan politik itu bebas memilih siapa saja," ujarnya.

Ditambahkan, pihaknya mendukung paslon nomor 01 karena hasil kerjanya selama hampir 5 tahun terakhir ini memberi manfaat bagi masyarakat. Hal itu terlihat pada pembangunan infrastruktur, mulai dari bandara, jalan tol dan jalan yang mendekatkan antarkota.

"Kami ingin pembangunan nyata semacam ini bisa terjadi di semua kota. Transportasi yang lancar akan mempermudahkan warganya dalam mengembangan perekonomian. Sehingga pertumbuhan kota terjadi dimana-mana," ujarnya 

Sidharto menambahkan, pihaknya berharap komunitas semacam alumni SMPN 12 Jakarta ini bisa menjadi corong bagi masyarakat tentang prestasi yang sudah diraih Presiden Jokowi. Sehingga mereka turut mendukung paslon 01. 

"Kalian bisa mulai melakukan pendekatan mulai dari keluarga sendiri, lingkungan rumah hingga pertemanan. Termasuk, meluruskan info-info yang tidak benar atau hoaks tentang Presiden Jokowi, yang saat ini begitu marak di media sosial," pungkas Sidarto. (RO/OL-9)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik