Headline

Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.

Menimbang Pilihan

Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group
15/4/2019 05:30
Menimbang Pilihan
Saur Hutabarat Dewan Redaksi Media Group(MI/Tiyok)

MASA kampanye telah berakhir. Sekarang masa tenang. Tinggal dua hari lagi orang mencoblos di TPS.

Di masa tenang, orang dapat dengan tenang menimbang siapakah yang layak menjadi wakil rakyat dan siapakah pula yang layak dipercaya menjadi presiden untuk memimpin negeri ini lima tahun ke depan.

Menimbang ialah memikirkan baik-baik untuk menentukan baik buruknya. Tidak hanya memikirkan, tapi juga merasakan baik-baik untuk menentukan baik buruknya.

Dalam tenang kiranya orang bertemu dengan dirinya. Dalam khusyuk itulah orang yang jujur dapat merasakan Indonesia yang baik sekarang ini, lalu melepaskan imajinasinya membayangkan Indonesia di masa depan yang hebat.

Dengan produk kebatinan macam itu dipastikan orang tidak akan golput. Orang tidak akan tergoda 'wani piro', terbeli suaranya. Orang pun tidak datang ke TPS gara-gara iming-iming bodoh.

Kualitas menimbang macam itulah yang diharapkan mekar dan bertumbuh di dalam diri warga yang memiliki hak pilih. Hasilnya ialah sebuah keputusan politik yang jernih di TPS.

Pemilu 2019 ialah pemilu terakhir bagi pemenuhan ambisi elite-elite lama untuk dirinya sendiri. Megawati kiranya tidak akan mencalonkan presiden lagi. Amien Rais tutup buku, tutup harapan untuk menjadi presiden. Rasanya pun Wiranto, JK, dan Akbar Tandjung telah mengakhiri gairah mereka menjadi capres.

Konstitusi tidak mengizinkan SBY untuk menjadi presiden ketiga kali. Hal serupa pun bakal terjadi pada Jokowi jika ia terpilih kedua kali.

Maaf, bila Prabowo tidak terpilih menjadi presiden, saya pikir dia pun bakal mengubur keinginannya untuk menjadi RI-1. Setelah duduk sebagai wakil presiden, juga maaf, hemat saya pada 2024 Ma'ruf Amin terlalu sepuh untuk diusung menjadi capres.

Dari tinjauan tersebut, jelaslah Pemilu 2019 ini menjadi sangat penting untuk dua perkara. Perkara pertama menghasilkan presiden yang rekam jejaknya sangat meyakinkan dapat membawa Indonesia baik sekarang ini menjadi lebih hebat dalam lima tahun ke depan. Setelah itu, pada 2024, terbukalah pintu bagi lahirnya calon presiden baru entah siapa.

Perkara kedua ialah menghasilkan partai politik yang mengusung calon presiden pada Pemilu 2024. Dalam perkara ini, pada 17 April 2019 ini, sejumlah survei menunjukkan akan ada partai yang sendirian dapat mencalonkan presiden. Akan tetapi, dia tidak cukup besar untuk sendirian bertarung di DPR. Karena itu, dalam perspektif paham kebangsaan, jangan bikin partai itu besar sendirian. Kita perlu penyederhanaan jumlah partai, dan serentak dengan itu kita perlu beberapa saja partai yang kuat.

Kita berharap keputusan politik yang dieksekusi di TPS itu tak hanya menghasilkan beberapa partai yang kuat, yang membawa orang-orang berintegritas di DPR, tapi juga menghasilkan presiden yang mampu membuat Indonesia yang sekarang baik menjadi hebat.

 

 



Berita Lainnya
  • Cinta dan Kepedihan

    02/3/2026 05:00

    'HIDUP hanyalah sekejap bayang. Maka isi ia dengan cinta, bukan kebencian'.

  • Jalan Sunyi Industrialisasi

    27/2/2026 05:00

    POLEMIK impor 105 ribu pikap dari India untuk keperluan koperasi desa merah putih melebar hingga ke soal kesiapan kemandirian industri kita

  • Mengorupsi Korupsi

    26/2/2026 05:00

    SOAL korupsi, negeri ini benar-benar jagonya.

  • Membersihkan Seragam Kusam

    25/2/2026 05:00

    SERAGAM cokelat polisi sejatinya bukan sekadar identitas institusi. Seragam itu ialah representasi negara yang paling sering ditemui rakyat di garis depan

  • Utang Budi

    24/2/2026 05:00

    JIKA paspor bisa berganti warna, semoga nurani tak ikut memudar'.

  • Membaca Arah

    23/2/2026 05:00

    PERUBAHAN kian ke sini kian cepat. Ruang dan waktu digilas dalam hitungan detik. 

  • Rem Keserakahan

    20/2/2026 05:00

    "SEANDAINYA anak Adam memiliki dua lembah emas, niscaya ia akan mencari yang ketiga. Tidak ada yang dapat memenuhi perut anak Adam kecuali tanah (kematian)."  

  • Cuci Tangan ala Jek

    19/2/2026 05:00

    SEJUMLAH tokoh besar menekankan bahwa berani bertanggung jawab ialah salah satu syarat wajib bagi seorang pemimpin.

  • Imsak Kebangsaan

    18/2/2026 05:00

    MARHABAN ya Ramadan. Ramadan kembali mengetuk pintu di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah sepenuhnya reda. Seperti sebelum-sebelumnya.

  • Bahlil Melawan Abuleke

    16/2/2026 05:00

    LIMA tahun lalu (21 Januari 2021), di forum Podium ini saya menulis tentang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia.

  • Sunyi yang Mematikan

    13/2/2026 05:00

    ADA sejumlah pertanyaan terkait dengan peristiwa bunuh diri anak SD berumur 10 tahun di Ngada, Nusa Tenggara Timur, dua pekan lalu.

  • BPJS yang Mendadak Hilang

    12/2/2026 05:00

    DI negeri ini, yang kerap mendadak bukan cuma banjir bandang, melainkan juga kebijakan. Akibatnya sami mawon, sama-sama menyusahkan rakyat.

  • Antara Empati dan Kepuasan Tinggi

    11/2/2026 05:00

    DUA fakta kontradiktif terkait dengan pemerintahan saat ini baru saja tersaji.

  • Ketika Moral Rapuh

    10/2/2026 05:00

    SAYA tidak habis mengerti, mengapa seorang ketua pengadilan negeri dan wakil ketuanya masih menceburkan diri dalam kubangan korupsi, padahal penghasilan mereka sudah dinaikkan

  • Melampaui Sejarah

    09/2/2026 05:00

    TANGIS Hector Souto pecah saat lagu Tanah Airku bergemuruh membelah Indonesia Arena.

  • Melindungi Konsumen

    06/2/2026 05:00

    LEDAKAN ekonomi digital yang selama ini digadang sebagai mesin pertumbuhan justru menyisakan ironi.