Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Suka Menghasut

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
16/9/2019 05:10
Suka Menghasut
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI)

Di tengah kita berbangsa dan bernegara kiranya selalu ada pemimpin dalam 'sikon' tertentu suka menghasut. Sebagai pemimpin tentulah mereka orang-orang terhormat, orang-orang terkemuka yang ternyata di dalam dirinya bersemayam 'sosok' pemimpin suka menghasut.

Sikon tertentu itu ialah masa 'transisi', terlebih masa yang mereka anggap 'krisis'. Dalam sikon macam itu muncullah atau tampaklah sosok yang suka menghasut.

Menghasut ialah membangkitkan hati orang supaya marah, atau melawan, bahkan memberontak. Di era keterbukaan ini bukan hanya ajakan menenangkan hati orang dilakukan secara terbuka, ajakan membangkitkan hati orang supaya marah, bahkan supaya melawan pun dilakukan secara terang-terangan.

Ajakan supaya melakukan people power di masa pilpres, contohnya, dilakukan secara terbuka. Yang mengajak jelas seorang pemimpin, yakni orang terhormat, orang terkemuka.

Menghasut bisa pula dilakukan penasihat. Di masa peralihan penasihat seyogianya membikin orang tenang sehingga orang dapat menimbang, yakni memikirkan baik-baik untuk menentukan baik buruknya. Tidak hanya memikirkan, tapi juga merasakan baik-baik untuk menentukan baik buruknya.

Adakah penasihat macam itu? Ada. Dia ialah penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi yang dapat ditengarai menghasut ketika dia menyatakan bahwa ketua KPK yang baru terpilih bakal berhadapan dengan internal KPK.

Contoh lain apa yang dilakukan seorang wakil ketua KPK kala dia bersama-sama pegawai KPK memimpin gerakan penutupan lambang KPK di kantor KPK. Empat lambang KPK ditutup dengan kain hitam oleh orang yang masih berkedudukan sebagai pimpinan di lembaga itu.

Pimpinan macam apakah orang itu? Maaf, itulah pimpinan yang menunjukkan sosoknya bertipe penghasut di masa peralihan kepemimpinan KPK dari yang lama kepada yang baru.

Sekarang mari kita membahas fakta bahwa tiga dari lima unsur pimpinan KPK menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden. Mereka menunggu perintah selanjutnya dari Presiden dan berharap diajak berbicara terkait kegelisahan di KPK. Pertanyaannya, apa makna 'menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden'?

Jawabnya berupa pertanyaan, bukankah hal itu dapat dimaknai mereka  menghasut presiden untuk mengambil alih kepemimpinan KPK?

Kata Menteri Sekretaris Negara, Presiden segera bertemu ketiga pimpinan KPK itu. Tolong dalam pertemuan itu Presiden bilang kepada mereka tidak elok dan tidak boleh menyerahkan tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden. Pamali, pantang!

Bilang juga kepada mereka bahwa masa jabatan mereka tinggal 3 bulan. Tidak elok mereka meninggalkan tanggung jawab di ujung masa pengabdian mereka.

Mintalah mereka segera  kembali ke Kantor KPK, bekerjalah karena ada orang yang telah ditetapkan bertahun-tahun sebagai tersangka, namun hingga sekarang belum dibawa ke pengadilan. Berilah contoh yang baik, jangan wariskan perkara mangkrak.

Bapak Presiden yang terhormat, saya mengatakan itu semua bukan dengan maksud menghasut Bapak. Saya percaya Bapak bukan pemimpin bertipe penghasut, bukan pula pemimpin dapat dihasut. Bila saya terkesan menggurui Bapak, maafkan, hal itu sedikit atau banyak ada di dalam diri saya.

Kata seorang filosof, budak memimpin budak, tuan memimpin tuan. Siapa pun memimpin KPK, mereka 'tuan' memimpin 'tuan', bukan 'tuan' memimpin 'budak'.



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)