Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Omnibus Law

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
24/1/2020 05:10
Omnibus Law
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

NIATAN pemerintah menyederhanakan peraturan perundangan untuk menarik lebih banyak investor datang ke Indonesia ternyata direspons berbeda. Ribuan buruh melakukan demonstrasi menentang rencana pemerintah mengajukan omnibus law ke Dewan Perwakilan Rakyat.

Dasar demonstrasi penentangan itu ialah rancangan undang-undang yang diterima serikat pekerja yang dianggap akan merugikan tenaga kerja. Kementerian Koordinator Perekonomian yang bertanggung jawab merumuskan RUU Cipta Lapangan Kerja ternyata belum selesai merumuskan rancangan yang akan diajukan ke DPR.

Ada dua hal yang bisa dipetik dari kejadian itu. Pertama, kita terlalu mudah untuk termakan isu. Begitu menerima isu, kita tidak pernah mencoba mencari tahu duduk perkara dari persoalan, tetapi langsung bereaksi.

Inilah yang membuat mengapa demokrasi yang sudah lebih dari dua dekade kita jalankan tidak membuat kita sebagai bangsa menjadi lebih cerdas. Demokrasi sekadar ditangkap dari sisi kebebasannya tanpa mau mendalami kebebasan itu sebenarnya untuk apa.

Sepanjang kita hanya mementingkan sisi freedom from, tetapi tidak pernah mau peduli pada sisi freedom for, orang akan takut untuk masuk ke Indonesia. Investor lebih memilih masuk ke Tiongkok yang tidak mengenal demokrasi daripada Indonesia yang menerapkan demokrasi karena yang lebih diutamakan para investor ialah kepastian.

Namun, hal kedua yang perlu menjadi perhatian ialah sosialisasi dari rencana kebijakan harus menjadi tabiat kita bersama. Kita harus mengajak semua komponen bangsa membicarakan berbagai kebijakan yang hendak kita keluarkan agar tidak menjadi bola liar yang tidak perlu.

Sistem demokrasi memang lebih melelahkan karena setiap kali harus mendengarkan suara publik. Akan tetapi, itu risiko dari pilihan kita memilih jalan demokrasi. Kita harus membangun konsensus bersama agar setiap langkah yang diambil tidak menimbulkan salah prasangka.

Semua negara demokrasi harus melakukan hal itu. Setiap kebijakan yang hendak dikeluarkan harus terlebih dulu dilempar ke masyarakat. Kelompok yang mendukung dan yang menentang harus diedukasi dan dijelaskan latar belakang dikeluarkan kebijakan itu agar masyarakat menjadi lebih paham.

Baru setelah proses sosialisasi itu disampaikan, kebijakan itu ditetapkan. Bahwa kemudian masih ada yang keberatan, mungkin saja terjadi. Namun, demi kepentingan yang lebih besar, pemerintah harus jalan dengan kebijakan yang sudah ditetapkan.

Kembali kepada omnibus law sendiri, itu merupakan sesuatu yang harus kita lakukan. Kita tidak bisa terus membiarkan banyak warga bangsa ini tidak mempunyai pekerjaan. Negara ini harus mengupayakan agar semua warga bangsa ini menjadi orang produktif.

Kita pantas berkaca kepada Thailand untuk membuat rakyatnya tidak menganggur. Ibaratnya semua investasi diizinkan masuk sepanjang mereka mau mempekerjakan orang Thailand. Tidak usah heran apabila angka pengangguran di Thailand pada awal 2020 hanya 1,1%.

Serikat pekerja seharusnya ikut memikirkan bagaimana agar lebih banyak orang Indonesia bekerja. Jangan biarkan ada satu orang pun di sekitar kita yang menganggur. Kita harus ingat bahwa manusia itu merupakan homo faber. Manusia itu baru menjadi manusia yang sesungguhnya apabila mempunyai pekerjaan.

Agar setiap orang mempunyai pekerjaan, tidak bisa tidak harus ada investasi. Hanya dengan masuknya modal dalam kegiatan usaha akan terbuka lapangan pekerjaan.

Tentu kita setuju bahwa setiap pekerja harus mendapatkan kehidupan yang layak. Namun, semua itu harus dilihat sebagai sebuah proses. Bukan sesuatu yang sekali jadi. It's take two to tango, harus ada sikap saling percaya dan saling menghormati antara pekerja dan pemberi kerja.

Sekarang ini salah satu yang membuat pengusaha takut berinvestasi ialah urusan ketenagakerjaan. Tanpa adanya sikap saling percaya dan saling menghormati tidak mungkin ada yang namanya harmoni. Tanpa ada suasana harmoni tidak mungkin ada pengusaha yang berani mempertaruhkan modalnya. Tanpa ada investasi tidak mungkin ada lapangan kerja dan otomatis tidak akan ada kesejahteraan. Lingkaran setan inilah yang ingin diputus oleh omnibus law.

 



Berita Lainnya
  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah

  • Kutukan Ekonomi Ekstraktif

    09/1/2026 05:00

    VENEZUELA kembali menjadi sorotan dunia. Kali ini bukan semata karena krisis ekonomi yang tak kunjung usai

  • Maduro dan Silfester

    08/1/2026 05:00

    APA hubungannya Nicolas Maduro dan Silfester Matutina? Tidak ada. Teman bukan, saudara apalagi.

  • Negara Bahagia

    07/1/2026 05:00

    INI cerita tentang Indonesia yang barangkali membahagiakan, tapi juga sekaligus bisa menjadi peringatan.

  • Angka Lima

    06/1/2026 05:00

    ANGKA lima seolah 'ditakdirkan' melekat dalam 'tubuh' negeri ini pada satu dekade terakhir.

  • Demokrasi Donat Pilkada tanpa Rakyat

    05/1/2026 05:00

    SEPERTI kue donat yang berlubang di tengah. Begitulah demokrasi negeri ini akan tampak jika pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota dikembalikan kepada DPRD.

  • Pertobatan Ekologis

    03/1/2026 05:00

    ADAKAH berita baik di sepanjang 2025? Ada, tapi kebanyakan dari luar negeri. Dari dalam negeri, kondisinya turun naik

  • Tahun Lompatan Ekonomi

    02/1/2026 05:00

    SETIAP datang pergantian tahun, kita selalu seperti sedang berdiri di ambang pintu. Di satu sisi kita ingin menutup pintu tahun sebelumnya dengan menyunggi optimisme yang tinggi.

  • Tahun Baru Lagi

    31/12/2025 05:00

    SETIAP pergantian tahun, banyak orang memaknainya bukan sekadar pergeseran angka pada kalender, melainkan juga jeda batin untuk menimbang arah perjalanan bersama.

  • Tunas Terempas

    30/12/2025 05:00

    SUARANYA bergetar nyaris hilang ditelan hujan deras pada senja pekan silam. Nadanya getir mewakili dilema anak muda Indonesia yang menjadi penyokong bonus demografi.  

  • SP3 Setitik Gadai Prestasi

    29/12/2025 05:00

    IBARAT nila setitik rusak susu sebelanga. Benarkah nila setitik bernama surat perintah penghentian penyidikan (SP3) mampu menggadaikan sebelanga prestasi KPK?

  • Buku yang Menakutkan

    27/12/2025 05:00

    Ia sekaligus penanda rapuhnya kesadaran demokrasi dalam praktik bernegara kita.