Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Hakim (masih) Wakil Tuhan?

Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group
24/9/2022 05:00
Hakim (masih) Wakil Tuhan?
Abdul Kohar Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

BERTAHUN-TAHUN publik menyebut ada praktik mafia hukum di negeri ini. Namun, berbilang tahun pula para penegak dan pelaku hukum menyangkal terma itu. Kata mereka, itu ulah oknum, bukan kerjaan berjejaring laiknya mafia.

Hingga kemudian fakta menunjukkan kebenaran dugaan publik itu. Satu demi satu para penegak hukum ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena kasus rasuah. Ada yang ditangkap basah. Ada yang terkena operasi tangkap tangan. Ada yang terjaring operasi senyap.

Bahkan, kasus akhir pekan ini membuktikan secara telak bagaimana mafia hukum bekerja hingga menyentuh puncak dan benteng keadilan: hakim agung Mahkamah Agung. Sudrajad Dimyati, sang hakim agung itu, ditetapkan sebagai tersangka KPK karena diduga menerima suap Rp800 juta untuk memenangkan perkara di MA.

Tidak perlu lagi penyangkalan. Tidak berguna lagi berlindung di balik kata 'oknum'. Mafia hukum itu nyata dan eksis. Data KPK menunjukkan, sejauh ini sudah ada 34 koruptor dari aparat penegak dan pelaku hukum.

Perinciannya, ada 21 koruptor dengan profesi hakim, 10 koruptor jaksa, 3 koruptor polisi, dan 13 koruptor ialah pengacara. Dari beragam profesi di bidang hukum itu, jumlah koruptor terbanyak ialah hakim. Level hakimnya pun dari seluruh tingkat, dari pengadilan negeri hingga hakim MA.

Wajar belaka bila banyak yang masygul dengan kenyataan itu. Lembaga hukum tertinggi yang seharusnya menjadi tempat bagi masyarakat untuk mencari keadilan (bahkan menurut Hotman Paris Hutapea, rakyat itu 'mengais keadilan'), justru menjadi lahan bertransaksi bisnis bagi mereka yang punya kuasa dan uang. Beberapa hakim pun sudah memperdagangkan pengaruh.

Mereka, yang memperdagangkan kuasa yudikatif itu tak peduli dengan predikat 'wakil Tuhan' di muka bumi. Sebutan yang sudah hidup lebih dari lima abad itu sangat melekat karena orang yang beragama percaya bahwa yang memiliki kuasa untuk menentukan mana yang benar dan salah ialah Tuhan.

Oleh karena itu, hakim disebut sebagai 'wakil Tuhan' di dunia. Sebagai 'wakil Tuhan', hakim diberi tugas dengan tanggung jawab yang besar oleh negara, yaitu untuk mengadili pihak yang benar dan salah. Dengan 'predikat' seperti itu, semua orang berharap hakim memberikan keadilan untuk semua orang.

Tanpa predikat 'wakil Tuhan' pun sejatinya posisi seorang hakim tidak sama dengan penegak hukum lainnya. Ia pengadil, di tengah, memiliki tempat lebih tinggi daripada siapa pun di ruang sidang. Pada ujung palunya diletakkan nasib para pencari keadilan.

Sebelum ia mengetukkan palu vonis, dengan segenap akal dan hati nurani, hakim telah menimbang semuanya. Itulah sebabnya di ruang sidang ia selalu dipanggil 'Yang Mulia'. Hakim itu profesi mulia, officium nobile.

Hakim sesungguhnya hidup dalam dunia sunyi. Dalam kesunyian, ia memiliki waktu lebih banyak untuk berbicara dengan hati nuraninya. Ketika memilih atau setuju dipilih menjadi hakim, sesungguhnya ia telah mengambil risiko berat: menarik diri dari pergaulan yang selama ini ia jalani.

Seorang hakim, mestinya tidak sekadar sanggup menjaga jarak dari riuhnya godaan. Lebih dari itu, ia mesti rela terkucil dan mengucilkan diri. Dalam kesunyiannya itulah ia menemukan kebeningan nurani untuk membuat putusan. Semakin tinggi jabatan sebagai hakim, semakin ketat pengucilan itu ia lakukan.

Begitu diambil sumpah, di ubun-ubun hakim telah dipatrikan 'tulisan' secara tegas: fiat justitia ruat coelum (keadilan harus tetap ditegakkan walaupun langit runtuh). Kasus penangkapan hakim agung Sudrajad oleh KPK membuat skeptisisme publik kian menemukan ruang.

Alih-alih mengukuhkan posisi sebagai 'wakil Tuhan' yang mulia, kasus itu bisa mempertegas skeptisisme publik yang kerap menyebut hakim saat ini justru berperan sebagai rule breaker, perusak keadilan.

Ia menjauh dan kian mengucilkan diri dari kebenaran. Ia justru makin akrab dengan bisnis memperdagangkan pengaruh dan kekuasaan. Hakim agung makin menjauh dari keagungan.



Berita Lainnya
  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.