Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

Kerja Sama Tim

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
09/8/2019 05:30
Kerja Sama Tim
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI)

BERBAGAI masalah silih berganti harus dihadapi badan usaha milik negara.

Dimulai kegagalan sistem pendataan Bank Mandiri yang menyebabkan dana rekening nasabah berkurang dan bertambah secara fantastis. Lalu ada kebocoran pada kilang pengeboran minyak di Karawang yang mencemari kawasan sekitar. Terakhir pemadaman hampir satu hari akibat kegagalan sistem pembangkit Jawa-Bali.

Karena berkaitan dengan kepentingan banyak warga, sangatlah wajar apabila berbagai kritikan kemudian menerpa. Mau tidak mau perusahaan BUMN harus menjelaskan duduknya perkara dan menyampaikan langkah pengamanan yang dilakukan agar tidak menimbulkan keresahan.

Musibah memang bisa terjadi kapan saja. Yang terpenting responsnya harus memadai dan komunikasi kepada publik dilakukan dengan baik. Jangan biarkan semua orang bisa menginterpretasikan sendiri masalah, sehingga akhirnya membuat pemahaman publik menjadi simpang-siur.

Hal terakhir inilah yang harus diperbaiki BUMN dan korporasi di Indonesia. Sering kali ketika terjadi krisis cara penanganan business as usual. Padahal kita sedang hidup di era keterbukaan informasi yang bergerak begitu cepat. Semua orang merasa bisa menjadi pewarta, menjadi jurnalis warga.

Keadaan kadang menjadi lebih rumit karena ada penyelenggara negara yang ingin tampil sebagai pahlawan sendiri. Mereka tidak merasa menjadi bagian dari tim yang ikut merasa sakit ketika masalah datang. Akibatnya publik melihat ketidakkompakan dan mau tidak mau berpengaruh kepada keyakinan publik dalam menangani krisis.

Memang hanya di Indonesia ketika krisis datang semua mencoba lepas tangan. Bahkan yang lebih mencuat kebiasaan untuk mencari kambing hitam. Semua persoalan kemudian dicoba ditimpakan kepada yang menjadi kambing hitam.

Padahal di negara lain ketika krisis datang semua orang justru berupaya untuk menggalang kekuatan. Ibarat rumah terbakar yang dilakukan ialah sama-sama memadamkan api, bukan saling lepas tangan dan melempar tanggung jawab.

Pengalaman kebocoran minyak anjungan British Petroleum di Teluk Meksiko, Amerika Serikat bisa menjadi cermin untuk pembelajaran. Ketika BP menjadi bulan-bulanan, Perdana Menteri Inggris David Cameron tampil untuk membela kepentingan perusahaan minyak berbendera Inggris itu.

Kelemahan itulah yang harus kita perbaikan apabila ingin menjadi negara besar. Kita harus mampu membangun teamwork yang kuat. Hanya dengan sikap bahu-membahu dalam menghadapi tantangan, kita akan bisa menyingkirkan semua rintangan yang ada.

Tentu setelah krisis bisa kita atasi, pertanggungjawaban harus tetap dimintakan. Siapa yang bersalah untuk tidak menjalankan prosedur standar harus berani menanggung risikonya. Sikap ksatria itulah yang akan membuat kita akan semakin kuat sebagai bangsa. 

Perjalanan sebuah bangsa untuk menjadi bangsa yang besar tidak pernah akan berjalan linier. Selalu ada masa pasang dan masa surut. Keberhasilan dan kegagalan merupakan pelajaran untuk mencapai hasil yang lebih tinggi lagi. 

Kita harus buang jauh-jauh sikap melodramatik. Ketika musibah tiba seakan-akan kita menghadapi kiamat dan tidak ada lagi harapan. Sebaliknya ketika meraih keberhasilan, kita lalu berpuas diri dan seakan-akan sudah menjadi yang terbaik. 

Perubahan kultur harus berani kita lakukan. Seperti dilakukan Singapura, sejak di pendidikan dasar harus ditanamkan sikap untuk tidak boleh salah dan tidak boleh kalah. Bahkan di Jepang ditanamkan sejak dini sikap untuk berani bertanggung jawab.

Dengan itulah maka kita akan mempunyai generasi yang penuh disiplin dan mempunyai etos kerja tinggi. Selanjutnya tinggal ditanamkan sikap inovatif agar bisa dihasilkan produk dan bahkan bisa dilakukan reproduksi.

Semua bangsa yang besar melalui jalan itu. Bahkan sejak revolusi hijau, kultur itu sudah mereka tanamkan. Mereka tidak gagap ketika terjadi revolusi industri dan sekarang revolusi teknologi informasi tiba. Bangsa yang memiliki kultur yang kuat mampu dengan mudah melakukan adaptasi terhadap perubahan tanpa perlu menimbulkan kehebohan.



Berita Lainnya
  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.