Headline

Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.

Pesan Mandela

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
17/7/2019 05:30
Pesan Mandela
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI)

TUGAS utama seorang pemimpin ialah menetapkan visi yang jelas dan mudah dimengerti rakyat. Setelah itu pemimpin harus mampu mengarahkan rakyat mencapai tujuan besar yang ingin diraih. Terakhir memotivasi seluruh rakyat untuk sama-sama berbuat yang terbaik demi tercapainya tujuan besar bangsa ini.

Itulah esensi dari Visi Indonesia yang disampaikan Presiden Joko Widodo Minggu (14/7) lalu di Bogor. Presiden menyampaikan Visi Indonesia dengan bahasa yang begitu terang dan mudah untuk kita mengerti. Presiden mengajak kita untuk melakukan tugas negara itu bersama-sama karena hasilnya akan dinikmati kita semua.

Dalam pidato yang disampaikan begitu meyakinkan, Presiden menekankan tentang akan dilanjutkannya pembangunan infrastruktur. Bahkan kali ini pembangunan infrastruktur akan dikaitkan dengan pusat-pusat produksi agar manfaatnya bisa semakin maksimal kita rasakan.

Kedua, Presiden akan memacu peningkatan kualitas sumber daya manusia. Tidak hanya pendidikan yang berorientasi pada kompetensi yang akan difokuskan, tetapi juga kesehatan masyarakat khususnya bagi calon-calon pemimpin bangsa di masa mendatang akan diprioritaskan.

Ketiga, Presiden menekan niatnya untuk meningkatkan arus investasi. Ia bahkan mengancam akan mengganti dan bahkan membubarkan lembaga yang menghambat arus investasi karena itu hanya akan mengurangi kesempatan rakyat untuk mendapatkan lapangan pekerjaan.

Keempat yang menjadi perhatian Presiden ialah reformasi birokrasi. Indonesia membutuhkan birokrasi yang adaptif, produktif, dan inovatif untuk menjawab perubahan zaman yang begitu cepat. Tidak mungkin Indonesia akan bisa menjadi negara maju apabila manusianya tidak mau berubah dan tidak mempunyai kemauan kuat untuk melakukan perubahan.

Terakhir, Presiden menekankan pentingnya penggunaan anggaran yang tepat sasaran. Anggaran pendapatan dan belanja negara tidak boleh sampai salah alokasinya dan harus sepenuh-penuhnya dipergunakan untuk kepentingan rakyat.

Tantangan selanjutnya, bagaimana kita semua mau menjalankan visi yang sudah ditetapkan Presiden. Pemimpin Afrika Selatan Nelson Mandela mengingatkan, visi tanpa aksi hanyalah sebuah mimpi. Aksi tanpa visi hanya akan membuat kita kehilangan arah. Hanya visi yang diikuti dengan aksi akan membawa perubahan besar.

Presiden Jokowi menyadari sulitnya membuat orang untuk mau berubah dan berbuat. Saat memberikan kuliah umum bagi kader Partai NasDem kemarin, Presiden menceritakan pengalamannya untuk membangun pembangkit listrik dari sampah rumah tangga. Namun, sejak ia menjabat menjadi Wali Kota Solo sampai satu periode menjadi presiden, keinginan itu tidak pernah bisa direalisasikan.

Dibutuhkan keberanian untuk melakukan perubahan besar. Ini memang tidak mudah karena kita harus menghadapi mereka yang sudah berada dalam zona kenyamanan. Kelompok ini tidak mau terganggu dengan hal-hal yang dikhawatirkan bisa merusak kenyamanan yang sudah mereka rasakan.

Jumlah mereka pun biasanya besar dan mempunyai akses untuk menyampaikan kekhawatiran itu dengan menakut-nakuti orang lain. Di era kebebasan seperti sekarang, mereka mampu menyebarkan ketakutan itu dengan berita-berita bohong alias hoaks. Lihatlah bagaimana produksi hoaks yang begitu masif untuk mengatakan mubazirnya pembangunan infrastruktur yang kita lakukan empat tahun terakhir ini.

Kita berharap Presiden tegar dengan sikapnya. Visi yang sudah dicanangkan jangan goyah karena pandangan-pandangan negatif yang disebarkan. Presiden justru harus terus-menerus menyuarakan visi itu agar menjadi keyakinan seluruh warga bangsa.

Bahkan, Presiden harus terus mengajak masyarakat untuk berbuat yang terbaik. Seperti disampaikan wakil presiden terpilih, Ma’ruf Amin, bahwa setiap kita harus mau memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

Kalaupun hanya bisa berkontribusi sebutir pasir, jadilah sebutir pasir yang menguatkan. Kalaupun hanya sesendok semen, jadilah sesendok semen yang menguatkan. Kalaupun hanya sebuah batu, jadilah batu yang bisa menguatkan.

Kebersamaan untuk meraih cita-cita bangsa itulah yang harus digerakkan. Tujuan besar yang ingin kita capai harus terus-menerus kita upayakan untuk bisa divisualkan agar tidak abstrak. Tidak boleh ada satu pun di antara kita yang hanya bertopang tangan dan menunggu hasil. Hanya dengan kerja keras dan kerja cerdas kita akan bisa membangun Indonesia yang lebih makmur dan menyejahterakan.

 



Berita Lainnya
  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.