Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Indonesia Maju

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
25/10/2019 05:10
Indonesia Maju
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KABINET baru sudah terbentuk. Presiden Joko Widodo menamakan kabinet yang baru dibentuknya sebagai Kabinet Indonesia Maju. Kerja kabinet lima tahun ke depan menjadi bagian dari perjalanan bangsa ini menghadapi 2045 yang digambarkan Presiden saat pidato pelantikannya sebagai Indonesia yang maju dengan produk domestik bruto US$7 triliun dan kemiskinan mendekati nol persen.

Memang hanya sekitar 25 tahun lagi kita akan memasuki 100 tahun kemerdekaan. Artinya, kita hanya punya waktu satu generasi saja untuk mempersiapkan anak-anak Indonesia mampu menjawab tantangan tersebut.

Terutama anak-anak yang sekarang duduk di kelas 9 harus dibentuk menjadi anak-anak yang sehat badan dan juga jiwanya. Mereka harus tercukupi kebutuhan gizinya dan mulai diarahkan untuk menimba ilmu yang sesuai dengan tantangan zaman 25 tahun yang akan datang.

Untuk itulah kabinet sekarang harus langsung bekerja mempersiapkan tantangan yang tidak mudah itu. Arah pendidikan haruslah mampu membentuk anak-anak cerdas, mau bekerja keras, mempunyai disiplin, dan berani. Mereka harus memiliki rasa cinta agar menjadi pribadi yang memiliki empati serta keimanan kuat agar menjadi pribadi yang takut untuk berbuat curang dan tidak baik.

Pembangunan industri pun harus diarahkan dekat dengan pendidikan yang akan diterapkan. Bahkan bidang keilmuan yang akan dikembangkan harus sesuai dengan arah kebijakan industri yang akan menjadi tumpuan kemajuan dan keunggulan Indonesia.

Proses itulah yang harus diperhatikan dengan benar. Kita tidak mungkin tiba-tiba berorientasi kepada hasil. Apalagi pendidikan dan pembangunan manusia bukan proses sekali jadi. Kita bukan hendak membangun robot, tetapi manusia Indonesia yang punya hati, punya kecerdasan, dan punya kecintaan kepada Tanah Air.

Proses dan hasil harus menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Kalau proses tidak bisa menghasilkan berarti prosesnya tidak dijalankan dengan baik. Kalau kita hanya mengutamakan hasil tanpa memedulikan proses berarti kita akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan. Kita akan disebut machiavellist.

Pemetaan sumber daya manusia dan arah pembangunan industri yang hendak dilakukan merupakan hal wajib kita lakukan segera. Sekarang ini pembangunan manusia dibiarkan berjalan tanpa arah. Semua orang bisa mengambil bidang ilmu sesuai keinginannya tanpa memedulikan kebutuhan nasional.

Akibatnya, di satu sisi kita kelebihan tenaga ahli, sebaliknya di sisi lain kita sangat kekurangan. Doktor bidang agama dan hukum merupakan yang paling banyak kita miliki. Padahal untuk meraih kemajuan, kita sebenarnya memerlukan lebih banyak ahli-ahli di bidang teknik.

Banyak negara mengarahkan warganya menimba ilmu sesuai kebutuhan nasionalnya. Akibatnya, ketika mereka kembali dari mengikuti pendidikan tingkat magister atau doktor, ilmunya berguna untuk ikut memajukan bangsanya.

Begitu pula dengan arah pembangunan industri dan jasa. Banyak negara memperhitungkan betul keunggulan komparatif maupun kompetitif yang dimiliki. Kita sekarang menetapkan lima bidang industri yang akan menjadi tumpuan kekuatan, yaitu makanan dan minuman, tekstil dan produk tekstil, otomotif, elektronik, dan kimia. Apakah lima bidang industri ini akan terus menjadi kekuatan kita sampai 25 tahun ke depan? Apakah 25 tahun mendatang lima industri itu yang akan menjadi tren dunia?

Visi jangka panjang Presiden harus diterjemahkan menjadi peta jalan dari bangsa ini menyambut 100 tahun kemerdekaannya. Peta jalan itu bukan hanya harus dibuat detail, tetapi dilengkapi dengan narasi yang baik dan benar serta jadwal lengkap agar bisa diawasi pencapaiannya.

Bahkan visi ini harus disosialisasikan menjadi visi bersama sebagai bangsa. Kalau arah pembangunan ini disepakati menjadi platform nasional, peta jalan ini akan konsisten kita jalankan tanpa peduli siapa Presiden yang menjabatnya.

Untuk itu, Kabinet Indonesia Maju harus menjadi kabinet kompak. Mereka harus berorientasi kepada satu tujuan, yaitu menjadikan Indonesia sebagai negara maju dengan pendapatan per kapita tinggi dan rendah tingkat kemiskinan rakyatnya. Untuk tumbuh PDB kita dari sekarang US$1 triliun menjadi US$7 triliun dalam waktu 25 tahun ke depan merupakan mission impossible karena kita harus tumbuh dengan dua digit secara terus-menerus.

Kita ingin mengingatkan kembali apa yang pernah disampaikan Pemimpin Afrika Selatan Nelson Mandela. Visi tanpa aksi hanyalah mimpi. Sebaliknya, aksi tanpa visi membuat kita kehilangan arah. Hanya visi yang diterjemahkan ke dalam aksi membuat kita bisa mengubah dunia.

 

 

 

 

 



Berita Lainnya
  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)

  • Tipu Daya Judol

    04/2/2026 05:00

    JUDI online (judol) sejatinya bukanlah sebuah permainan keberuntungan. Ia barangkali salah satu mesin penipu paling canggih yang pernah diciptakan.

  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk.