Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Uskup Lingkungan

Gaudensius Suhardi, Dewan Redaksi Media Group
18/6/2020 05:00
Uskup Lingkungan
(MI/EBET)

KEADILAN antargenerasi belum diperhatikan. Pembangunan berkelanjutan sebatas konsep. Faktanya, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikelola untuk kepentingan sesaat, jauh dari sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Filipina lebih maju soal keadilan antargenerasi. Kasus Minors Oposa pemicunya. Sebanyak 41 anak di bawah umur, mewakili generasi mereka dan generasi mendatang, menggugat pengelolaan hutan. Dengan didampingi orangtua, melalui kuasa hukum Antonio Oposa, mereka menggugat kebijakan eksploitasi hutan Filipina.

Anak-anak itu memenangi gugatan. Argumentasinya ialah eksploitasi hutan secara besar-besaran merupakan pelanggaran hak konstitusional penggugat dan generasi mendatang atas lingkungan yang baik dan sehat.

Keadilan antargenerasi juga dicantumkan dalam ensiklik Laudato Si Paus Fransiskus. Bumi disebut sebagai rumah bersama dengan sapaan saudari.

‘Saudari ini sekarang menjerit karena segala kerusakan yang telah kita timpakan kepadanya karena penggunaan dan penyalahgunaan kita yang tidak bertanggung jawab atas kekayaan yang telah diletakkan Allah di dalamnya’, tulis Paus.

Mengutip Konferensi Uskup Portugal, Laudato Si menyebutkan bahwa lingkungan hidup ialah pinjaman yang harus diterima setiap generasi dan harus diteruskan kepada generasi berikutnya. Dengan demikian, bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya juga menjadi hak generasi mendatang.

Dalam perspektif keadilan antargenerasi itulah saya membaca sikap Uskup Ruteng Mgr Siprianus Hormat yang menolak tambang. Kata dia, gereja di Manggarai, Nusa Tenggara Timur, hanya mendukung kegiatan investasi yang menjunjung tinggi keadilan, menghargai martabat manusia, dan tidak merusak lingkungan hidup.

Penolakan Uskup Sipri tetap dibungkus dalam moto tahbisannya, yaitu omnia in caritate, lakukan semua dalam kasih. ”Kita boleh berbeda dalam cara pandang, tapi dalam kasih perbedaan itu akan berlabuh pada kepentingan yang lebih  besar, yakni bonum commune,” ucapanya, dikutip dalam buku Omnia in Caritate.

Ia mendatangi Kampung Lingko Lolok dan Luwuk di Manggarai Timur pada Kamis (11/6). Kedua kampung itu akan dijadikan lokasi tambang batu gamping dan pabrik semen. Uskup Sipri datang ke sana, selain membantu terkait dengan pandemi covid- 19, ia juga menanam pohon dan mengajak masyarakat setempat untuk merawat lingkungan.

Uskup Sipri sama sekali tidak berbicara soal tambang. Namun, pesan yang disampaikan sangat dalam bahwa tanah ialah sumber kehidupan yang perlu selalu dirawat dan dijaga. Apa yang sudah diwariskan nenek moyang, kata dia, harus dijaga agar kehidupan manusia lestari sampai selamanya.

Sawah dan ladang yang diwariskan nenek moyang sehingga harus dilestarikan. Bukan tambang dan pabrik. Mereka ialah petani yang harus dilindungi, hak mereka atas tanah harus dijamin agar tidak tinggal ilusi. Tugas pemerintah untuk memakmurkan petani dengan membuka akses ke pendidikan, kesehatan, dan pasar.

Sikap Uskup Sipri terkait dengan eksplorasi dan eksploitasi proyek panas bumi di Desa Wae Sano, Kecamatan Sano Nggoang, Manggarai Barat, sangat tegas. Ia menyurati Presiden Joko Widodo dan memberikan rekomendasi agar menghentikan proyek panas bumi itu.

Uskup Sipri menggembala umat di tiga kabupaten, yaitu Manggarai, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Umat Katolik di tiga wilayah itu berjumlah 811.298 jiwa.

Surat Uskup Sipri kepada Presiden tertanggal 9 Juni. Alasan rekomendasi penghentian proyek karena lokasi pengeboran persis di dalam ruang hidup warga setempat.

‘Misalnya, titik pengeboran di Kampung Nunang hanya berjarak 20 meter hingga 30 meter dari pusat kampung (rumah adat) dan 100 meter dari rumah ibadat (Gereja Katolik Nunang). Demikian juga di Kampung Lempe dan Dasak, sumur pengeboran dan pembuangan limbah berada dalam lingkungan permukiman dan ruang hidup warga setempat’, tulis Uskup Sipri.

Alasan kedua, karena rencana titik eksplorasi hanya berjarak 200 meter dari Danau Sano Nggoang yang memiliki luas 512 hektare dengan letak ketinggian 757 meter.

‘Eksplorasi dan eksploitasi gas bumi beserta pembuangan limbah sangat berpotensi destruktif bagi danau yang selama ini menjadi penyangga keragaman hayati dan ekologi di wilayah ini dan sudah menjadi salah satu destinasi wisata alam yang sangat menjanjikan dalam desain destinasi wisata premium di Labuan Bajo’, tulisnya.

Sipri ditahbiskan sebagai uskup pada 19 Maret. Selama 91 hari kepemimpinannya, sangat kental keberpihakannya atas petani dan lingkungan. Ia melakukan semua itu dalam kasih berbasiskan kearifan lokal dan integritas ciptaan demi keadilan antargenerasi.

Kiranya tak berlebihan kalau saya menyebut Mgr Siprianus Hormat sebagai Uskup Lingkungan.
 



Berita Lainnya
  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.