Headline

SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.

Mencegah Korupsi itu Hebat

Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group
14/9/2019 05:30
Mencegah Korupsi itu Hebat
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

WHAT is in the name? Apa artinya sebuah nama? Itu kata Shakespeare dalam naskah drama Romeo and Juliet. Toh, mawar tetap harum meski kita sebut dengan nama lain.

Mawar, kata Umberto Eco, sudah ada sebelum namanya. Harumnya sudah semerbak sebelum kita menyebutnya mawar. Bau tak sedap sebuah bunga sudah tercium sebelum orang menamainya bunga bangkai.

Namun, kita sering keukeuh, bergeming, pada arti sebuah nama. Nama Komisi Pemberantasan Korupsi, misalnya, karena mengandung kata ‘pemberantasan’ dalam namanya, sebagian besar kita setuju dan mendukung tanpa syarat bila KPK lebih gemar memberantas daripada mencegah korupsi.

Pemberantasan korupsi sudah ada sebelum KPK ada. Pemberantasan korupsi itu ‘bernama’ kepolisian dan kejaksaan. Akan tetapi, pemberantasan korupsi di bawah polisi dan jaksa dianggap kurang garang.  

Kita sejak dalam pikiran membayangkan nama yang garang, yang akan memberantas korupsi sampai ke akar-akarnya. Kita kemudian ‘mengganti’ nama untuk pemberantasan korupsi itu menjadi KPK. 

"Namanya juga Komisi Pemberantasan Korupsi. Kerjanya ya memberantas korupsi, menangkap koruptor," kata satu peserta diskusi kelompok terfokus tentang KPK pekan lalu. 

Saya juga salah satu peserta diskusi. Pernyataan teman peserta diskusi itu merespons pernyataan saya bahwa KPK semestinya lebih peduli pada pencegahan, bukan melulu pemberantasan.

Pemberantasan korupsi di Indonesia superhebat. Ketua lembaga tinggi negara, menteri, anggota perlemen dibui karena korupsi. Coba tunjukkan negara mana yang ketua lembaga tinggi negaranya, menterinya, dan anggota parlemennya dipenjara karena korupsi sebanyak di Indonesia. 

Tapi, kok indeks persepsi korupsi kita jalan di tempat, tak naik pangkat? Itu artinya keberadaan pemberantasan korupsi sama saja sejak dulu baik nama pelakunya kepolisian, kejaksaan ataupun KPK. Lalu, apa artinya nama KPK?

Indeks persepsi korupsi terkait pelayanan publik yang transparan dan bebas pungli. Itu artinya indeks persepsi korupsi lebih berhubungan dengan pencegahan melalui sistem. Negara-negara yang indeks korupsinya tinggi ternyata punya sistem pencegahan korupsi yang jitu. Kehebatan pemberantasan korupsi ternyata dilihat dari kehebatan pencegahannya.

Mencegah korupsi menyelamatkan duit negara lebih banyak. Menangkap koruptor menyelamatkan lebih sedikit uang negara. Bisa saja koruptor sudah memakai uang yang dikorupsinya atau menaruhnya di luar negeri. Ini kehebatan lain pencegahan korupsi.

"Itu bukan tugas KPK," kata teman peserta diskusi tadi. Apa iya?  Bukankah undang-undang mengamanatkan KPK juga bekerja mencegah selain memberantas korupsi. KPK bisa membangun sistem pencegahan. Itu lo seperti yang dilakukan kejaksaan lewat Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Pusat/Daerah (TP4P, TP4D).

Apa perlu kita ubah namanya jadi Komisi Pencegahan Korupsi atau Komisi Antikorupsi? Tak perlu karena apa artinya sebuah nama. Yang perlu diperbaiki adalah keberadaan pemberantasan dan pencegahan korupsi melalui undang-undang.

DPR berinisiatif merevisi UU KPK. Akan ada dewan pengawas. Kerjanya mengawasi KPK. Untuk apa lembaga independen diawasi? KPK punya kekuasaan menyelidik dan menyidik, seperti kepolisian dan kejaksaan. Karena itu, MK mengategorikan KPK sebagai eksekutif. Kekuasaan eksekutif harus diawasi demi mencegah penyalahgunaan kewenangan.

Dewan pengawas bertugas juga memberi izin bila KPK hendak menyadap pembicaraan telepon untuk kepentingan penyelidikan. Izin penyadapan datang dari dewan pengawas sebagai institusi di dalam KPK sebagai jalan tengah setelah ide izin dari institusi luar ditolak.

KPK kelak punya kewenangan menerbitkan Surat perintah penghentian penyidikan (SP3). SP3 KPK menjamin hak asasi manusia dan kepastian hukum. Tak boleh lagi ada orang yang kelamaan menyandang status tersangka seperti RJ Lino atau membawa status tersangka ke liang lahat, seperti Siti Fajriah, gara-gara KPK tak punya SP3.

Kita berharap Undang Undang KPK, juga komisioner KPK yang baru terpilih, kelak semakin peduli pada pencegahan karena mencegah korupsi itu hebat.
 



Berita Lainnya
  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.

  • Duka Ngada Aib Negara

    05/2/2026 05:00

    'Kertas Tii Mama Reti (Surat buat Mama Reti) Mama Galo Zee (Mama saya pergi dulu)