Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Menyaring dan Membuang

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
22/4/2019 05:30
Menyaring dan Membuang
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Tiyok)

LEGAL dan aktual kiranya dua hal yang kita tunggu mengenai hasil pemilu. Namun, keduanya tidak dapat dihasilkan bersamaan.

Untuk mendapatkan hasil pemilu yang legal orang harus menunggu dengan kesabaran yang panjang. Mencoblos 17 April 2019, hasilnya yang legal baru diumumkan 22 Mei. Sesungguhnya orang telah kehilangan aktualitas.
Dalam rentang waktu yang panjang itu, tepatnya 35 hari, bisa terjadi macam-macam 'keanehan'. Misalnya, input C1 diperlambat dan di tengah pelambatan itu terjadi upaya mencurangi hasil pemilu.

Untunglah ada Bawaslu yang tanggap dan tangkas yang mengeluarkan instruksi agar setiap PPS mengumumkan hasil C1 di kelurahan. Bahkan diingatkan PPS wajib mengumumkan salinan sertifikat hasil penghitungan suara dari seluruh TPS di wilayah kerjanya. Tidak mengumumkannya bisa dipidana.

Undang-Undang Pemilu memang sarat dengan ancaman pidana. Itu pertanda sulitnya menegakkan kejujuran.

Hemat saya, pileg (bukan pilpres) yang baru kita lalui yang hasilnya legal belum kita ketahui kian menegaskan betapa kita telah kehilangan kepercayaan untuk jujur. Yang terjadi di tingkat warga ialah pertandingan top up, yaitu adu besar memberi tambahan 'wuwur', tambahan politik uang agar warga memilih sang caleg

Saya pernah menulis di Podium ini, andainya benar, lebih banyak anak bangsa ini memilih status daripada integritas, kiranya masa depan negeri ini benar-benar tanpa harapan. Pada Pemilu 2019, frasa 'andainya benar' itu sudah tidak berlaku lagi. Kenapa?

Pemilu legislatif (juga pemilu kepala daerah) merupakan pemilu yang semakin jorok karena dahsyatnya politik uang. Dalam dua pemilu itu sesungguhnya dan senyatanya demokrasi telah kehilangan masa depan.

Karena itu, kiranya perlu keberanian untuk melakukan bermacam-macam evaluasi, dalam makna yang keras, yaitu menyaring dan membuang. Pertama, barangkali orang cukup memilih partai saja. Tidak ada nama caleg dalam surat suara. Daftar caleg cukup diumumkan di TPS dan penentuan yang duduk di parlemen diserahkan kepada partai.

Harapannya partai yang tidak dipercaya, yang calegnya tidak bermutu, tidak dipilih rakyat. Kiranya adu besarnya 'wuwur', adu top up uang yang dilakukan caleg lenyap.

Kedua, cara penggunaan hak pilih secara manual, dilanjutkan penghitungan suara pun secara manual dan dilakukan berjenjang perlu digantikan dengan cara elektronik yang real time. Pencoblosan dan penghitungan suara secara manual tidak saja punya banyak celah untuk terjadinya kecurangan, tetapi juga kehilangan aktualitas karena panjangnya jarak waktu hari pencoblosan dengan hari pengumuman hasil pemilu (real count).

Untunglah ada metode hitung cepat yang dikerjakan lembaga-lembaga survei tepercaya. Hasilnya aktual memuaskan rasa ingin tahu publik akan hasil pemilu.

Ketiga, pilpres serentak dengan pileg terasa benar merepotkan rakyat dalam memilih dan membikin petugas amat keletihan. Yang juga pokok ialah pilpres menggeser makna pileg. Padahal, pileg juga penting karena di situlah rakyat di satu pihak menyaring dan menyingkirkan partai, atau di lain pihak memperkuat dan membesarkan partai yang baik dan patut diberi kepercayaan untuk mendapat kursi di parlemen.

Sepertinya tidak ada partai baru yang lolos ambang batas parlemen. Partai lama pun ada yang terbuang dari kumpulannya. Terjadi penyaringan dan penyingkiran. Ada harapan penyederhanaan jumlah partai bakal terjadi dua atau tiga pemilu lagi sehingga tinggal tujuh partai saja.

Yang jelas dengan terpilihnya Jokowi akan ada kesinambungan kepemimpinan beserta seluruh hasil kerjanya.

 



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.