Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Lupakan Dulu Prabowo

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
23/10/2019 05:10
Lupakan Dulu Prabowo
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

KITA semestinya memandang pengangkatan Prabowo Subianto sebagai menteri oleh Presiden Jokowi cukup dalam dua perspektif.

Pertama, itu hak prerogatif presiden. Mengangkat menteri bahkan hak prerogatif eksklusif seorang presiden. Tidak boleh ada orang lain mendikte apalagi memaksa presiden memilih seseorang menjadi menteri. Presiden merdeka mengangkat para pembantunya.

Kedua, pengangkatan Prabowo yang merupakan rival bebuyutan Jokowi dalam dua pilpres itu merupakan dinamika politik yang mesti dimaklumi demi kepentingan lebih besar. Kepentingan lebih besar itu ialah teredamnya polarisasi, tercapainya persatuan Indonesia. Kita tidak boleh meremehkan jumlah pemilih Prabowo yang mencapai 60 juta orang lebih.

Sekali lagi, cukuplah kita melihat pengangkatan Prabowo sebagai menteri oleh Presiden Jokowi dari dua perspektif itu. Sampai di sini saja. Jangan ditambah-tambah lagi. Selebihnya lupakan dulu Prabowo.

Lebih baik kita arahkan perhatian ke orang-orang muda yang menjadi menteri atau pembantu presiden. Lebih bagus kita torehkan harapan kepada mereka.

Ada Nadiem Makarim, Erick Thohir, Wishnutama, Fajroel Rahman, Bahlil Lahadalia, dan entah siapa lagi. Kira arahkan pandangan dan torehkan harapan kepada mereka.

Mereka orang-orang fresh, segar, karena sebelumnya tidak dibebani kepentingan politik. Mereka bisa langsung tancap gas berlari kencang dan lincah. Malu bila lari mereka kalah kencang dan lincah dengan senior mereka Basuki Hadimuljono. Basuki sebagai menteri pekerjaan umum dan perumahan rakyat berlari sangat kencang membangun infrastruktur.

Kita berharap dalam perjalanan menjadi pembantu presiden, mereka tetap tak punya beban politik. Tanpa digelayuti kepentingan politik, mereka akan berkeringat bekerja keras membantu Presiden memajukan bangsa. Malu bila mereka kelak bekerja tak sekeras Sri Mulyani atau Budi Karya Sumadi.

Orang-orang muda di kabinet atau tim komunikasi presiden itu merupakan pengusaha, kalangan profesional, atau aktivis. Mereka sudah membuktikan bahwa mereka bekerja keras di bidang masing-masing.

Bukankah Presiden mengangkat mereka sebagai pembantunya karena selama ini mereka sudah berkeringat membuktikan kinerja masing-masing?

Bukankah Presiden mengangkat mereka sebagai menteri atau tim komunikasi karena menginginkan mereka membuktikan bahwa mereka juga bisa bekerja membuat terobosan, mendobrak rutinitas birokrasi di pemerintahan?

Bila di kabinet sebelumnya warna baru ada pada menteri-menteri perempuan, warna baru di kabinet sekarang ini ada pada orang-orang muda. Itu artinya Presiden mengandalkan orang-orang muda ini. Kita kawal anak-anak muda itu.

Tiga atau empat tahun lagi baru kita kembalikan pandangan ke Prabowo. Banyak yang memprediksi atau berharap Prabowo bakal maju lagi di Pilpres 2024. Istilahnya, Prabowo mundur selangkah menjadi menteri untuk kelak maju berlangkah-langkah menjadi capres lagi.

Bila itu kelak terjadi, kita mesti perhatikan Prabowo, dengan siapa dia berpasangan, apakah dengan Puan Maharani seperti yang dibayangkan belakangan ini?

Kita harus lihat sungguh-sungguh, selain parpol, kelompok mana saja pendukungnya, apakah serupa kelompok yang mendukungnya di Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 yang doyan mengamalkan politik identitas.

Lalu, kita siapkan betul-betul rivalnya. Bukankah demokrasi mensyaratkan lebih dari satu pilihan?



Berita Lainnya
  • Tuas Rem Trump-Khamenei

    03/2/2026 05:00

    DUNIA kembali berdiri di bibir jurang.

  • Etika Mundur di Pasar Modal

    02/2/2026 05:00

    PATUT dicatat sebagai rekor nasional. Bila perlu dengan tinta tebal. Hanya dalam satu hari, lima pejabat otoritas keuangan mengundurkan diri.

  • Keadilan dalam Sepotong Es Gabus

    30/1/2026 05:00

    HUKUM dan keadilan mestinya berada dalam satu tarikan napas. Hukum dibuat untuk mewujudkan keadilan.

  • Kejar Jambret Dikejar Pasal

    29/1/2026 05:00

    DI negeri ini, keadilan tak jarang tersesat di tikungan logika dan persimpangan nalar.

  • Noel agak Laen

    28/1/2026 05:00

    IMANUEL 'Noel' Ebenezer memang bukan sembarang terdakwa korupsi.

  • Mudarat Paling Kecil

    27/1/2026 05:00

    RENCANA bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace yang digagas oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk 'pembangunan kembali Gaza' segera memantik pro dan kontra.

  • Pengawas Mati, Korupsi Tumbuh

    26/1/2026 05:00

    KEGAGALAN aparat pengawasan intern pemerintah (APIP) ialah fakta berulang, bukan lagi dugaan.

  • Rupiah Vs IHSG

    23/1/2026 05:00

    ADA yang ganjil di pasar keuangan kita. Rupiah terkapar, bahkan menyentuh di kisaran 17 ribu per US$, level terendah sepanjang sejarah.

  • OTT Tepat Waktu

    22/1/2026 05:00

    BUPATI Pati, Jawa Tengah, Sudewo kembali menjadi atensi. Dia ditangkap tangkap oleh KPK karena diduga jual beli jabatan. OTT itu terjadi pada waktu yang tepat, sangat tepat.

  • Pesta Elite, Nestapa Rakyat

    21/1/2026 05:00

    REPUBLIK ini kiranya sedang berada dalam situasi kontradiksi yang meresahkan. Kontradiksi itu tersaji secara gamblang di lapisan-lapisan piramida sosial penduduk. 

  • Vietnam Melaju Kencang

    20/1/2026 05:00

    KITA tidak harus paling benar, yang penting paling berhasil. Itulah filosofi Vietnam.

  • Suara Profesor 15 Januari

    19/1/2026 05:00

    SEJARAH Republik ini mencatat 15 Januari sebagai tanggal yang tidak netral. Pada hari itulah suara mahasiswa pernah mengguncang kekuasaan.

  • Setan pun Minder

    15/1/2026 05:00

    INDONESIA memang negeri yang kaya. Kaya sumber daya alam, kaya budaya, dan kiranya juga kaya kreativitas kejahatannya, termasuk korupsi.

  • Regenerasi Koruptor

    14/1/2026 05:00

    Ya, mereka memang terkenal pada zaman masing-masing. Terkenal karena berkasus rasuah.

  • Angka Tiga

    13/1/2026 05:00

    PEMERINTAH tampaknya kembali menarik napas lega. Defisit APBN 2025 memang melebar, tetapi masih di bawah ambang sakral 3% dari produk domestik bruto (PDB).

  • Burung Diadili, Bencana Dibiarkan

    12/1/2026 05:00

    PENGADILAN Negeri Situbondo, Jawa Timur, punya cerita. Penegakan hukum di sana dikenal sangat tajam, terutama kepada mereka yang lemah