Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
“Aku lihat orang sekarat, aku menjemputnya. Aku menemukan seseorang yang lapar, aku memberinya makanan. Dia bisa mencintai dan dicintai. Aku tidak melihat warnanya, aku tidak melihat agamanya. Aku tidak melihat apa-apa. Setiap orang, apakah dia Hindu, Muslim atau Buddha, ia adalah saudaraku, adik saya.”
Itu salah satu pernyataan paling berpengaruh Bunda Teresa. Bunda Teresa seorang santa, perempuan suci Katolik. Namun, kerja-kerja kemanusiannya melampaui agamanya. Dia membela orang-orang miskin, terpinggirkan, dan tertindas, meski mereka beragama bukan Katolik. Bunda Teresa membela penganut agama-agama lain.
Mahatma Gandhi tokoh India penganut Hindu. Serupa Bunda Terese, misi kemanusiaan Gandhi melampaui agama yang dianutnya. Gandhi menolak diskriminasi terhadap muslim di India. Gandhi menggambarkan Islam agama damai. Ia mengapresiasi ajaran Islam, Nabi Muhammad, dan empat sahabat Nabi. Gandhi bercita-cita menyatukan Islam dan Hindu. Gandhi membela Islam.
Riyanto pemuda Mojokerto, Jawa Timur. Dia anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama. Dia pastinya penganut Islam. Pada malam Natal 24 Desember 2000, dia bertugas di Gereja Eben Haezer. Natal tahun itu bersinggungan dengan puasa Ramadan.
Riyanto tewas mendekap bom yang diletakkan di gereja tersebut. Bom yang didekapnya untuk dilarikan menjauh dari gereja meledak. Di setiap perayaan Natal setelah kejadian itu, kita mengenang Riyanto.
Riyanto melindungi rumah ibadah agama lain. Dia melindungi penganut agama lain. Serupa Bunda Teresa dan Mahatma Gandhi, Riyanto membela penganut agama lain. Riyanto membela penganut agama lain kendati harus menebus dengan nyawanya.
Riyanto, Gandhi, Bunda Teresa membela orang-orang berbeda agama. Kemanusiaan yang mempertemukan dan mempersatukan mereka. Kerja-kerja mereka atas nama kemanusiaan, bukan atas nama agama. Yang mereka bela bukan agama, melainkan kemanusiaan. Bukankah seperti kata Ali bin Abi Thalib, sahabat Nabi, mereka yang tidak bersaudara dalam iman, bersaudara dalam kemanusiaan?
Gus Dur pernah mengatakan Tuhan tidak perlu dibela. Gus Dur hendak mengatakan yang perlu dibela ciptaan-Nya. Pun, agama tidak perlu dibela, tetapi penganutnya. Riyanto, Gandhi, Bunda Teresa tidak membela Tuhan, tetapi manusia ciptaan-Nya, bukan membela agama, melainkan penganutnya.
Gus Dur kiranya khawatir mereka yang membela Tuhan, membela agama, sekadar mengatasnamakan Tuhan dan agama untuk kepentingan politik. Lebih dari itu, Gus Dur khawatir mereka yang mengklaim membela Tuhan dan agama melancarkan kekerasaan atas nama Tuhan dan agama untuk tujuan politik. Mereka yang mengklaim membela agama dengan jalan kekerasan, bukannya melindungi, melainkan merusak citra agama.
Dalam bahasa Menteri Agama Yaqut Qolil Qoumas, agama hendaknya menjadi inspirasi, bukan aspirasi. Menjadikan agama aspirasi setara artinya dengan menjadikan agama senjata untuk kepentingan politik. Menjadikan agama inspirasi sama artinya menjadikannya alat mendatangkan kebaikan. Riyanto, juga Gandhi dan Bunda Teresa, menjadikan agama inspirasi untuk berbuat kebaikan bagi kemanusiaan.
Diberitakan Riyanto sempat bertanya kepada kawannya tentang hukum muslim menjaga ibadah umat agama lain kemudian meninggal dunia. Kawannya menjawab hukumnya mati syahid karena muslim tersebut menjaga Tanah Air dan sesama manusia. Dalam Islam, mati syahid imbalannya surga.
Kawan Riyanto itu menjawab spontan dan gamblang, tidak seperti Haikal Hassan, Sekjen HRS Center, yang pakai cerita bertemu dengan Nabi dalam mimpi untuk mengatakan enam anggota laskar FPI yang tewas ditembak polisi berada di surga bersama Nabi. Belakangan Haikal mengaku cerita dia bertemu dengan Nabi dalam mimpi cuma untuk menghibur orangtua keenam anggota laskar itu.
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved