Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Jokowi mengangkat penyandang tunarungu Angkie Yudistia sebagai salah satu staf khususnya. Media massa merayakannya dengan memberitakan Angkie secara lebih heboh daripada staf khusus lainnya.
Pun kita semua sepertinya merayakan pengangkatan Angkie serupa negara mengangkat bukan cuma semua penyandang tunarungu, melainkan juga semua penyandang disabilitas.
Bahkan, Angkie sendiri menganggap dirinya menyuarakan 21 juta penyandang disabilitas. Angkie berharap pengangkatannya kelak menjadikan Indonesia ramah disabilitas. "Dengan menjadi staf khusus, semoga saya bisa bekerja dengan baik untuk menjadikan Indonesia ramah disabilitas," kata Angkie ketika Presiden Jokowi mengumumkan pengangkatannya.
Presiden Jokowi sebetulnya sudah ramah disabilitas. Presiden mengangkat Surya Chandra, politikus disabilitas sebagai wakil menteri agraria dan tata ruang. Serupa Angkie, pun media memberitakan Chandra lebih heboh daripada wamen-wamen lainnya.
Sebelumnya lagi, di periode pertama pemerintahannya, Presiden Jokowi menempatkan seorang penyandang disabilitas di Kantor Staf Presiden.
Kepedulian Presiden Jokowi terhadap kaum disabilitas juga ditunjukkan dengan penyelenggaran Asian Para Games secara relatif setara kemeriahannya dengan Asian Games.
Jadi, sebelum kita berharap, Mbak Angkie, Presiden Jokowi sudah ramah disabilitas. Meminjam slogan iklan minuman ringan, Pak Jokowi tahu yang Mbak Angkie mau.
Bahkan, jauh sebelumnya Indonesia sudah ramah disabilitas. Rakyat Indonesia di awal reformasi memilih dan menerima Gus Dur yang, maaf, tunanetra, sebagai presiden.
Yang tidak ramah disabilitas justru pemerintah daerah. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, misalnya, heboh diberitakan batal menerima dokter gigi penyandang disabilitas sebagai aparatur sipil negara. Kita alihkan saja harapan ke Pemkab Solok Selatan semoga kelak mau menerima ASN dari kalangan penyandang disabilitas.
Negara ramah pada tunarungu dengan mengangkat salah seorang di antaranya menjadi staf khusus presiden, tentu sesuatu yang perlu diapresiasi. Sekarang sudah saatnya negara ramah kepada tuna-tuna lainnya, antara lain tunawisma dan tunakarya.
"Bagus. Tunarungu sudah terakomodasi, tinggal tunawisma, tunakarya, ... yang belum," kata seorang teman di grup aplikasi pertukaran pesan.
Ramah bukan dengan mengangkat seorang tunawisma atau tunakarya menjadi staf khusus presiden/wakil presiden/menteri atau direksi/komisaris BUMN apalagi wakil menteri, melainkan dengan mengangkat kehidupan mereka supaya lebih baik.
Jumlah tunakarya alias pengangguran di Indonesia, menurut data Badan Pusat Statistik, masih 5,28% per Agustus 2019. Jumlah tunawisma alias gelandangan dan pengemis, menurut Kementerian Sosial, sebanyak 77.500 orang per Agustus 2019.
Mengangkat satu, dua, atau beberapa tunarungu sebagai pejabat negara bisa dicitrakan mewakili atau mengangkat semua penyandang disabilitas.
"... diberi kepercayaan terbaik oleh Bapak Presiden. Berdiri di sini menyuarakan 21 juta jiwa disabilitas di seluruh Indonesia," kata Angkie.
Kementerian Ketenagakerjaan mencanangkan perusahaan mesti mempekerjakan 1% penyandang disabilitas. Bila kebijakan Kemenaker itu dipakai sebagai acuan, rasanya negara belum 'mempekerjakan' penyandang disabilitas sesuai ukuran tersebut. Namun, sekali lagi kita menganggapnya negara serupa telah mempekerjakan semua penyandang disabilitas.
Akan tetapi, mengangkat kehidupan tunawisma atau tunakarya tidak bisa hanya pada satu, dua, atau 1%, tetapi harus banyak, semakin banyak, kalau bisa semua, betul-betul semua, bukan seolah semua.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved