Headline

Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.

21 Tahun

Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group
08/5/2019 05:30
21 Tahun
Suryopratomo Dewan Redaksi Media Group(MI/Tiyok)

MENTERI Badan Urusan Milik Negara 1998-1999 Tanri Abeng dan Menteri BUMN 2009-2011 Mustafa Abubakar menghargai inisiatif yang dilakukan Rini Mariani Soemarno dalam memimpin Kementerian BUMN. Sinergi yang dibangun di antara 143 BUMN mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal kepada negara.
        
Tanri Abeng masih ingat ketika 21 tahun lalu ditunjuk Presiden Soeharto menjadi Menteri BUMN pertama dengan tugas menjadikan BUMN-BUMN yang ada menjadi sebuah kekuatan. Tanri berpikiran, langkah pertama yang harus dilakukan ialah membangun perusahaan induk atau holding dari BUMN yang sama bidang bisnisnya agar mempunyai daya saing yang lebih tinggi.
         
Perusahaan induk yang pertama menjadi target Tanri adalah BUMN perkebunan. Kalau PT Perkebunan Nusantara bisa disatukan, lahan yang dimiliki perusahaan induk bisa mencapai 2,5 juta hektare. Dengan itu holding perkebunan akan menjadi perusahaan dengan lahan terluas bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia.
         
Sayang harapan Tanri itu tidak bisa dijalankan karena pemerintah Presiden Soeharto terhenti di tengah jalan. Ketika kepemimpinan nasional dilanjutkan Presiden Bacharudin Jusuf Habibie, pemerintahan pun tidak berlangsung lama karena ada Pemilihan Umum baru pada 1999.
          
Setelah 21 tahun Kementerian BUMN terbentuk, Tanri puas bahwa idenya bisa direalisasikan. Setelah terbentuk holding semen, kini sudah juga dibentuk holding BUMN Karya, holding BUMN Pertambangan, dan holding BUMN Migas.
          
Rini Soemarno merasa belum puas dengan holding-holding yang ada. Ia berharap holding yang dimiliki BUMN sekarang ini bisa lebih menjalankan peran sebagai perusahaan induk yang sesungguhnya. Ia pun masih terus mempersiapkan holding untuk kelompok usaha lain seperti perbankan.
          
Sebagai negara dengan produk domestik bruto di atas US$1 triliun, sudah saatnya Indonesia memiliki perusahaan yang kapitalisasi pasarnya di atas US$100 miliar atau lebih dari Rp1.400 triliun. Kalau Indonesia memiliki perusahaan sebesar itu, kita akan semakin menjadi perhatian masyarakat dunia.
         
AS sampai sekarang menjadi rujukan dunia karena lima perusahaannya Microsoft, Apple, Amazon, Google, dan Facebook nilai kapitalisasi pasarnya sudah di atas US$4.300 miliar. Tiongkok kini menerobos masuk ke jajaran elite ekonomi dunia karena beberapa perusahaan seperti Ali Baba dan Tencent kapitalisasi pasarnya sudah mampu menembus US$100 miliar.
          
Apakah Indonesia bisa memiliki perusahaan seperti itu? Holding BUMN Perbankan kalau kelak terbentuk dan terus bertumbuh bisa menjadi perusahaan Indonesia pertama yang nilai kapitalisasi pasarnya di atas US$100 miliar. Sekarang ini nilai kapitalisasi empat bank pelat merah, Bank Rakyat Indonesia, Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia, dan Bank Tabungan Negara sudah melewati angka Rp1.000 triliun.
         
Menteri Rini berterima kasih atas kerja keras dan sinergi yang bisa dibangun BUMN sampai sekarang ini. Aset BUMN tahun lalu sudah menembus angka Rp8.000 triliun dengan keuntungan di atas Rp200 triliun. Investasi yang dilakukan BUMN sepanjang tahun lalu lebih dari Rp480 triliun. Sementara kontribusi yang bisa diberikan kepada negara dalam bentuk dividen dan pajak tahun lalu di atas Rp420 triliun.
           
Pencapaian itu pantas disyukuri karena berarti BUMN mampu menyumbang sampai 20% dari kebutuhan anggaran pendapatan dan belanja negara. BUMN benar-benar menjalankan perannya sebagai motor pembangunan dan ikut serta menciptakan kesejahteraan bagi seluruh rakyat.
           
Sejak awal kemerdekaan, perekonomian yang hendak kita bangun memang didasarkan atas asas kekeluargaan. BUMN —atau dulu disebut perusahaan negara—dibentuk dengan tujuan utama menjadi motor pembangunan nasional. Bahkan untuk bidang usaha yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, negara hadir untuk mengelolanya agar tujuan keadilan sosial bagi seluruh rakyat bisa dijalankan.
          
Walaupun demikian kita pun tidak menginginkan adanya monopoli, karena sadar bahwa hal itu akan menimbulkan inefisiensi. Oleh karena itu, kehadiran perusahaan swasta diberi tempat agar tercipta kompetisi yang sehat. Bahkan dengan jumlah pemain yang lebih banyak, swasta pun ikut bertanggung jawab menciptakan lapangan pekerjaan agar kemiskinan bisa dientaskan.
          
Perjalanan 21 tahun Kementerian BUMN bukan berarti semua sudah berjalan baik dan sempurna. Masih banyak tantangan besar yang harus dihadapi dan harus dijawab jajaran BUMN. Apalagi di tengah disrupsi yang terjadi pada semua bidang kehidupan.
          
Untuk itu tepat apabila Menteri Rini mengatakan, perlunya BUMN terus bersinergi. Dengan sinergi di antara BUMN, tidak hanya kekuatan yang dimiliki menjadi lebih besar, tetapi tidak ada yang tidak mungkin dijalankan BUMN. Yang terpenting harus disadari, BUMN merupakan milik seluruh rakyat dan harus dipergunakan sepenuh-penuhnya untuk kesejahteraan rakyat.

 



Berita Lainnya
  • Obor Optimisme

    24/3/2026 05:00

    PERNYATAAN Presiden Prabowo Subianto dua pekan lalu agar bangsa ini bersiap menghadapi situasi yang kian sulit dan menantang patut dibaca bukan sekadar sebagai retorika politik.

  • Merawat Takwa

    23/3/2026 05:00

    PEKAN lalu, di pengujung Ramadan, saya mengikuti ibadah salat Tarawih di masjid sebelah rumah.

  • Merayakan Perbedaan

    18/3/2026 05:00

    TAHUN 2026 menyajikan fenomena sosial keagamaan yang spesial bagi bangsa Indonesia. Jika kita mencermati kalender, ada deretan momentum keagamaan yang berdekatan.

  • Melonggarkan Sabuk Fiskal

    17/3/2026 05:00

    APAKAH dunia kembali memasuki lorong gelap ketidakpastian?

  • Silaturahim yang Menyejahterakan

    16/3/2026 05:00

    SAYA tergolong orang yang bersyukur karena negeri ini punya tradisi mudik Lebaran.

  • Perdamaian

    13/3/2026 05:00

    KALI ini saya ingin mengupas puisi perdamaian dari bumi Persia, Iran. Sajak tentang perdamaian dan kemanusiaan itu ditulis tiga penyair besar Persia

  • Tepuk Tangan Messi

    12/3/2026 05:00

    BANYAK yang bilang bahwa sepak bola ialah bahasa universial. Ia menembus batas negara, ras, ideologi, dan bahkan agama.

  • Semringah Secukupnya

    11/3/2026 05:00

    PEKAN depan, wajah Republik ini sepertinya akan tampak lebih semringah.

  • Gharbzadegi

    10/3/2026 05:00

    PADA pertengahan 1970-an, intelektual Iran Ali Shariati getol mewanti-wanti bahaya gharbzadegi.

  • Donny Fattah dan Editorial

    09/3/2026 05:00

    'SERIBU badai silih menghempas Seribu luka perih membekas Ku tetap berdiri ada di sini ada di sini Meski letih lemah lunglai Aku di sini menggenggam nilai

  • Energi Dunia di Ujung Hormuz

    07/3/2026 05:00

    DUNIA kembali diingatkan bahwa jalur sempit selebar sekitar 36 kilometer dapat menentukan stabilitas ekonomi global.

  • Dari 25 Hari ke 90 Hari

    06/3/2026 05:00

    APA makna fakta bahwa daya tahan stok bahan bakar minyak kita cukup untuk 25 hari? Saya kira tidak ada kata lain selain 'rasa waswas'.

  • Manzelat-e Iran

    05/3/2026 05:00

    DALAM tiap peperangan selalu ada keyakinan. Keyakinan tentang kemenangan kilat.

  • Dunia tanpa Tatanan

    04/3/2026 05:00

    HOMO homini lupus. Manusia adalah serigala bagi manusia lainnya.

  • Tercekik Selat Hormuz

    03/3/2026 05:00

    SELAT Hormuz bukan sekadar ruas perairan sempit sepanjang sekitar 39 kilometer yang memisahkan Iran di utara dan Oman serta Emirat Arab di selatan.

  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.