Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
WILLIAM Liddle muda memulai penelitian di Indonesia yang juga masih muda. Liddle yang baru berusia 24 tahun melakukan penelitian di Kabupaten Simalungun pada 1962 ketika Republik belum berusia 20 tahun. Liddle meneliti untuk disertasi doktornya di Universitas Yale. Kelak kita mengenalnya sebagai Indonesianis terkemuka.
Liddle berbincang dengan banyak anggota DPRD Kabupaten Simalungun. Dalam perbincangan itu, tersebutlah satu nama yang tidak layak, tetapi terpilih sebagai Wali Kota Siantar, ibu kota Kabupaten Simalungun. Ketika Liddle bertanya mengapa anggota DPRD memilih orang tak layak itu menjadi wali kota, mereka menjawab dengan menggesekkan ujung jempol dan ujung telunjuk, satu bahasa simbol yang artinya duit.
Liddle mengisahkan pengalaman penelitiannya itu dalam ‘kuliah’ santai tetapi serius di kantor DPD Golkar Jakarta, 12 Agustus 2019, yang saya hadiri. Dari pengisahan Liddle, kita mendapat informasi pemilihan kepala daerah oleh DPRD rawan korupsi bahkan sejak dahulu kala.
Mungkin karena salah satunya bersifat oligarkis dan rawan korupsi, di masa reformasi pemilihan kepala daerah oleh DPRD diubah menjadi pemilihan langsung oleh rakyat. Oligarki politik memang menjadi salah satu jalan mulus menuju korupsi.
Akan tetapi, pilkada langsung tak bisa bebas dari korupsi juga, antara lain karena berbiaya tinggi. Kandidat harus membeli perahu partai politik yang akan mengantar dan mendukungnya di pilkada. Untuk mengganti duit miliaran rupiah itu, ketika terpilih dan menjabat, kepala daerah melakukan korupsi. Kepala daerah yang banyak terkena operasi tangkap tangan KPK merupakan produk pilkada langsung.
Kini, muncul gagasan mengembalikan pilkada langsung ke pilkada tak langsung yang lebih langsing. Lebih langsing karena jumlah pemilihnya, yakni anggota DPRD, lebih sedikit apabila dibandingkan dengan jika dipilih langsung oleh rakyat. Lebih langsing juga karena waktu yang digunakan dan anggaran yang dikeluarkan negara lebih hemat. Pun lebih langsing karena kandidat bisa lebih hemat mengeluarkan duit. Ujungnya korupsi kiranya bisa dicegah. Kalaupun ada, korupsinya juga langsing, lebih hemat, lebih sedikit.
Namun, melihat pengalaman Pilkada Kabupaten Simalungun, pilkada langsing, serupa pilkada langsung, juga rawan korupsi. Supaya dipilih sebanyak-banyaknya oleh anggota DPRD, kandidat menyuap mereka. Anggota DPRD bisa saja mematok tarif sesuai dengan perolehan suara diri dan partai mereka.
Kepala daerah yang terpilih lewat pilkada langsing bisa jadi bukan yang diinginkan rakyat, melainkan yang diinginkan DPRD. Bahkan, serupa di Pilkada Kabupaten Simalungun, DPRD yang sudah kena suap memilih kepala daerah yang tidak layak.
Sebaliknya, pilkada langsung menghasilkan banyak kepala daerah hebat. Jokowi, Tri Rismaharini, Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi, dan Abdullah Azwar Anas merupakan beberapa kepala daerah hebat produk pilkada langsung.
Oleh karena itu, Jokowi yang kini menjadi presiden tidak setuju kepala daerah dipilih DPRD. Logikanya, keputusan yang diambil lebih banyak orang semestinya lebih baik daripada yang diambil lebih sedikit orang.
Mengubah pilkada langsung menjadi pilkada langsing juga didasarkan pada logika sesat. Elite yang menderita kanker korupsi, tetapi hak rakyat memilih yang kena amputasi. Sakit tenggorok, sekalian leher yang digorok.
Elite dan partai politik semestinya bertanggung jawab membenahi pilkada langsung supaya lebih demokratis dan bermartabat serta menghasilkan kepala daerah hebat. Politik tanpa mahar menjadi salah satu jalan masuk. Parpol benar-benar mengusung seorang kandidat kepala daerah karena dia memang hebat rekam jejak dan programnya, bukan karena hebat mahar politiknya.
POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita
SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan
PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik.
"SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."
SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.
MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.
LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.
ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.
DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.
DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.
SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan
TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.
LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.
'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved