Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Jaga Pangan

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
15/11/2019 05:30
Jaga Pangan
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI)

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta para kepala daerah menjadi ujung tombak pembangunan pertanian. Itu termasuk menjaga agar jangan sampai terus terjadi alih fungsi lahan. Terutama luas lahan persawahan harus dijaga karena berkaitan keamanan pangan nasional.

Pembangunan pertanian memang harus menjadi perhatian utama kita bersama. Semua pembangunan yang kita lakukan tidak akan ada artinya tanpa terciptanya keamanan pangan. Ketika kebutuhan perut tidak bisa terpenuhi, tidak mungkin kita akan bisa melakukan pembangunan.

Semua negara memberikan perhatian khusus kepada pembangunan pertanian. Tiongkok sebagai negara yang paling banyak penduduknya di dunia bahkan membuat strategi keamanan pangan hingga 25 tahun ke depan. Prioritas mereka bagaimana membuat kebutuhan pangan 1,4 miliar rakyat mereka setiap hari bisa terpenuhi.

Presiden Xi Jinping memimpin langsung pelaksanaan pembangunan pertanian. Belum lama ini Tiongkok mengakuisisi perusahaan pertanian Swiss, Syngenta, dengan nilai US$43 miliar. Tiongkok berani membeli perusahaan penghasil bibit unggul hingga pestisida dengan harga yang mahal karena mereka harus meningkatkan produktivitas pertanian di negara itu.

Dengan hanya 8% lahan yang bisa ditanami, Tiongkok menghadapi persoalan untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat mereka. Jumlah penduduk mereka sekarang ini 19% dari total penduduk di muka Bumi. Pengalaman ratusan tahun lalu mengajarkan, ketika produksi pangan tidak mencukupi, akan mudah terjadi kekacauan dan bahkan muncul pemberontakan. Dinasti kerajaan di Tiongkok runtuh karena persoalan pangan.

Kita tidak boleh juga alpa pada persoalan ini. Jumlah penduduk kita terus bertambah. Tidak lama lagi jumlahnya bisa mencapai 300 juta jiwa. Kalau lahan pertanian terus dibiarkan beralih fungsi, satu saat kita akan menghadapi persoalan pangan.

Tepat kalau Menteri Pertanian memfokuskan untuk menghentikan alih fungsi lahan. Sudah sekitar 600 ribu hektare lahan pertanian di Jawa yang beralih fungsi menjadi kawasan industri dan perumahan. Karawang yang dulu dikenal sebagai lumbung pangan nasional sekarang sudah berganti wajah.

Sebagai bupati yang 10 tahun memimpin Kabupaten Gowa dan 10 tahun pula menjadi Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo paham bagaimana kepala daerah seharusnya memainkan peran sebagai pemimpin di sektor pertanian. Ia mampu menjadikan Sulsel sebagai lumbung padi nasional.

Kuncinya terletak kepada keberpihakan kepada petani. Harus ada insentif khusus yang diberikan agar petani mau mempertahankan lahan mereka. Salah satu yang akan diterapkan Syahrul ialah memberikan bantuan sarana produksi bagi petani yang mau terus menjaga lahannya.

Keberpihakan kepada petani tidaklah salah. Semua negara industri juga melakukan hal yang sama. Di Jerman, pemerintah memberikan subsidi penerimaan sampai 50% dari hasil produksi yang bisa dapatkan.

Dengan pendapatan sampai 150% setiap kali panen, mereka bukan hanya terpacu untuk menjalani profesi mereka, melainkan juga membuat pendapatan mereka tidak kalah dengan warga lain yang memilih jalan menjadi industriawan.

Kita harus membuat cetak biru tentang pembangunan pertanian sampai 25 tahun ke depan agar terbangun konsensus bersama. Bahwa penyediaan kebutuhan pangan merupakan kewajiban kita bersama. Kita tidak boleh iri hati ketika negara memberikan perhatian lebih kepada petani.

Mulai sekarang kita harus cermat untuk menghitung luas lahan yang dipakai untuk pertanian. Bahkan kita harus menghitung berapa produksi yang bisa didapatkan dan berapa kebutuhan pangan yang harus disediakan untuk sekarang dan masa datang.

Data itu kita perlukan agar bisa dipikirkan intervensi teknologi apa yang harus kita lakukan. Seperti dilakukan Tiongkok, kita harus memikirkan bagaimana meningkatkan produktivitas untuk setiap hektare lahan pertanian yang ada.

Kita tidak boleh main-main lagi dengan data pertanian. Jangan biarkan pertanian hanya menjadi ajang untuk terjadinya praktik korupsi. Subsidi pupuk atau subsidi bibit dibesar-besarkan tanpa ada dampak yang nyata kepada peningkatan produksi. Kita sudah sepakat untuk menggunakan data Badan Pusat Statistik yang terakhir sebagai acuan bahwa luasan lahan sawah yang kita miliki hanya 7,1 juta hektare.

Kita harus tumbuh bersama-sama dengan kehidupan para petani. Hanya dengan  petani-petani yang hidupnya lebih makmur dan sejahtera, kita bisa mengharapkan terjaganya luasan lahan pertanian dan terciptanya keamanan pangan.



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)