Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
“Aku lihat orang sekarat, aku menjemputnya. Aku menemukan seseorang yang lapar, aku memberinya makanan. Dia bisa mencintai dan dicintai. Aku tidak melihat warnanya, aku tidak melihat agamanya. Aku tidak melihat apa-apa. Setiap orang, apakah dia Hindu, Muslim atau Buddha, ia adalah saudaraku, adik saya.”
Itu salah satu pernyataan paling berpengaruh Bunda Teresa. Bunda Teresa seorang santa, perempuan suci Katolik. Namun, kerja-kerja kemanusiannya melampaui agamanya. Dia membela orang-orang miskin, terpinggirkan, dan tertindas, meski mereka beragama bukan Katolik. Bunda Teresa membela penganut agama-agama lain.
Mahatma Gandhi tokoh India penganut Hindu. Serupa Bunda Terese, misi kemanusiaan Gandhi melampaui agama yang dianutnya. Gandhi menolak diskriminasi terhadap muslim di India. Gandhi menggambarkan Islam agama damai. Ia mengapresiasi ajaran Islam, Nabi Muhammad, dan empat sahabat Nabi. Gandhi bercita-cita menyatukan Islam dan Hindu. Gandhi membela Islam.
Riyanto pemuda Mojokerto, Jawa Timur. Dia anggota Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama. Dia pastinya penganut Islam. Pada malam Natal 24 Desember 2000, dia bertugas di Gereja Eben Haezer. Natal tahun itu bersinggungan dengan puasa Ramadan.
Riyanto tewas mendekap bom yang diletakkan di gereja tersebut. Bom yang didekapnya untuk dilarikan menjauh dari gereja meledak. Di setiap perayaan Natal setelah kejadian itu, kita mengenang Riyanto.
Riyanto melindungi rumah ibadah agama lain. Dia melindungi penganut agama lain. Serupa Bunda Teresa dan Mahatma Gandhi, Riyanto membela penganut agama lain. Riyanto membela penganut agama lain kendati harus menebus dengan nyawanya.
Riyanto, Gandhi, Bunda Teresa membela orang-orang berbeda agama. Kemanusiaan yang mempertemukan dan mempersatukan mereka. Kerja-kerja mereka atas nama kemanusiaan, bukan atas nama agama. Yang mereka bela bukan agama, melainkan kemanusiaan. Bukankah seperti kata Ali bin Abi Thalib, sahabat Nabi, mereka yang tidak bersaudara dalam iman, bersaudara dalam kemanusiaan?
Gus Dur pernah mengatakan Tuhan tidak perlu dibela. Gus Dur hendak mengatakan yang perlu dibela ciptaan-Nya. Pun, agama tidak perlu dibela, tetapi penganutnya. Riyanto, Gandhi, Bunda Teresa tidak membela Tuhan, tetapi manusia ciptaan-Nya, bukan membela agama, melainkan penganutnya.
Gus Dur kiranya khawatir mereka yang membela Tuhan, membela agama, sekadar mengatasnamakan Tuhan dan agama untuk kepentingan politik. Lebih dari itu, Gus Dur khawatir mereka yang mengklaim membela Tuhan dan agama melancarkan kekerasaan atas nama Tuhan dan agama untuk tujuan politik. Mereka yang mengklaim membela agama dengan jalan kekerasan, bukannya melindungi, melainkan merusak citra agama.
Dalam bahasa Menteri Agama Yaqut Qolil Qoumas, agama hendaknya menjadi inspirasi, bukan aspirasi. Menjadikan agama aspirasi setara artinya dengan menjadikan agama senjata untuk kepentingan politik. Menjadikan agama inspirasi sama artinya menjadikannya alat mendatangkan kebaikan. Riyanto, juga Gandhi dan Bunda Teresa, menjadikan agama inspirasi untuk berbuat kebaikan bagi kemanusiaan.
Diberitakan Riyanto sempat bertanya kepada kawannya tentang hukum muslim menjaga ibadah umat agama lain kemudian meninggal dunia. Kawannya menjawab hukumnya mati syahid karena muslim tersebut menjaga Tanah Air dan sesama manusia. Dalam Islam, mati syahid imbalannya surga.
Kawan Riyanto itu menjawab spontan dan gamblang, tidak seperti Haikal Hassan, Sekjen HRS Center, yang pakai cerita bertemu dengan Nabi dalam mimpi untuk mengatakan enam anggota laskar FPI yang tewas ditembak polisi berada di surga bersama Nabi. Belakangan Haikal mengaku cerita dia bertemu dengan Nabi dalam mimpi cuma untuk menghibur orangtua keenam anggota laskar itu.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved