Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Presiden Zelensky Bermula dari Fiksi

Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group
07/5/2019 05:10
Presiden Zelensky Bermula dari Fiksi
Djadjat Sudradjat Dewan Redaksi Media Group(MI/Ebet)

INI salah satu contoh jiwa besar pemimpin. Setelah melihat (exit poll) dan hasil hitung cepat, ia kalah jika dibandingkan dengan lawannya, di hari pemilihan itu juga, Minggu (21/4), Presiden Ukraina Petro Poroshenko mengakui kekalahannya. Seorang pelawak, Volodymyr Zelensky, menumbangkannya.

“Saya menerima keputusan ini, tetapi saya ingin menegaskan bahwa saya tidak me­ninggalkan politik. Saya akan berjuang untuk Ukraina. Tim saya dan saya siap mendukung presiden dalam segala hal yang membuat Ukraina dekat dengan Eropa dan NATO. Saya siap untuk menghabiskan waktu tanpa batas untuk membantu presiden baru mempercepat proses tersebut,” tegas Petro Poroshenko dalam konferensi pers.

Padahal, KPU Ukraina baru mengumumkan secara resmi kemenangan Zelensky pada 30 April. Namun, Poroshenko sangat percaya lembaga survei yang melakukan sistem hitung cepat (quick count) tak bakal meleset. Ini kerja ilmiah yang tepercaya.

Ia juga menyadari sepenuhnya rakyat Ukranina telah menentukan pilihan.

Sebagai petahana pilihan paling elok ialah menghormatinya. Demokrasi memang punya postulatnya yang tak terbantahkan: inklusivitas. Tak pandang calon presidennya seorang pelawak. Tak peduli miskin pengalaman politik.

Ketika awal maju sebagai calon presiden, Zelensky dinilai tengah bercanda. Namun, pelawak berusia 41 tahun itu benar-benar mengalahkan secara telak sang petahana pada pemilihan putaran kedua. Ia meraih 13.541.528 suara (73,2%) dan Poroshenko meraih 4.522.450 (25,3%). Tak ada protes dan keriuhan dari yang kalah. Tak ada manuver apa pun yang dilakukan sang petahana. Yang ada dalam kesadarannya ialah pilihan rakyat harus dihormati. Rakyat Ukraina kini tengah menanti dengan harapan membuncah pelantikan Zelensky.

Sang komedian yang riang nan menghibur itu rupanya pilihan tepat rakyat salah satu negeri bekas Uni Soviet yang telah bosan dengan hal-hal yang kerap mengerutkan dahi. Contoh di depan mata, antara lain ketegangan Ukraina versus Rusia dan gejolak ekonomi dalam negeri.

Zelensky telah membintangi serial komedi bertajuk Servant of the People. Ia berperan sebagai guru sekolah miskin yang menjadi presiden.

Ini berkat kata-kata ‘antikorupsi’ yang menjadi perbincang­an seru di media sosial.

Itulah yang disebut suratan takdir. Pada malam Tahun Baru 2018, sarjana ekonomi itu mengumumkan kepada publik, ia berhasrat maju dalam pemilihan presiden. Meski ada yang menertawakannya, yang mendukung jauh lebih banyak. Terutama mereka yang kontra pemerintahan Poroshenko.
Sang aktor komedi ini tahu diri. Titik tekan kampanyenya pun hanya fokus pada dirinya sendiri. Ia menahan diri tak mengomentari sang petahana. Ia menjauh dari wartawan dan hanya sedikit menggelar konferensi pers.

Namun, pada pemilu babak pertama di akhir Maret, ia meraih kemenangan besar. Zelensky berjanji bakal me­nyingkirkan korupsi sistemis. Para analis politik meyakini gaya informal komedian ini dan akan menuai hasil.

Publik yang frustrasi dengan praktik kronisme mendapat energi dari Zelensky. Yang ragu tetaplah ada. Ia juga berkarib dengan taipan Ihor Kolomoyskyi. Bagaimana Zelensky bisa membereskan partik oligarki?

Demokrasi memang panggung terbuka pada siapa saja untuk menjadi presiden. Selain Zelensky, Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan (1981-1989) dan Presiden Filipina Joseph Estrada (1998-2001) sebelumnya juga aktor film. Presiden Chech (1989-1992) Vaclav Havel, ialah sastrawan terkemuka. Presiden Indonesia Joko Widodo sebelumnya ialah tukang kayu.

Karena demokrasi pelakon presiden menjadi presiden sungguhan. Zelensky menghadapi problem nyata, bukan fiksi. Ia memimpin negeri berpopulasi  44 juta jiwa, yang pasti menghadapi Rusia yang merasa paling digdaya di Eropa Timur. Ada harapan menggelora, sebagai presiden sungguhan dan bukan fiksi, Zelensky bisa ‘menghibur’ rakyat Ukraina.



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.