Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie Rabu (11/9) petang dipanggil pulang ke-haribaan-Nya. Ia merupakan model generasi bangsa yang cerdas, berpendidikan tinggi, menguasai teknologi, berpikiran terbuka, dan cinta kepada Tanah Air. Kita membutuhkan intelektual muslim yang komitmennya kepada Republik tinggi seperti almarhum.
Pikirannya untuk membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas, modern, dan berpikiran terbuka tidak pernah berubah. Sebab Habibie tahu kunci kemajuan bangsa terletak pada seberapa banyak manusia berkualitas yang dimiliki.
Pada pidato kebangsaan di Gedung DPR, Habibie mengajak seluruh bangsa ini untuk pandai memanfaatkan kekayaan alam yang dimiliki. Dengan cara apa? Dengan memberikan nilai tambah dari setiap komoditas yang kita miliki.
Habibie merasa prihatin ketika sumber daya alam hanya dijual dalam bentuk bahan mentah. Ironisnya kita mengimpor kembali produk itu ketika sudah menjadi barang jadi. Itu bukan saja sama dengan memberikan lapangan pekerjaan bagi bangsa lain, tetapi membiarkan nilai tambah dinikmati orang lain.
Untuk itulah Habibie bersemangat untuk mengirimkan putra-putra terbaik bangsa ini untuk menimba ilmu di negeri orang. Harapannya, kelak seperti dirinya, mereka kembali ke Tanah Air untuk membangun dan memajukan bangsa dan negara ini.
Warisan berharga yang ditinggalkan Habibie untuk bangsa ini ialah munculnya kesadaran untuk melakukan riset dan mengembangkan teknologi. Bangsa ini tidak pernah akan bisa sejajar dengan bangsa lain apabila tidak menguasai riset dan teknologi.
Industri-industri strategis didorong agar menghasilkan produk teknologi berkelas dunia. Sekarang kita bisa lihat industri penerbangan seperti PT Dirgantara Indonesia yang sudah mengembangkan pesawat N-219. Kalau kita konsisten untuk mengembangkannya dan memaksa industri penerbangan untuk menggunakannya, kita akan memberi kesempatan kepada putra-putra Indonesia untuk semakin menguasai industri kedirgantaraan.
Hal yang sama sekarang terjadi dengan PT PAL yang mampu membuat kapal perang dan bahkan sudah dipakai angkatan laut Filipina. Kalau TNI-AL mau memercayakan alat utama sistem pertahanan kepada industri dalam negeri, kita tidak lagi harus tergantung kepada bangsa lain.
Untuk industri transportasi darat dan persenjataan, PT Pindad juga sudah semakin maju untuk menghasilkan kendaraan taktis untuk mendukung pasukan darat kita. Dengan menggunakan senjata buatan Pindad, prajurit TNI-AD bahkan memenangi kejuaraan menembak antartentara sedunia.
Semua itu menunjukkan bahwa bangsa ini mempunyai kemampuan yang tidak kalah dari bangsa lain. Habibie mendorong paling tidak delapan industri strategis yang bisa membawa bangsa ini terbang tinggi. Tidak terkecuali industri rancang bangun dan juga pertanian yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok rakyat.
Sekarang yang harus kita lakukan ialah menjaga konsistensi untuk membangun industri-industri unggulan itu. Kita tidak perlu ragu untuk memperbesar anggaran untuk riset. Double atau triple tax deduction harus benar-benar dijalankan agar bangsa ini menjadi bangsa penemu.
Selanjutnya yang tidak kalah penting ialah mengajak seluruh rakyat untuk mencintai produk dalam negeri. Janganlah kita mudah untuk mencela produk yang dihasilkan bangsa sendiri. Kita harus seperti bangsa Jepang, Korea, atau Tiongkok yang selalu percaya dan ikut mendorong produk bangsa sendiri .
Kita harus menyadari bahwa diperlukan proses untuk mencapai kesempurnaan itu. Tahun 1960-an siapa yang percaya kepada mobil Toyota. Sekarang Toyota bisa menjadi produsen mobil terbesar di dunia, jauh melewati Ford yang pertama kali menjadi pembuat mobil.
Dulu produk-produk PT DI, PT PAL, maupun PT Pindad juga terlihat sebagai produk kuno yang tidak meyakinkan. Ternyata pesawat buatan PT DI sekarang banyak dipergunakan angkatan bersenjata negara Afrika. Kapal-kapal buatan PT PAL dipuji angkatan laut negara tetangga. Artinya, bangsa ini terus belajar untuk menghasilkan produk yang lebih bermutu.
Tepatlah apabila pada pidato kebangsaan itu, Habibie mengingatkan kita untuk meninggalkan cara berpikir kolonial. Penjajahan gaya baru itu akan terjadi ketika kita tidak mau menghargai proses nilai tambah yang dilakukan bangsa sendiri. Saatnya kita untuk bangkit menjadi bangsa mandiri dan bangga kepada karya-karya bangsa sendiri.
Selamat jalan Pak Habibie.
PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.
PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.
TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.
APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?
SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.
KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia
BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.
PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.
PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.
'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai
DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.
APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.
DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.
HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.
SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.
'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved