Headline

Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.

Sesudah Lebaran

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
12/6/2019 05:30
Sesudah Lebaran
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI)

LEBARAN telah kita lalui bersama. Kita bersyukur semua bisa berjalan dengan baik. Nyaris tidak terdengar keluhan dari ibu-ibu rumah tangga berkaitan bahan kebutuhan pokok saat menjelang Lebaran. Semua orang juga bisa sampai ke kampung halaman tepat waktu karena tidak ada kemacetan yang membuat orang harus tertahan di tengah jalan seperti 2015.

Tanpa disadari kita melihat kehidupan masyarakat yang rata-rata lebih baik. Banyaknya kendaraan roda dua dan roda empat yang digunakan masyarakat menunjukkan kelas sosial masyarakat sudah meningkat.

Semua itu merupakan buah dari kerja keras masyarakat sendiri. Kalau tidak ingin meraih kehidupan lebih baik, ya kita harus mau bekerja lebih giat. Jangan hanya terus mengeluh apalagi mengumpat, karena kehidupan kita tidak akan lebih baik hanya dengan berkeluh kesah.

Kita semua memiliki kesempatan sama untuk sukses. Pengusaha Prajogo Pangestu sering mengatakan, yang kemudian bisa lebih sukses ialah mereka yang mempunyai mental kuat, tekun bekerja, dan mampu mendapatkan kepercayaan dari orang lain.

Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi melimpah untuk bisa kita olah dan membawa kita lebih maju. Apalagi kita mempunyai 265 juta penduduk, yang sebagian besar produktif. Pengelolaan keuangan negaranya pun semakin baik dan itu tecermin dari peningkatan peringkat yang diberikan Standard&Poor’s.

Pembangunan infrastruktur yang masif kita lakukan dalam empat tahun terakhir membuat Indonesia lebih menarik sebagai tempat berinvestasi. Itu bisa terlihat dari membaiknya daya saing kita dalam menarik investor untuk menanamkan modalnya.

Sekarang terpulang kepada kita, mau diapakan kesempatan baik yang kita miliki sekarang ini? Apakah kita hanya akan terus berkeluh kesah dan mencari kelemahan yang masih ada ataukah kita berlari menyongsong masa depan lebih baik?

Sesudah Lebaran seharusnya membuat kita lebih optimistis melihat masa depan. Kita berlomba-lomba meraih kesuksesan bukan sebaliknya berkutat mengumbar kesalahan dan kelemahan tanpa melakukan tindakan nyata.
Cukup sudah energi ini terbuang untuk hal tidak produktif. Kita terlalu lama berkutat dalam perdebatan yang tidak berujung. Kita harus membangun sikap saling percaya, saling menghormati, saling mengerti agar semua daya dan pikiran bisa kita optimalkan untuk memajukan negeri.

Kita harus tinggalkan sikap apriori kepada pemerintah. Tentu bukan berarti kita memberikan juga cek kosong kepada pemerintah. Kita harus mengawal agar tidak terjadi penyalahgunaan kekuasaan. Namun, pengawasan itu harus lebih dijalankan lembaga legislatif agar sistem demokrasi ini bisa berjalan semakin matang.

Tidak bosan kita ingatkan, kita berlomba dengan waktu. Bonus demografi yang kita dapatkan sekarang satu saat akan berakhir. Pada saat merayakan 100 tahun kemerdekaan nanti, kita sudah akan menjadi bangsa yang menua (aging society). Jangan sampai ketika waktu itu datang, kita belum menjadi bangsa yang kaya.

Kita semua sangat berdosa kalau sampai situasi buruk benar-benar terjadi. Tidak bisa dibayangkan kalau masih banyak warga hidup dalam kemiskinan dan kebodohan, sedangkan angkatan kerja lebih banyak yang sudah pensiun daripada yang masih produktif bekerja.

Kita yang mendapatkan privilege sekarang ini tidak boleh bersikap egois. Tugas kita mengangkat mereka yang masih hidup dalam kemiskinan. Kita jangan justru mencekoki mereka dengan pikiran-pikiran yang membuat mereka tidak menjadi lebih cerdas dan terbuka pikirannya.

Kita perlu belajar kepada Jepang. Bagaimana mereka memacu pembangunan dan mencerdaskan kehidupan bangsanya saat bonus demografi mereka dapatkan. Kini ketika bangsa Jepang semakin menua, kualitas kehidupan mereka tidak menurun. Bangsa Jepang bisa hidup bahagia di masa tuanya.

Ke arah sanalah kita juga harus menuju. Kita persiapkan pendidikan bangsa ini. Kita perkuat kesehatannya agar tidak mudah sakit dan kemudian tidak berdaya. Waktu yang kita miliki memang tidak banyak, tetapi kita masih punya waktu untuk mengangkat kualitas bangsa ini kalau kita semua fokus membangun negara ini.

 



Berita Lainnya
  • Untung Ada Lebaran

    30/3/2026 05:00

    ADA celetukan sangat viral pada 1980-an dari almarhum Gepeng. Pelawak Srimulat itu berucap, "Untung ada saya."

  • Tahanan Istimewa

    26/3/2026 05:00

    YAQUT Cholil Qoumas memang telah kembali dijebloskan ke balik jeruji besi rumah tahanan KPK.

  • Korupsi Kapan Mati?

    25/3/2026 05:00

    KITA boleh saja bosan mendengar, membahas, mengulas, atau menulis tentang topik korupsi di negeri ini.

  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.